{"id":158058,"title":"Bo Zai Faan Autentik &#8211; Nasi Claypot","modified":"2026-07-18T14:47:09+02:00","plain":"Resep tradisional Bo Zai Faan, nasi claypot yang dimasak dalam pot tanah liat\n\n\n\nDi Kanton, Bo Zai Faan adalah hidangan musim dingin andalan: hangat, mengenyangkan, dan memanjakan lidah saat cuaca dingin. Semangkuk nasi panas mengepul yang secara tradisional dimasak dalam pot tanah liat ini merupakan sajian ikonis masakan Kanton yang hampir pasti disukai semua orang.\u00a0\n\n\n\nApa itu Bo Zai Faan?&nbsp;\n\n\n\nBo Zai Faan atau Bao Zai Faan (\u9505\u996d) adalah salah satu hidangan paling menggugah selera sekaligus paling mengesankan dalam kuliner Tiongkok. Tidak setiap hari kita punya kesempatan untuk memasak dengan pot tanah liat. \n\n\n\nKalau pot ini sampai dikeluarkan dari lemari, pasti ada alasan bagus, dan Bo Zai Faan jelas salah satunya. Awalnya, hidangan ini berupa nasi dengan bagian tengah yang pulen, sementara tepinya nyaris gosong dan justru renyah, yang dahulu banyak dijual di jalanan Hong Kong dan Kanton.\u00a0\n\n\n\nSecara tradisional, hidangan ini dimasak dalam pot tanah liat (shaguo) dan diberi topping daging yang lembut dan juicy, biasanya daging babi atau ayam yang dimarinasi, sosis Tiongkok, telur, jamur, daun bawang, dan prei. \n\n\n\nUntuk hidangan Tiongkok yang lebih klasik, coba mi tumis sayur saya\n\n\n\nSebenarnya, isi hidangan ini bisa divariasikan sesuka hati. Dan agar rasanya makin mantap, semuanya dibumbui dengan minyak aromatik dan rempah khas Tiongkok. \n\n\n\nDi antara anggur Shaoxing, bunga lawang, kecap asin, dan lada Sichuan, Bo Zai Faan langsung membawa Anda ke cita rasa khas masakan Tiongkok. Semua elemennya dimasak bersama, dan percayalah, hasilnya benar-benar kaya rasa.\u00a0\n\n\n\nLalu, mengapa harus pot tanah liat? Sebenarnya, panci besi cor juga bisa memberikan hasil yang sangat baik. Meski begitu, jenis wadah tetap penting karena pot tanah liat mampu menahan dan menyimpan panas dengan baik. Untuk membentuk kerak nasi renyah di dasar panci, pot tanah liat juga sangat membantu. Hangat dan menenangkan, itulah kata kunci Bo Zai Faan\u2026 dan memang hanya itu yang kita butuhkan! \n\n\n\nPangsit babi Tiongkok rumahan memang lezat\n\n\n\nMemang, pot tanah liat itu ideal, tetapi resep ini merupakan adaptasi dari metode yang dikembangkan para blogger \u201cChinese Cooking Demystified\u201d untuk mendapatkan hasil serupa dengan panci besi cor melalui kombinasi memasak di oven dan di atas kompor.\n\n\n\nBahan utama Bo Zai Faan\u00a0\n\n\n\n\n\n\n\nBeras jasmine: ini adalah pilihan terbaik untuk hidangan seperti ini. Bulirnya panjang, harum, dan mampu menyerap rasa dari bahan-bahan lain yang dimasak bersamanya dengan sangat baik. Dari segi tekstur pun sangat ideal: pulen, sedikit lengket tetapi tidak berlebihan, dan mudah membentuk kerak khas di dasar panci.&nbsp;\n\n\n\nDaging babi: banyak orang memilih menggunakan ayam. Bahkan, ada juga Bo Zai Faan yang dibuat dengan ikan. Untuk resep ini, saya menggunakan daging babi cincang yang akan dibumbui. Yang penting, dagingnya harus empuk dan juicy agar memberi rasa sekaligus menyatu dengan cita rasa lain dalam hidangan.\u00a0Idealnya, gunakan daging dengan kandungan lemak 30%.\n\n\n\nBunga lawang: rempah aromatik khas Tiongkok yang memberi sentuhan rasa licorice pada Bo Zai Faan. Bahan ini menambahkan sedikit manis dan aroma anis yang harum pada minyak.&nbsp;\n\n\n\nLada Sichuan: rempah khas Tiongkok ini dikenal karena nuansa sitrusnya yang ringan. Rasanya pedas, bahkan sedikit membuat kebas, sehingga memberi karakter dan kompleksitas pada hidangan.&nbsp;\n\n\n\nGlutamat: bahan ini memperkuat cita rasa umami pada marinasi daging. Glutamat adalah penguat rasa yang kerap digunakan dalam masakan Asia.&nbsp;\n\n\n\nKecap asin light: baik untuk membumbui daging maupun membuat saus, kecap asin light sangat pas untuk menyeimbangkan rasa hidangan tanpa membuatnya terlalu asin, terutama saat dipadukan dengan anggur Shaoxing dan saus ikan.&nbsp;\n\n\n\nSaus ikan: rasanya memang asin dan beraroma ikan, tetapi justru sangat cocok untuk Bo Zai Faan. Bahan ini menambahkan kedalaman dan kekayaan rasa yang penting.