{"id":158833,"title":"Pasta Kacang Hijau","modified":"2026-07-18T15:23:21+02:00","plain":"Apa itu pasta kacang hijau?\n\n\n\nBayangkan sebuah bahan yang sama cocoknya untuk hidangan gurih maupun manis, benar-benar serbabisa di dunia kuliner. Itulah pasta kacang hijau, salah satu bintang dalam masakan Asia (Baiklah, saya akan sedikit menyoroti masakan Vietnam dan Thailand, tetapi bahan ini sebenarnya bisa ditemukan hampir di mana-mana).\n\n\n\nPasta ini dibuat dari kacang hijau, butiran kecil berwarna hijau atau kuning, yang terlebih dahulu dimasak hingga sempurna lalu dihaluskan sampai menjadi pasta yang lembut dan begitu menggoda. \n\n\n\n\n\n\n\nNamun, itu belum semuanya! Pasta ini benar-benar bunglon di dapur. Rasanya bisa diubah sesuka hati, tergantung selera dan resep yang Anda buat. \n\n\n\nIngin versi manis? Tambahkan gula atau madu, bahkan mentega, seperti pada kue bulan isi kacang hijau.\n\n\n\n\n\n\n\nLebih suka versi gurih? Tidak masalah, sedikit garam atau kecap asin sudah cukup. Pasta kacang hijau ini ibarat kanvas kosong, siap menampung semua ide masakan Anda.\n\n\n\nTekstur yang bisa disesuaikan dengan selera\n\n\n\nDan yang terbaik? Anda bisa menyesuaikan teksturnya sesuai selera. Lebih suka yang benar-benar halus? Haluskan kacang sampai menjadi pasta yang lembut dan mulus. Suka sensasi butiran kacang di mulut? Sisakan sedikit tekstur agar rasanya terasa lebih kaya.\n\n\n\nmed kanoon khas Thailand menggunakan versi pasta kacang hijau yang bertekstur lebih kasar\n\n\n\nJadi, siap mencoba petualangan rasa dengan pasta kacang hijau? Baik Anda koki berpengalaman maupun pemula di dapur, pasta ini menjanjikan banyak kejutan menyenangkan dan momen yang lezat. Yuk, mulai memasak!\n\n\n\nKacang dijadikan manis? Aneh, ya?\n\n\n\nSaya sudah sempat menyinggung topik ini secara singkat di situs lewat pasta kacang merah Jepang saya, tetapi kali ini saya ingin mengulasnya sedikit lebih dalam.\n\n\n\nPasta kacang merah yang juga dikenal sebagai anko\n\n\n\nJika diperhatikan, hidangan penutup khas Barat hampir tidak pernah menggunakan kacang atau polong-polongan. Sebaliknya, bahan-bahan ini justru sangat akrab dalam hidangan gurih seperti dal bhat.\n\n\n\nHal ini mungkin terasa mengejutkan, terutama jika kita ingat bahwa bahan-bahan tersebut sebenarnya sangat umum digunakan dalam masakan Asia, khususnya untuk membuat aneka hidangan penutup.\n\n\n\nDalam tradisi kuliner Asia, kacang-kacangan tidak hanya hadir dalam hidangan gurih. \n\n\n\nKacang-kacangan juga bisa diolah sedemikian rupa hingga memberi sentuhan manis dan tekstur lembut pada banyak dessert. Bagi lidah Barat, penggunaan ini mungkin terasa tidak biasa, tetapi justru di situlah letak kekayaan rasa dan teksturnya.\n\n\n\nMenariknya, penggunaan kacang-kacangan dalam hidangan penutup tidak hanya soal rasa. Bahan-bahan ini juga menambahkan nilai gizi yang cukup berarti pada dessert. \n\n\n\nbanh cam adalah kudapan klasik Vietnam dengan isian pasta kacang kuning\n\n\n\nSelain menjadi sumber protein yang baik, kacang-kacangan juga mengandung banyak nutrisi penting lainnya. Jadi, menambahkan kacang ke dalam hidangan penutup bukan hanya memperkaya cita rasa, tetapi juga membuatnya lebih bernutrisi dan seimbang.\n\n\n\nAnda bisa menggunakan pasta ini sebagai isian bola kelapa khas Tiongkok atau bahkan mochi. \n\n\n\n\n\n\tPasta Kacang Mung\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t130 g kacang mung kupas (dhal)30 g gulaair\t\n\t\n\t\tCuci kacang 5-6 kali hingga bersih.Rendam kacang dalam air semalaman di kulkas.Keesokan harinya, buang air rendaman. Masukkan kacang ke dalam panci, tambahkan air baru, lalu didihkan.Masak selama 20-25 menit hingga kacang empuk.Haluskan kacang dengan food processor hingga menjadi pasta yang lembut dan halus.\t\n\t\n\t\tJika pasta terlalu cair, biarkan hingga dingin. Jika masih terlalu cair, masak sebentar di wajan selama beberapa menit\nSimpan di kulkas hingga 4 hari\n\t\n\t\n\t\tCondimentAsiatiqueharicots jaune, Haricots mungo, p\u00e2te de haricot","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158833"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158833\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}