{"id":158877,"title":"Ayam Tumis Jahe dan Daun Bawang Muda","modified":"2026-07-18T15:23:47+02:00","plain":"Ayam tumis khas Malaysia yang lezat dengan jahe dan daun bawang\n\n\n\nSeperti babi goreng khas Malaysia atau daging sapi tumis jahe, resep Asia yang mudah ini berasal dari diaspora Tionghoa di Malaysia. Lebih tepatnya, hidangan serupa berakar dari tradisi masakan Tionghoa Kanton. Meski begitu, jangan sampai tertukar dengan ayam jahe.\n\n\n\nResep babi Hakka saya, atau perut babi goreng khas Malaysia\n\n\n\nMasakan dai chow\n\n\n\nHidangan ini termasuk dalam kategori yang di Malaysia dikenal sebagai \u201cmasakan dai chow\u201d, yang secara harfiah berarti \u201ctumis besar\u201d dalam bahasa Kanton. Istilah ini merujuk pada beragam hidangan tumis khas yang bisa dipesan, mulai dari sayuran, sup yang dimasak lama, daging, hidangan laut, ikan kukus, hingga banyak lagi.\n\n\n\nDaging sapi tumis nanas adalah salah satu hidangan klasik di tempat-tempat seperti ini\n\n\n\nSecara tradisional, restoran dai chow kerap didatangi keluarga Tionghoa ketika memasak untuk semua orang di rumah terasa terlalu merepotkan. Konsepnya mengingatkan pada santapan rumahan: beberapa lauk disajikan di tengah meja, lalu dinikmati bersama nasi.\n\n\n\nNamun, berkat keragaman budaya Malaysia, restoran-restoran ini akhirnya digemari oleh kalangan yang jauh lebih luas. Jika Anda berkunjung ke Kuala Lumpur, Anda hampir pasti akan menemukannya.\n\n\n\nBahan utama untuk ayam tumis Malaysia dengan jahe dan daun bawang muda\n\n\n\nKecap asin light: jangan disamakan dengan kecap asin dark; ini adalah kecap asin klasik yang rasanya gurih dan mudah ditemukan di mana-mana\n\n\n\nSaus tiram: menambahkan sentuhan umami dan rasa gurih yang luar biasa pada hidangan\n\n\n\nMinyak wijen: memberikan aroma kacang yang harum dan lezat pada seluruh hidangan\n\n\n\nAnggur Shaoxing: arak beras khas Tiongkok yang klasik. Bisa diganti dengan sherry kering\n\n\n\nAyam: sebaiknya gunakan paha atas ayam. Bagian ini lebih juicy dan rasanya lebih maksimal. Anda tetap bisa memakai dada ayam, tetapi hasilnya tidak akan segurih itu.\n\n\n\n\n\n\tAyam Tumis Jahe dan Daun Bawang\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWok\t\n\t\n\t\t400 g daging paha ayam atas (tanpa tulang, diiris, dengan kulit)40 g jahe (iris tipis)3 daun bawang (ambil bagian putihnya saja, iris tipis. Simpan bagian hijaunya untuk taburan)4 siung bawang putih (iris tipis)0.5 bawang bombai (potong menjadi 4 bagian)Marinasi1 sendok makan kecap asin light1 sendok makan saus tiram1 sendok teh minyak wijenlada putih (sesuai selera)1.5 sendok makan maizenaSaus1 sendok makan kecap asin light1 sendok makan saus tiram3 sendok makan arak Shaoxinglada putih (sesuai selera)30 ml air1 sendok teh maizenaTaburanbagian hijau daun bawang, iris tipisPelengkapnasi putih matang\t\n\t\n\t\tCampurkan ayam dengan bahan marinasi, kecuali maizena.Tambahkan maizena, lalu diamkan selama 15 menit agar meresap.Dalam sebuah mangkuk, campurkan semua bahan saus, kecuali maizena dan air.Dalam mangkuk lain, campurkan air dan maizena.Panaskan minyak dalam wajan atau wok, lalu tumis jahe hingga keemasan.Masukkan bawang putih.Masukkan ayam. Masak satu sisi tanpa diaduk hingga terbentuk kerak kecokelatan (sekitar 5 menit), lalu balik semua potongannya.Masukkan bagian putih daun bawang dan bawang bombai. Masak hingga layu dan empuk.Tuang saus, lalu masak hingga sedikit menyusut.Tambahkan larutan maizena, lalu aduk cepat hingga saus mengental.Masukkan bagian hijau daun bawang, aduk sebentar, angkat dari api, lalu sajikan selagi panas dengan nasi.\t\n\t\n\t\tUntuk hasil terbaik, biarkan ayam benar-benar kecokelatan sebelum mulai diaduk.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalMalaisienne","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158877"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158877\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18518"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}