{"id":158832,"title":"Bubble tea taro yang mudah dibuat","modified":"2026-07-18T15:23:20+02:00","plain":"Apa itu bubble tea taro?\n\n\n\nBubble tea taro, yang sering disebut \u201ctaro boba tea\u201d, adalah minuman lezat yang berasal dari Taiwan dan kini digemari di seluruh dunia. \n\n\n\nMinuman ini merupakan variasi bubble tea tradisional yang menggunakan taro, umbi eksotis yang sangat populer di Asia. Taro memberi minuman ini rasa lembut dengan nuansa earthy, sentuhan vanila yang ringan, serta tekstur creamy berkat kandungan patinya. Anda bahkan bisa menggunakan versi bubuknya untuk dicampurkan ke dalam mutiara tapioka buatan sendiri\n\n\n\nPotongan akar taro\n\n\n\nSeperti apa rasa bubble tea taro?\n\n\n\nBubble tea taro adalah minuman yang lembut, seimbang, dan menggoda. Taro menghadirkan rasa manis yang halus dengan nuansa earthy dan sedikit sentuhan vanila, sementara teh menambahkan aroma yang lembut. \n\n\n\nUntuk warna lavender yang lebih autentik, coba resep ube latte saya\n\n\n\nPenambahan susu membuat teksturnya makin creamy, sementara mutiara tapioka memberi sensasi seru lewat kekenyalannya. Perpaduan rasa yang lembut dan tekstur yang menyenangkan ini sempurna untuk memanjakan diri dengan minuman yang manis dan memuaskan.\n\n\n\nPasta taro atau bubuk taro?\n\n\n\nTergantung pada kemudahan mendapatkan bahan dan waktu yang tersedia, bubuk taro juga sangat cocok digunakan dalam resep ini. Selain menghemat waktu, bubuk taro biasanya juga lebih mudah ditemukan. \n\n\n\nNamun, jika Anda bisa mendapatkan akar taro, jangan ragu untuk membuat pasta taro segar agar bisa dicampurkan ke dalam bubble tea taro Anda! \n\n\n\n\n\n\n\nSaat membeli bubuk taro, pastikan produknya 100% murni, karena banyak merek menambahkan susu, gula, pewarna makanan, dan sebagainya.\n\n\n\nBagaimana cara membuat bubble tea taro?\n\n\n\nBubble tea taro rumahan terdiri atas 4 komponen utama:\n\n\n\n\nTeh: umumnya, digunakan teh hitam, seperti pada teh es Thailand. Namun, jenis teh lain juga bisa dipakai, misalnya teh melati atau oolong\n\n\n\nSusu: susu oat, susu kedelai, &#8230;\n\n\n\n\u201cPerisa\u201d: dalam resep ini, taro bisa digunakan dalam bentuk pasta maupun bubuk\n\n\n\nMutiara: mutiara tapioka, mutiara buah, dan lain-lain&#8230; pilih sesuai selera\n\n\n\n\nJenis taro apa yang digunakan?\n\n\n\nAnda bisa menggunakan eddo atau dachine; perbedaan utamanya terletak pada warna. Warna pada foto saya sudah diperkuat, jadi hasil aslinya akan terlihat lebih lembut.\n\n\n\n\n\n\tBubble tea taro yang mudah dibuat\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t150 g taro (dikupas dan dipotong dadu)2 sendok teh gula untuk mutiara tapioka3 sendok makan mutiara tapioka kering3 sendok teh gula untuk pasta taro120 ml teh hitam (diseduh pekat. Saya menggunakan 2 kantong teh. (Anda bisa memakai jenis teh lain.))200 ml susu kedelai (atau jenis susu lain)2 sendok teh gula (untuk menambah manis di akhir)\t\n\t\n\t\tRebus potongan taro selama 45 menit dengan api sedang hingga cukup empuk untuk ditusuk dengan garpu.Buang air rebusannya. Haluskan taro yang sudah matang hingga menjadi pasta yang lembut dan rata. Untuk hasil yang lebih halus, gunakan mixer atau blender. Tambahkan gula selagi pasta masih panas. Sisihkan.Masukkan mutiara tapioka ke dalam panci berisi air mendidih. Tambahkan 2 sendok teh gula, lalu rebus selama 5 hingga 7 menit. Saat mutiara tapioka mulai mengapung, berarti sudah siap. Sesuaikan lama memasak dengan tingkat kekenyalan yang Anda sukai. Angkat dari air panas, lalu sisihkan.Seduh teh, lalu sisihkan.Terakhir, tambahkan susu, gula, dan mutiara tapioka ke dalam campuran taro. Sajikan hangat atau dingin.\t\n\t\n\t\tJika menggunakan blender, akan lebih praktis jika susu, teh, dan pasta taro langsung dimasukkan bersama-sama, lalu diblender hingga tercampur rata.\nJika kulit Anda sensitif, kenakan sarung tangan saat mengupas taro agar tangan tidak teriritasi oleh saponin.\n\t\n\t\n\t\tBoissonsTa\u00efwanaisebubble tea, Bubble tea au taro, P\u00e2te de taro","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158832"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158832\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8883"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}