{"id":158869,"title":"Sup Tom Kha Gai Autentik","modified":"2026-07-18T15:23:41+02:00","plain":"Resep sup Tom Kha Gai khas Thailand yang lezat. Gurih, creamy, dan cepat dibuat. Sensasi restoran Thailand di rumah, dijamin!\n\n\n\nApa itu sup Tom Kha?\n\n\n\nTom Kha Gai, yang terkadang juga ditulis Tom Kha Kai, adalah salah satu sup paling populer di kalangan pencinta masakan Thailand. Tom berarti merebus, kha berarti lengkuas, dan gai berarti ayam. Jadi, ini adalah sup ayam yang sebagian besar cita rasanya berasal dari lengkuas. Namun, ada satu komponen penting lain yang tidak disebutkan dalam nama sup ini, yaitu santan.\n\n\n\nSup Tom Kha Gai tersedia di hampir semua restoran Thailand. Namun, karena resep ini sangat mudah, hidangan ini juga cocok untuk makan malam sederhana di rumah. Meski versi aslinya menggunakan ayam, tom kha juga bisa dibuat dengan protein lain. \n\n\n\nDi Thailand, pilihan protein pengganti yang umum adalah ikan atau aneka seafood, karena paling selaras dengan profil rasa tom kha.\n\n\n\n resep tom yum udang, sup Thailand lezat lainnya\n\n\n\nKeistimewaan sup Tom Kha Gai juga terletak pada cara menikmatinya, yang mengingatkan pada kari berkat teksturnya yang creamy. Berbeda dari sup tradisional (seperti tom yum) yang biasanya ringan, Tom Kha Gai menonjol dengan teksturnya yang lembut dan kaya, berkat santan. \n\n\n\nTom kha sangat nikmat disantap dengan nasi melati kukus, yang menyerap kuahnya yang kaya dan harum. Hasilnya, hidangan ini menjadi sajian yang lengkap dan memuaskan, layaknya kari tradisional.\n\n\n\nMengapa tidak menyajikan moo grob sebagai pendamping? Hidangan ini adalah babi renyah khas Thailand\n\n\n\nBahan utama sup Tom Kha Gai\n\n\n\nSantan: kental dan creamy, memberi tekstur lembut serta rasa yang halus.\n\n\n\nSerai: Batang aromatik yang memberi aroma sitrus segar.\n\n\n\nLengkuas: Rimpang mirip jahe yang memberi rasa hangat, pedas, dan sedikit manis. Jika tidak ada, ganti dengan jahe.\n\n\n\nDaun jeruk purut\/kaffir: Sangat aromatik, memberi aroma sitrus dan sedikit rasa pahit.\n\n\n\nSaus ikan: Bumbu cair asin kaya umami yang memperkuat rasa gurih.\n\n\n\nPasta asam jawa: Pasta asam manis yang memberi rasa asam dan sentuhan manis.\n\n\n\nGula aren: Gula alami yang melembutkan dan menyeimbangkan rasa asam serta pedas.\n\n\n\nDaun ketumbar: Herba segar yang memberi kesegaran dan sentuhan sitrus.\n\n\n\nCulantro: Herba aromatik yang mirip daun ketumbar, tetapi rasanya lebih kuat sehingga menambah kedalaman rasa. Bahan ini opsional.\n\n\n\n\n\n\tSup Tom Kha Gai Autentik\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWok\t\n\t\n\t\t300 ml air200 ml santan20 g serai28 g lengkuas3 lembar daun jeruk purut4 cabai kering (sesuaikan dengan tingkat kepedasan yang diinginkan)1 sendok makan saus ikan0.5 sendok makan pasta asam jawa0.5 sendok makan garam0.5 sendok makan gula aren100 g jamur (enoki atau jamur Asia lainnya)250 g ayam (iris tipis)4 g daun ketumbar (sesuai selera)4 g culantro (opsional, sesuai selera)4 daun bawang (sesuai selera)\t\n\t\n\t\tCampurkan air dan santan dalam wok atau panci di atas api sedang, lalu didihkan perlahan.Masukkan serai, lengkuas, daun jeruk purut, dan cabai kering ke dalam campuran.Saat kuah dasar mulai mendidih, masukkan saus ikan, pasta asam jawa, garam, dan gula aren.Setelah gula aren larut sepenuhnya, masukkan jamur dan ayam ke dalam kuah yang mendidih. Masak sekitar 2 menit, atau hingga ayam matang sempurna.Setelah ayam dan jamur matang, tambahkan daun bawang, daun ketumbar, dan culantro ke dalam kuah. Angkat wok dari api, lalu sajikan segera.\t\n\t\n\t\t\nLengkuas, serai, dan daun jeruk purut tidak untuk dimakan; Anda bisa mengangkatnya sebelum disajikan.\nTaburi dengan herba segar dan cabai sesuai selera.\nSajikan sup ini begitu saja atau bersama nasi.\n\n\t\n\t\n\t\tPlat principalTha\u00eflandaise\t\n\n\n\n\n\nResep ini dibagikan kepada kami oleh Praew dari blog berbahasa Inggris Hungry In Thailand. Nantikan terus, karena ia adalah spesialis&nbsp;resep-resep Thailand&nbsp;dan akan segera berbagi resep tradisional Thailand lainnya.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158869","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158869"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158869\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}