{"id":158028,"title":"Ayam Kari Hijau Thailand &#8211; \u0e40\u0e40\u0e01\u0e07\u0e40\u0e02\u0e35\u0e22\u0e27\u0e2b\u0e27\u0e32\u0e19\u0e44\u0e01\u0e48","modified":"2026-07-18T14:45:08+02:00","plain":"Resep ayam kari hijau Thailand yang luar biasa, bahkan lebih enak daripada di restoran!\n\n\n\nHari ini kita kembali dengan resep khas Thailand yang lezat dari kontributor kami, C\u00e9line. Bagi yang belum mengenalnya, manikur cantiknya itulah yang tampak di foto-foto resep minyak cabai praktis.\n\n\n\nCocok sekali dipadukan dengan minyak cabai!\n\n\n\nSingkatnya, hari ini kita membahas kari, dan bukan sembarang kari: ayam kari hijau Thailand yang terkenal dengan rasa pedasnya.\n\n\n\nApa itu ayam kari hijau Thailand?\n\n\n\nAyam kari hijau Thailand adalah salah satu hidangan ikonis dalam masakan Thailand, kaya rasa dan warna. Berasal dari negeri senyuman, hidangan ini menghadirkan perpaduan harmonis antara gurih lembut dan pedas, berkat penggunaan santan dan pasta kari hijau. \n\n\n\nJika Anda penggemar kari Asia Tenggara, coba juga amok ikan khas Khmer saya\n\n\n\nDi Thailand, hidangan ini sering disajikan saat acara besar atau kumpul keluarga, dan kerap dianggap melambangkan keramahtamahan serta kemurahan hati. Bahan-bahan seperti basil Thailand, daun jeruk purut, dan cabai hijau memberi lapisan rasa yang kaya dan memanjakan lidah. \n\n\n\nHidangan ini bukan hanya memanjakan indra, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang memperkenalkan tradisi kuliner Thailand.\n\n\n\n\n\n\n\nBahan-bahan utama ayam kari hijau Thailand\n\n\n\nMinyak netral: Digunakan untuk menumis pasta kari hijau, minyak ini menjadi dasar memasak dan membantu melepaskan aroma bumbu serta rempah. Minyak bunga matahari, minyak jagung, atau minyak goreng biasa semuanya cocok digunakan. \n\n\n\nPasta kari hijau: Inilah inti dari resep ini, yang memberi cita rasa pedas dan aromatik pada hidangan. Lihat resep pasta kari hijau Thailand saya di sini.\n\n\n\nSantan: Memberi kelembutan dan kekayaan rasa pada saus, sekaligus menyeimbangkan pedasnya pasta kari.\n\n\n\n\n\n\n\nGula palem: Digunakan untuk melembutkan cita rasa hidangan dan menyeimbangkan rasa asin serta pedas.\n\n\n\nDaun jeruk purut (kaffir\/combava): Memberikan sentuhan sitrus dan kesegaran pada hidangan.\n\n\n\nTerong Thailand: Sayuran ini menyerap saus dengan baik dan memberi tekstur yang berbeda.\n\n\n\nTerong pea Thailand: Mirip dengan terong Thailand, tetapi ukurannya lebih kecil dan rasanya sering kali lebih lembut.\n\n\n\nBasil Thailand (horapha): Memberikan sentuhan herba dan aroma khas di akhir proses memasak.\n\n\n\nKecap ikan: Menambah kedalaman rasa umami pada saus, seperti pada kari ayam Vietnam.\n\n\n\nCabai rawit (opsional): Bagi Anda yang menyukai hidangan lebih pedas, cabai ini bisa ditambahkan di akhir.\n\n\n\n\n\n\tAyam Kari Hijau Thai Autentik\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t2 sendok makan minyak netral3 sendok makan pasta kari hijau (jika tidak terlalu tahan pedas, kurangi jumlah pasta kari)400 ml santan2 fillet ayam atau 2 paha ayam, potong-potong2 sendok makan gula aren7 lembar daun jeruk purut (kaffir lime)4 terong Thai1 segenggam kecil terong pipit Thai1 segenggam besar daun basil Thai (horapha)1 sendok makan saus ikan1 sampai 2 cabai rawit (opsional)\t\n\t\n\t\tPotong ayam menjadi beberapa bagian besar.Potong terong menjadi empat bagian.Panaskan sedikit minyak dalam wok di atas api sedang-besar, lalu tumis pasta kari hijau selama sekitar 2 menit.Masukkan ayam.Tumis selama 2-3 menit.Tuangkan santan, lalu masak perlahan selama 5 menit.Masukkan kedua jenis terong Thai dan daun jeruk purut, lalu bumbui dengan saus ikan dan gula aren.Aduk rata, lalu masak lagi selama 2-3 menit.Terong harus tetap renyah.Matikan api, lalu masukkan daun basil Thai.Sajikan segera dengan nasi putih. (Jika suka, tambahkan cabai rawit saat disajikan).\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tPlat principalTha\u00eflandaisecurry de poulet, curry vert tha\u00ef, poulet au curry","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158028","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158028"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158028\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}