&nbsp;\n\n\n\nAnggur Shaoxing: sementara kecap asin light dan saus ikan memberikan rasa gurih-asin pada Bo Zai Faan, anggur Shaoxing menghadirkan sentuhan asam yang lembut. Ini adalah arak beras yang sering digunakan untuk deglasir atau memarinasi daging, dan memberi nuansa \u201cmasakan Tiongkok\u201d yang begitu khas.\u00a0\n\n\n\n\n\n\tBou Zai Faan Autentik - Nasi Claypot\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tUntuk daging300 g daging babi cincang (sebaiknya mengandung 30% lemak)1 prei (ambil beberapa irisannya untuk minyak aromatik)Untuk minyak aromatik6 sendok makan minyak kacang tanah6 irisan prei (yang sudah disisihkan)4 bunga lawang1 sendok makan biji adas1 sendok teh butiran lada Sichuan1 sendok teh butiran lada putih2 siung bawang putih (kupas dan memarkan ringan)Untuk air aromatik6 sendok makan air (mendidih)2 irisan jahe1 sendok teh lada SichuanBumbu daging1 sendok teh garam0.5 sendok teh MSG1 sendok teh gula0.5 sendok teh bubuk kaldu ayam0.5 sendok makan arak Shaoxing1 sendok makan kecap asin ringanUntuk nasi210 g beras melati230 g air mendidih1 sendok teh minyak sayur1 sendok teh minyak kacang tanah (atau minyak sayur lainnya)1 telur1 daun bawang (iris tipis)Untuk saus bumbu0.5 sendok teh gulasejumput MSG4 sendok teh kecap asin ringan2 sendok teh saus ikan1 sendok makan air\t\n\t\n\t\tMinyak aromatikPanaskan minyak kacang tanah dengan api kecil.Masukkan irisan prei, bawang putih, dan bunga lawang. Biarkan mendesis selama sekitar 2 menit.Tambahkan biji adas, lada Sichuan, dan lada putih, lalu lanjutkan memasak selama 2 menit lagi.Diamkan selama 10 menit.Saring minyak untuk membuang rempah-rempah, lalu biarkan hingga benar-benar dingin.Air aromatikTumbuk jahe dalam cobek atau mangkuk, lalu tambahkan lada Sichuan.Tuang air panas, lalu diamkan setidaknya 10 menit. Saring dan biarkan hingga benar-benar dingin.Daging babiIris tipis prei.Masukkan daging babi dan semua bumbu ke dalam mangkuk besar.Aduk searah dengan sumpit atau tangan.Tambahkan air aromatik sedikit demi sedikit, masing-masing 1 sendok makan, sambil terus diaduk hingga daging meninggalkan jejak di sisi mangkuk.Aduk hingga benar-benar tercampur rata.Masukkan irisan prei dan minyak aromatik, lalu aduk rata.Diamkan di dalam kulkas.NasiCuci beras setidaknya 3 kali untuk menghilangkan kelebihan pati. Sisihkan dalam mangkuk.Didihkan air, lalu tuangkan ke atas beras.Tutup dan rendam selama 30 menit.Sementara itu, buat saus bumbu dengan mencampur semua bahan. Sisihkan.Setelah 30 menit direndam, panaskan panci tanah liat (atau panci besi cor bertutup yang tahan oven) di atas api sedang-besar. Olesi dasar panci dengan 1 sendok makan minyak kacang tanah.Begitu panci panas, masukkan beras beserta air rendamannya, lalu ratakan permukaannya. Sementara itu, panaskan oven hingga 230\u00b0C.Tutup dan masak di atas api sedang selama 8 hingga 10 menit, sampai uap tebal keluar dari panci.Saat air hampir sepenuhnya menguap, tuangkan 1 sendok makan minyak di sepanjang tepi panci.Tutup kembali dan masak 1 menit lagi.Masukkan panci ke dalam oven yang sudah dipanaskan hingga 230\u00b0C, lalu panggang selama 20 menit.Keluarkan panci dari oven, lalu tambahkan daging babi yang sudah dimarinasi sambil menyisakan ruang di tengah untuk telur.Masukkan kembali panci ke oven dan lanjutkan memasak selama 7 menit.Setelah matang, keluarkan panci dari oven, tambahkan saus bumbu, lalu panaskan sebentar lagi di atas kompor dengan api sedang-besar agar bagian bawahnya kecokelatan merata, sekitar 30 detik di setiap sisi.Matikan api, pecahkan telur di tengah, tutup panci, lalu diamkan selama 5 menit di atas kompor yang masih panas hingga telur matang.Taburi daun bawang, lalu sajikan segera.\t\n\t\n\t\tGanti minyak sayur dengan lemak bebek, dan Anda akan merasakan betapa istimewanya hasilnya.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalChinoise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158058","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158058"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158058\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19647"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158058"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158058"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158058"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}