{"id":158959,"title":"Salmon Marinasi Miso","modified":"2026-07-18T15:27:10+02:00","plain":"Dimarinasi hanya dengan tiga bahan, salmon miso adalah hidangan sederhana namun lezat, dengan perpaduan rasa asin dan manis yang begitu seimbang. Karena bisa disiapkan beberapa hari sebelumnya, hidangan ini cocok untuk makan malam praktis di hari kerja.\n\n\n\nApa Itu Salmon Glazur Miso?\n\n\n\nDi Jepang, Salmon Miso (\u9bad\u306e\u5473\u564c\u6f2c\u3051) termasuk dalam kategori hidangan yang disebut Misozuke (\u5473\u564c\u6f2c\u3051), yang secara harfiah berarti \u201cdimarinasi dalam miso\u201d.\n\n\n\nIkan ini dimarinasi dalam miso putih manis, yang menyerap kelebihan cairan dari salmon sehingga dapat membantu mengawetkannya hingga seminggu, sekaligus membumbui daging ikan. Hidangan ini juga kadang disebut Saikyouzuke (\u897f\u4eac\u6f2c\u3051), merujuk pada miso berwarna terang dan sedikit terfermentasi yang umum digunakan di sekitar Kyoto. Singkatnya, ini bisa dibilang Gravlax versi Jepang.\n\n\n\nSedang ingin hidangan laut? Coba resep panekuk udang saya\n\n\n\nSejarah Salmon Marinasi Miso\n\n\n\nTeknik memarinasi makanan dalam miso sudah dikenal sejak lebih dari seribu tahun lalu, tetapi metode pengawetan ikan dalam miso pertama kali didokumentasikan di Kyoto sekitar 500 tahun yang lalu.\n\n\n\nSebagai ibu kota Jepang selama lebih dari 680 tahun, Kyoto terletak sekitar 65 kilometer dari laut. Sebelum hadirnya kereta cepat, yang memangkas perjalanan menjadi hanya 13 menit, dan sebelum adanya pendinginan modern, perjalanan dari kota pelabuhan Osaka ke Kyoto memerlukan setidaknya satu hari. Karena itu, pengawetan ikan selama perjalanan menjadi hal yang sangat penting.\n\n\n\nPada awalnya, ikan yang dimarinasi dalam miso merupakan hidangan mewah yang mahal, disajikan sebelum upacara minum teh formal. Namun, pada periode Meiji, ketika Jepang memindahkan ibu kotanya ke Tokyo pada tahun 1868, olahan yang lezat sekaligus praktis ini pun menyebar ke seluruh negeri.\n\n\n\nOkonomiyaki juga merupakan hidangan Jepang yang lezat\n\n\n\nIkan Marinasi \u201cZuke\u201d\n\n\n\nAkhiran \u201czuke\u201d (\u6f2c\u3051) berarti dimarinasi, dan selain Misozuke, ada jenis ikan marinasi lainnya seperti Kasuzuke (\u7c95\u6f2c\u3051), yang diawetkan dalam ampas sake, serta Mirinzuke (\u307f\u308a\u3093\u6f2c\u3051), yang dimarinasi dalam mirin.\n\n\n\nAda tiga mekanisme yang membuat miso mampu mengawetkan ikan:\n\n\n\n\nGaram dalam marinasi menghambat pertumbuhan mikroba.\n\n\n\nGaram menarik kelebihan air dari ikan melalui osmosis, sehingga memperpanjang masa simpannya.\n\n\n\nMiso yang tidak dipasteurisasi (serta ampas sake) mengandung jamur berfilamen yang disebut koji, yang memiliki sifat pengawet berkat fermentasi.\n\n\n\n\n\n\n\n\nBahan Utama Salmon Marinasi Miso\n\n\n\n\n\n\n\nBanyak koki Barat menambahkan bahan seperti bawang putih, jahe, dan minyak wijen ke dalam miso mereka, tetapi Misozuke tradisional cukup dibuat dari miso, sake, dan kadang sedikit gula (tergantung jenis miso yang digunakan).\n\n\n\nAnda bebas menambahkan sentuhan pribadi, tetapi saya menyukai kesederhanaan versi tradisional karena justru menonjolkan kelembutan ikan dengan menyeimbangkan miso bercita rasa kacang dan umami manis dari sake. Jika Anda ingin bereksperimen dengan profil rasa yang berbeda, saya sarankan untuk mulai dari misonya.\n\n\n\nAda puluhan jenis miso, dengan warna yang bervariasi dari kuning pucat yang lembut hingga cokelat tua, bahkan hitam seperti kopi. Saya biasanya menggunakan miso berwarna lebih terang untuk olahan ikan, karena umumnya difermentasi lebih singkat sehingga rasanya lebih lembut.