{"id":158965,"title":"Lada Sansho: Penjelasan Lengkap","modified":"2026-07-18T15:29:56+02:00","plain":"Dengan cita rasa sitrus, rempah ini sedikit mengingatkan pada lada Sichuan atau lada Timut\u2026 Lada sansho, seperti jenis lada bernuansa lemon lainnya, merupakan bahan penting dalam masakan Jepang dan telah digunakan sejak zaman dahulu. Sentuhan eksotis di piring pun terjamin!&nbsp;\n\n\n\nApa itu lada sansho?&nbsp;\n\n\n\nLada sansho, atau Zanthoxylum piperitum, sebenarnya adalah lada semu, seperti kebanyakan buah beri yang berasal dari Zanthoxylum. Buah ini tumbuh bergerombol pada semak berduri yang termasuk keluarga Rutaceae. \n\n\n\nSelain buah sansho, daun dan bunganya juga dipanen. Buah ini juga sering dibandingkan dengan lada Sichuan atau lada Timut karena kemiripan profil aromanya. Pada semua varietas ini, ada aroma sitrus segar yang sangat khas.&nbsp;\n\n\n\nBuah sansho biasanya dipetik saat masih hijau, yakni sebelum matang, lalu dikeringkan jauh dari sinar matahari selama dua hari. Setelah itu, buahnya dijemur di bawah matahari hingga pecah dan memperlihatkan bijinya. Hanya bagian itulah yang tidak dimakan karena keras dan pahit.&nbsp;\n\n\n\n\n\n\n\nDari mana asal lada sansho?&nbsp;\n\n\n\nLada sansho adalah rempah yang telah dibudidayakan selama lebih dari 3000 tahun di Jepang. Dalam bahasa Jepang, \u201csansho\u201d konon berarti \u201clada pegunungan\u201d, karena semaknya tumbuh di wilayah pegunungan dan vulkanik. Saat ini, buahnya terutama dibudidayakan di pulau Honshu, di prefektur Wakayama, sebelah selatan Kobe.&nbsp;\n\n\n\nSejak era Jomon (15.000 hingga 300 SM), daun, bunga, dan buah sansho sudah digunakan. Selama waktu yang lama, rempah ini digunakan sebagai simbol persembahan kepada para dewa dalam upacara keagamaan. Rempah ini juga dipakai untuk mengawetkan daging dan ikan. Konon, lada sansho menjadi salah satu bumbu aromatik yang paling digemari di Jepang, bersama bawang hitam\u2026 Bahkan rempah ini sampai masuk ke budaya pop (di Dragon Ball Z, terdengar familiar bagi Anda?).&nbsp;\n\n\n\nSeperti apa rasa lada sansho?&nbsp;\n\n\n\nLada sansho, seperti banyak varietas beri dari Zanthoxylum, memiliki aroma sitrus yang segar. Pada sansho, aromanya bisa dibandingkan dengan serai. Rasanya juga memiliki nuansa kayu dan mentol yang memberi kesan segar, selain tentu saja karakter lada yang kuat. \n\n\n\n mi Sichuan saya bisa dibuat dengan lada sansho sebagai pengganti lada Sichuan\n\n\n\nCita rasa lada sansho bergantung pada tingkat kematangannya; sansho hijau yang dipetik pada bulan Mei lebih sitrus daripada sansho merah, yang dipanen setelah musim panas dan memiliki nuansa grapefruit.&nbsp;\n\n\n\nSelain kualitas aromatiknya, lada sansho juga dikenal karena efek membiusnya. Cukup satu buah di mulut, dan Anda akan mulai merasakan sensasi kebas, mirip dengan \"mala\" khas Tiongkok dari lada Sichuan atau lada Timut.&nbsp;\n\n\n\nApa manfaat lada sansho?&nbsp;\n\n\n\nSelain lezat, lada sansho juga baik untuk kesehatan. Kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral, rempah ini juga sering digunakan dalam pengobatan tradisional berkat sifat antiradang dan manfaatnya bagi pencernaan. Lada ini juga dianggap memiliki efek tonik dan afrodisiak.&nbsp;\n\n\n\nBagaimana menggunakan lada sansho dalam masakan?&nbsp;\n\n\n\nAwalnya, buah sansho digunakan sebagai pengawet. Makanan yang ingin disimpan ditaburi bubuk sansho. Di Jepang, rempah ini masih banyak digunakan dalam masakan. Lada ini sering dipadukan dengan unagi-don, yaitu belut dengan saus teriyaki yang disajikan bersama nasi putih, sashimi, atau kaldu. \n\n\n\nKarena memiliki nuansa sitrus, lada sansho sangat cocok dipadukan dengan hidangan berbahan ikan dan krustasea. Di Jepang, lada sansho juga sering digunakan untuk membumbui daging sapi Kobe (yang, omong-omong, berasal dari wilayah yang sama!). Karena itu, lada ini juga sangat cocok untuk daging lain, seperti babi atau bebek. Meski begitu, jangan biarkan hal ini membatasi eksplorasi kuliner Anda. \n\n\n\nLada sansho juga sangat cocok dimasukkan ke dalam resep hidangan penutup, terutama yang berbahan dasar cokelat. Lada ini juga akan sangat cocok dipadukan dengan buah-buahan.&nbsp;Karena rasanya mirip dengan lada Sichuan, Anda bisa menggunakannya sebagai pengganti dalam semua resep\n\n\n\nGunakan lada sansho dalam resep minyak cabai Sichuan saya, Anda tidak akan kecewa\n\n\n\nBagaimana menyimpan lada sansho?&nbsp;\n\n\n\nSeperti kebanyakan rempah, lada sansho bisa disimpan selama beberapa tahun jika disimpan dengan benar. Jadi, simpan lada Anda dalam wadah kedap udara, jauh dari cahaya.&nbsp;\n\n\n\nDi mana Anda bisa mendapatkan lada sansho?&nbsp;\n\n\n\nBerbeda dengan kerabatnya dari Sichuan dan Timut, lada sansho tidak terlalu mudah ditemukan di supermarket. Namun, cukup banyak situs web yang menjualnya, begitu pula toko bahan makanan khusus.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158965"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158965\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}