{"id":158005,"title":"Lechon Kawali Khas Filipina Autentik","modified":"2026-07-18T14:44:43+02:00","plain":"Lechon kawali, atau yang oleh sebagian orang disebut babi panggang wajan, berbeda dengan Lechon, hidangan khas Filipina yang sangat terkenal dan juga dianggap sebagai hidangan nasional negara tersebut.\n\n\n\nJika lechon dimasak di dalam lubang yang dipenuhi arang menyala, Lechon kawali dibuat dengan cara merebus terlebih dahulu, lalu menggoreng sepotong daging babi (biasanya perut babi atau lemak babi).\n\n\n\nLechon tradisional Filipina\n\n\n\nApa itu Lechon Kawali?\n\n\n\nCara paling mudah menggambarkan lechon kawali adalah dengan menyebutnya sebagai hidangan babi renyah. Bagian yang paling sering digunakan untuk membuatnya adalah perut babi, atau liempo. \n\n\n\nHidangan ini paling nikmat disajikan saat makan siang atau makan malam, ditemani nasi putih. Rasanya juga semakin mantap jika disantap dengan saus cocol.\n\n\n\nHidangan ini tidak boleh disamakan dengan Lechon, yang dianggap sebagai hidangan nasional Filipina dan jauh lebih populer daripada sinigang. Keduanya dibuat dengan cara yang berbeda dan juga memiliki tampilan yang berbeda.\n\n\n\nKawali tradisional Filipina\n\n\n\nNama lechon kawali berasal dari jenis wajan yang secara tradisional digunakan untuk memasaknya, yaitu kawali. Wajan khas ini bisa ditemukan di hampir setiap rumah tangga Filipina. Bisa dibilang, inilah wajan andalan untuk masakan sehari-hari&#8230; seperti yang terlihat pada gambar di atas, bentuknya kurang lebih menyerupai wok.\n\n\n\nBahan-bahan utama Lechon Kawali\n\n\n\nPerut babi atau lemak babi: Untuk resep ini, gunakan daging babi segar, bukan yang diasap atau diasinkan. Idealnya, pilih potongan besar yang utuh.\n\n\n\nCuka beras: sangat penting untuk memberi rasa asam pada saus cocolnya (yang disebut sawsaman), tetapi Anda juga bisa memakai cuka tebu seperti untuk ayam adobo.\n\n\n\nKecap asin ringan: Jika Anda menemukan kecap asin Filipina, gunakan saja. Namun, jujur saja, bahan ini cukup sulit ditemukan, bahkan di toko bahan makanan Asia.\n\n\n\n\n\n\tLechon Kawali Autentik Khas Filipina\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWok\t\n\t\n\t\t1 kg perut babi tanpa garam2 sendok makan garam2 sendok makan lada butiran utuh5 lembar daun bay kering1 L minyak goreng1 L air (secukupnya hingga menutupi daging babi)1 sendok makan dark soy sauceOpsional: satu cabai merahUntuk saus cocolan sawsawan120 ml cuka beras3 sendok teh light soy sauce45 g gula cokelat1 bawang merah kecil, iris tipis1 siung bawang putih, iris tipis1 cabai merah, iris tipis (opsional)0.5 sendok makan air\t\n\t\n\t\tUntuk saus cocolanCampurkan semua bahan dalam mangkuk kecil, lalu kocok hingga gula larut.Diamkan selama 30 menit, atau lebih ideal lagi semalaman. Cicipi, lalu tambahkan gula atau air sesuai selera, mulai dari 1 sendok teh setiap kali. Air akan membantu mengurangi keasaman saus, jadi gunakan lebih sedikit bila Anda menyukai rasa yang lebih tajam.Tuang ke dalam wadah kaca kedap udara, lalu simpan di lemari es hingga siap digunakan.Untuk daging babiMasukkan air ke dalam panci, lalu didihkan.Tambahkan perut babi dan 1 sendok makan garam. Masukkan lada, daun bay, dark soy sauce, dan cabai. Rebus selama 30 menit atau hingga daging empuk.Angkat daging dari panci, lalu biarkan dingin selama beberapa menit.Taburkan 1 sendok makan garam ke seluruh permukaan perut babi. Pastikan garam tersebar merata ke semua bagian, termasuk kulitnya.Mulailah menggoreng daging yang sudah direbus. Panaskan minyak terlebih dahulu dalam wok atau panci.Masukkan setiap potong perut babi rebus ke dalam minyak panas dengan hati-hati, lalu goreng hingga renyah. Balik daging agar kedua sisinya matang dan garing merata.Angkat daging dari panci. Jika memungkinkan, tiriskan di rak kawat hingga agak dingin (atau gunakan piring beralaskan tisu dapur). Iris sesuai porsi yang diinginkan.\t\n\t\n\t\tBerhati-hatilah saat menggoreng karena minyak bisa memercik ketika lemak babi \"meletup\". Tutup wajan sekitar 2\/3 bagian dengan penutup, tetapi jangan rapat sepenuhnya; jika tidak, uap dan kondensasi justru akan menimbulkan efek sebaliknya.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalPhilippinelechon kawali, porc croustillant","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158005"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158005\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}