{"id":158892,"title":"Tumis Babi ala Tiongkok","modified":"2026-07-18T15:23:58+02:00","plain":"Resep tumis babi ala Asia yang cepat, sederhana, dan lezat seperti di restoran favorit Anda\n\n\n\nHidangan ini berasal dari masakan Tiongkok khas Provinsi Hubei. Proses membuatnya cepat dan sederhana, serta sangat cocok disajikan dengan hidangan nasi yang nikmat atau mi tumis Asia yang lezat. \n\n\n\nResep nasi goreng Kanton sangat pas disajikan sebagai pendamping hidangan ini\n\n\n\nCita rasanya cukup kuat, jadi sebaiknya pilih pendamping yang netral agar rasanya bisa dinikmati sepenuhnya. Namun tentu saja, terserah Anda\u2014nasi goreng saya juga sangat lezat.\n\n\n\nAtau, coba juga resep mi sayur\n\n\n\nApa itu tumis babi ala Tiongkok?\n\n\n\nAnda mungkin mengira ini hanyalah resep tumis biasa, tetapi sebenarnya ada beberapa hal menarik untuk dibahas tentang resep Asia ini. \n\n\n\nHidangan ini termasuk dalam kategori yang lazim ditemukan di Provinsi Hunan, Sichuan, dan Hubei, yang dikenal sebagai \u201cdry pot\u201d. Secara umum, penggunaan air dibuat seminimal mungkin sehingga hasil akhirnya bukan hidangan bersaus. \n\n\n\nDaging sapi dengan jintan berasal dari Provinsi Hunan\n\n\n\nBahkan, saya cenderung menyebutnya sebagai hidangan \u201cberminyak\u201d, karena minyak yang digunakan cukup banyak dan bisa dimanfaatkan untuk memberi cita rasa ekstra pada nasi atau pelengkap lainnya. \n\n\n\nBahan utama tumis babi dan sawi putih\n\n\n\n\n\n\n\nSawi putih: Sayuran daun yang lembut dan renyah, sangat populer dalam masakan Asia. Memberikan kesegaran dan tekstur ringan pada hidangan.\n\n\n\nArak beras Shaoxing: Minuman fermentasi beras khas Tiongkok yang digunakan untuk memperkaya rasa daging dan saus. Memberikan sentuhan umami dengan sedikit manis.\n\n\n\nKecap asin terang: Kecap asin berwarna lebih terang dengan rasa yang lebih asin, ideal untuk membumbui tanpa membuat hidangan terlalu gelap. Memberikan kedalaman rasa yang gurih.\n\n\n\nTepung maizena: Digunakan untuk mengempukkan daging sekaligus membantu permukaannya menjadi sedikit renyah. Juga membantu bumbu meresap lebih baik.\n\n\n\nMinyak wijen: Minyak beraroma khas yang sangat umum dalam masakan Asia, ditambahkan di akhir proses memasak untuk menyempurnakan hidangan dengan rasa panggang yang harum.\n\n\n\n\n\n\tTumis Babi ala Tiongkok\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWok\t\n\t\n\t\t200 g perut babi (diiris tipis menjadi potongan kecil)7 lembar sawi putih (dicuci, disobek kasar, lalu ditiriskan hingga benar-benar kering)8 siung bawang putih (diiris)1 ruas jahe (sekitar 5 cm, diiris)2 cabai merah (segar, diiris kecil-kecil)5 daun bawang (dipotong kecil-kecil, bagian hijau dipisahkan dari bagian putih)Marinasi1 sendok teh arak Shaoxing1 sendok teh kecap asin ringan0.5 sendok teh maizenaBumbu2 sendok makan kecap asin ringan0.5 sendok teh garam1 sendok teh gula1 sendok makan minyak wijen\t\n\t\n\t\tPersiapanMarinasi daging setidaknya selama 10 menit. Remas-remas dengan tangan agar bumbu melapisi seluruh permukaan daging.MemasakDi dalam wok, panaskan minyak yang cukup banyak di atas api sedang hingga besar (setinggi 1 hingga 1.5 cm).Goreng daging babi sambil diaduk hingga kecokelatan.Sisihkan daging babi ke salah satu sisi wok.Masukkan bawang putih, jahe, bagian putih daun bawang, dan cabai.Tumis selama setengah menit hingga harum.Tambahkan sawi putih, lalu tumis selama 2 menit.Tambahkan bagian hijau daun bawang.Tambahkan kecap asin ringan, garam, dan gula, lalu tumis sebentar lagi.Matikan api, lalu siram dengan minyak wijen sebelum disajikan.\t\n\t\n\t\tGunakan wok yang benar-benar panas agar hasil tumisan maksimal.\nSesuaikan jumlah cabai dengan selera dan tingkat toleransi pedas Anda.\u00a0\n\t\n\t\n\t\tPlat principalChinoise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158892"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158892\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30522"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}