{"id":158027,"title":"Telur capelin atau masago: apa sebenarnya?","modified":"2026-07-18T14:45:05+02:00","plain":"Apa itu telur capelin?\u00a0\n\n\n\nCapelin adalah ikan kecil yang hidup di perairan dingin Samudra Atlantik, Pasifik, dan Arktik, terutama di lepas pantai Jepang dan Korea. Karena itu, kemungkinan besar Anda tidak akan menjumpainya di sini, dan namanya pun mungkin masih terdengar asing. \n\n\n\n\n\n\n\nDalam kuliner Asia, bagian yang paling sering digunakan adalah telur capelin. Meski daging ikannya bisa dimakan, telurnya jauh lebih populer dan karenanya sangat diminati. \n\n\n\nSama seperti sturgeon, salmon, atau herring, telur capelin diambil dari ikan betina, lalu diolah dan dijual dengan nama \u201cmasago\u201d. Meski penangkapan capelin terutama ditujukan untuk menghasilkan tepung ikan dan minyak ikan, hasil tangkapan ini juga dimanfaatkan untuk membuat masago.\u00a0\n\n\n\nMasago dan tobiko, apa bedanya?\u00a0\n\n\n\nSaat membahas masago, tobiko pun sering ikut disebut. Keduanya memang bisa saling menggantikan dengan baik. Sama-sama kaya akan selenium, asam lemak omega-3, dan vitamin B12, tetapi tetap ada beberapa perbedaan yang patut diperhatikan, mulai dari warna hingga rasanya. \n\n\n\nSaat dipanen, tobiko berwarna keemasan, sedangkan masago berwarna kuning pucat. Produsen memang kerap menambahkan pewarna pada tahap akhir produksi, tetapi warna tambahan ini kadang juga menandakan perbedaan rasa. Hal penting lainnya: tobiko berasal dari telur ikan terbang, sedangkan masago berasal dari telur capelin. Masago juga dikenal memiliki tekstur yang lebih halus, sementara tobiko lebih renyah.\u00a0\n\n\n\ntelur tobiko\n\n\n\nCita rasa telur capelin\u00a0\n\n\n\nSebagai gambaran, rasa daging capelin cukup mirip dengan herring. Telurnya bercita rasa lembut, sehingga dalam kuliner Asia sering dipadukan dengan rasa yang lebih tegas, seperti wasabi atau tinta sotong. \n\n\n\nTeksturnya pun menarik untuk dijelajahi: masago lebih halus daripada tobiko, dengan sensasi sedikit renyah. Satu kendalanya, bahan ini merupakan bagian penting dari masakan Jepang, tetapi harganya bisa cukup mahal!\u00a0\n\n\n\nTelur capelin dalam masakan\u00a0\n\n\n\nDalam hidangan maupun saus, telur capelin memberi sentuhan rasa yang kompleks. Karena rasanya cukup khas, saya sarankan memadukannya dengan cita rasa yang kuat seperti jahe. Cobalah berbagai kombinasi, dan Anda akan menemukan cita rasa umami!\n\n\n\nTelur capelin kerap dijumpai di atas sushi\n\n\n\n Masago juga cocok disajikan sebagai hidangan pembuka, dioleskan di atas roti panggang. Lumpia segar dan aneka hidangan nasi juga sangat cocok untuk mengolah telur ini. Cobalah membuat mayones wasabi dengan telur masago; saus ini sangat pas untuk menemani hidangan ikan dan salad.\u00a0\n\n\n\nManfaat telur capelin\n\n\n\nDi dalamnya terkandung kombinasi nutrisi yang sangat baik. Dua sendok makan telur capelin sudah cukup untuk menyumbang beragam nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Bahan ini merupakan sumber lemak dan protein yang baik, membantu menjaga massa tubuh tanpa lemak, mencegah berkembangnya gangguan kognitif dan penyakit neurodegeneratif, memperkuat sistem imun, serta mendukung regenerasi sel. \n\n\n\nSelain itu, makanan ini juga sangat rendah kalori. Namun, tetap konsumsi secukupnya\u2026 Telur capelin mengandung garam dalam kadar tinggi, jadi pastikan Anda mengikuti porsi yang dianjurkan.\u00a0\n\n\n\nDi mana bisa menemukan telur capelin?\u00a0\n\n\n\nSpesies ini cukup mudah ditemukan di pasar Asia, jadi Anda bisa mencarinya di toko bahan makanan khusus atau secara daring. Telur capelin dijual dalam bentuk kalengan atau semi-awetan. Jangan menilai kesegarannya dari warna: telur ini secara alami berwarna kuning, tetapi biasanya dijual dalam warna oranye kemerahan atau hitam.\u00a0\n\n\n\nBagaimana menyimpan telur capelin?\u00a0\n\n\n\nIni adalah produk yang sangat sensitif dan harus disimpan jauh dari cahaya. Simpan di lemari es agar kualitasnya tetap optimal. Yang terpenting, perhatikan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada toples.\u00a0\n\n\n\n\n\n\tSushi Masago\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\ttapis de bambou\t\n\t\n\t\t140 g nasi sushi (matang, dibumbui, lalu didinginkan)1 nori0.5 alpukat (diiris tipis memanjang)100 g masago atau telur ikan capelin\t\n\t\n\t\tBentangkan nori di atas tikar bambu dengan sisi panjang menghadap Anda.Ratakkan nasi sushi tipis-tipis, lalu sisakan sedikit ruang di kedua sisi panjangnya.Susun alpukat memanjang dari ujung ke ujung, sekitar 1.5 cm dari tepi yang paling dekat dengan Anda.Dengan bantuan tikar, gulung mulai dari tepi yang paling dekat dengan Anda.Padatkan gulungan dengan rapat, lalu potong menjadi beberapa maki.Tambahkan sedikit masago di atas setiap maki.Atau, masukkan masago ke dalam gulungan sebelum digulung.\t\n\t\n\t\tLihat resep bumbu nasi sushi saya untuk mengetahui cara membuatnya.\n\t\n\t\n\t\tSushiJaponaisemasago, oeuf de capelan","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158027"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158027\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5497"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}