{"id":158816,"title":"Saus Goma-Dare &#8211; Saus Wijen Jepang","modified":"2026-07-18T15:23:09+02:00","plain":"Resep saus wijen Jepang yang lezat untuk aneka dressing dan salad\n\n\n\nMusim panas memang segera berakhir. Untungnya, cuaca masih hangat, jadi salad tetap pas disajikan di meja makan. Kali ini, saya ingin memperkenalkan salah satu andalan masakan Jepang yang sangat cocok dipadukan dengan salad, terutama shabu-shabu. Lembut dan kaya rasa, saus Goma dengan cita rasa wijen yang gurih dan sedikit bernuansa kacang punya semua yang dibutuhkan untuk membuat hidangan Anda makin menggoda!\n\n\n\nAnda bisa menggunakannya sebagai saus cocol untuk temaki rumahan\n\n\n\nApa itu saus Goma-Dare?\n\n\n\nSaus Goma-Dare wajib dicoba oleh para pencinta wijen. Lagipula, namanya sendiri secara harfiah berarti \u201csaus wijen\u201d.&nbsp;\n\n\n\nSaus Goma-Dare sangat pas untuk salad seperti yang saya sebutkan di atas. Namun di Jepang, saus ini juga kerap dipakai sebagai dressing atau saus cocol, baik untuk sashimi, udon, maupun aneka sayuran seperti kol atau buncis kukus. Anda juga bisa memakainya sebagai pengganti saus gyoza\n\n\n\nSaya sempat menyebut salad shabu-shabu; perlu diketahui bahwa saus ini juga sangat cocok dipadukan dengan daging sapi shabu-shabu. Singkatnya, ada banyak alasan untuk menyukai saus Goma!\n\n\n\nNamun, jangan sampai tertukar dengan saus Wafu atau saus \u201cYum Yum\u201d, yang sekilas bisa mirip dengan Goma. Yum Yum adalah campuran berbahan dasar mayones Kewpie. Karena wijen punya rasa yang khas, Anda biasanya bisa langsung merasakan bedanya. Warnanya pun cukup membantu untuk membedakannya.&nbsp;\n\n\n\nSementara itu, saus Wafu memang sedikit lebih sulit dibedakan karena sama-sama menggunakan minyak wijen, bahkan biji wijen. Namun, bahan utamanya tetap kecap asin. Goma-Dare punya tekstur yang benar-benar lembut dan creamy, dengan rasa wijen yang gurih bernuansa kacang, serta perpaduan manis, asin, dan umami yang cocok mendampingi banyak hidangan.&nbsp;\n\n\n\nBahan-bahan utama saus Goma-Dare\n\n\n\n\n\n\n\nPasta wijen: dalam beberapa resep, biji wijen sangrai juga kerap ditambahkan. Biasanya, biji wijen ini dihaluskan untuk mempertegas rasa wijen sekaligus memberi tekstur. Untuk resep ini, kita cukup menggunakan pasta wijen. Anda bisa memakai tahini, yaitu pasta wijen khas Mediterania yang hampir serupa dengan versi Jepang.&nbsp;\n\n\n\nKecap asin light: karena saus Goma merupakan dressing manis-gurih, kecap asin light berperan penting dalam memberi rasa asin yang seimbang. Perlu diingat, pasta wijen sudah cukup lembut, ditambah lagi ada gula dan madu dalam racikan ini. Kehadiran kecap asin membantu menyeimbangkan semuanya.&nbsp;\n\n\n\nCuka beras: di tengah semua rasa lembut, gurih, dan bernuansa kacang ini, cuka beras memberi sentuhan asam yang halus. Persis seperti dressing salad yang baik!&nbsp;\n\n\n\nDashi: dashi memberi kedalaman dan intensitas rasa. Di antara semua rasa yang ada, dashi membuat saus ini terasa lebih kompleks. Berkat bahan inilah saus Goma kaya akan umami. Kalau bisa, buatlah dashi sendiri di rumah agar hasil sausnya semakin nikmat!\n\n\n\n\n\n\tSaus Goma-Dare - Saus Wijen\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t3.5 sendok makan pasta wijen (mirip tahini)15 ml kecap asin ringan10 g gula10 g madu20 ml cuka beras20 ml dashi1 sejumput garam\t\n\t\n\t\tCampurkan pasta wijen, gula, dan madu dalam mangkuk hingga gula larut.Tambahkan kecap asin dan cuka beras, lalu aduk rata.Tuang dashi sedikit demi sedikit. Pastikan setiap penambahan sudah tercampur rata sebelum menambahkan sisanya.Bumbui dengan garam, lalu aduk rata.\t\n\t\n\t\tSimpan di kulkas hingga 5 hari\n\t\n\t\n\t\tSauceJaponaise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158816","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158816"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158816\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17481"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}