\n\n\n\nNamun, salmon memiliki rasa yang kuat dan sangat cocok dipadukan dengan miso yang lebih gelap. Jika Anda ingin lebih kreatif, Anda bahkan bisa mencampur beberapa jenis miso untuk menciptakan racikan sendiri.\n\n\n\nSake dalam marinasi ini punya dua fungsi. Yang pertama bersifat praktis: sake mengencerkan miso sehingga lebih mudah dioleskan. Yang kedua, sake mengandung banyak asam amino yang meningkatkan umami pada marinasi sekaligus memberikan sedikit rasa manis.\n\n\n\nSaat memilih sake, tidak perlu yang sangat mahal, tetapi pastikan Anda membeli sake yang tetap enak diminum. \u201cCooking sake\u201d biasanya berkualitas sangat rendah dan mengandung bahan tambahan seperti garam agar tidak layak diminum (untuk menghindari pajak alkohol).\n\n\n\nJika Anda menggunakan miso Saikyo, Anda tidak perlu menambahkan gula ke dalam marinasi. Namun, jika tidak, kemungkinan besar miso yang Anda gunakan tidak mengandung banyak sisa gula.\n\n\n\nAnda bisa menggunakan mirin, tetapi sering kali sulit menemukan yang asli di luar Jepang (kebanyakan berisi alkohol dengan perisa dan sirup jagung). Itulah sebabnya saya suka menggunakan sirup beras malt, yang dibuat dengan proses serupa mirin dan mengandung persentase maltosa yang tinggi, yaitu gula yang akan memberi permukaan ikan kilau mengilap tanpa membuatnya terlalu manis.\n\n\n\n\n\n\tSalmon Marinasi Miso\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t60 ml miso putih (kuning)60 ml sirup beras merah2 sendok makan sake450 gram salmon (4 potong fillet tipis)minyak sayur (untuk memasak)\t\n\t\n\t\tCampurkan miso, sirup beras merah, dan sake dalam mangkuk hingga halus.Bentangkan selembar besar plastik wrap di atas meja kerja, lalu ratakan seperempat saus di atasnya seukuran 2 fillet salmon.Letakkan salmon di atas saus, lalu oleskan seperempat saus lagi di atasnya. Ulangi dengan sisa salmon.Bungkus salmon rapat-rapat dengan plastik wrap sambil mengeluarkan udara berlebih.Letakkan salmon di atas nampan, lalu simpan di kulkas setidaknya selama 2 hari agar termarinasi.MemasakPanaskan sedikit minyak dalam wajan di atas api sedang.Masukkan salmon dengan sisi kulit menghadap ke atas, lalu tekan perlahan dengan spatula agar permukaannya menempel rata pada wajan. Gula dalam marinasi mudah gosong, jadi kecilkan api jika salmon terlalu cepat kecokelatan sebelum matang.Setelah satu sisinya kecokelatan, balik salmon dan lanjutkan memasak hingga matang sampai ke bagian tengah.\t\n\t\n\t\tSaat memilih sake, Anda tidak perlu membeli yang terlalu mahal, tetapi pastikan sake tersebut tetap layak diminum. \"Sake untuk memasak\" biasanya berkualitas sangat rendah dan mengandung bahan tambahan seperti garam agar tidak enak diminum (untuk menghindari pajak alkohol).\n\t\n\t\n\t\tEntr\u00e9e, Plat principalJaponaise\t\n\n\n\n\n\nSumber Kuliner\n\n\n\nSaya mengadaptasi resep ini dari blog berbahasa Inggris \u201cNorecipes\u201d; versinya sangat seimbang dan benar-benar sesuai dengan selera saya.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158959","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158959"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158959\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15901"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158959"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158959"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158959"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}