{"id":157999,"title":"Daging Sapi Tumis Basil Suci Thailand &#8211; Pad Gra Prow","modified":"2026-07-18T14:44:40+02:00","plain":"Hidangan Thailand yang sangat populer ini punya banyak sebutan: Pad Gra Prow, Pad Ga Pao, dan lain-lain.\n\n\n\n\u201cPad Gra Prow\u201d adalah ejaan yang paling mendekati secara fonetik, tetapi tampaknya justru bukan yang paling umum dipakai karena kebanyakan orang Thailand sendiri tidak mengucapkannya seperti itu&nbsp;!\n\n\n\nApa pun namanya, semuanya merujuk pada tumisan yang sama lezatnya: sederhana, sedikit pedas, dan harum berkat basil suci. Untuk penyajian yang benar-benar tradisional, sajikan di atas nasi lalu lengkapi dengan telur mata sapi! Ini wajib!\n\n\n\nHidangan \u201cmakanan cepat saji\u201d khas Thailand\n\n\n\nDi Thailand, hidangan ini bisa dianggap setara dengan sandwich atau burger.\n\n\n\nHidangan ini cepat, mudah, dan bisa ditemukan di mana-mana; tak heran banyak orang menyantapnya saat makan siang.\n\n\n\nLihat resep ayam tumis basil Thailand\n\n\n\nAnda bisa menemukan daging sapi tumis basil suci Thailand ini, baik di warung kaki lima sederhana maupun di food court. Seperti disebutkan tadi, sangat banyak orang menyantapnya untuk makan siang.\n\n\n\nKadang para penjual memasaknya segar di depan Anda, kadang juga hidangan ini sudah disiapkan sebelumnya dalam nampan besar ala prasmanan, lalu disajikan di atas nasi melati hangat.\n\n\n\nCara menggoreng telur ala Thailand\n\n\n\nHidangan ini bisa disajikan begitu saja dengan nasi, tetapi cara paling populer adalah menambahkannya dengan telur mata sapi.\n\n\n\nKombinasi klasik ini disebut \u201ckao pad gra prow gai kai dao\u201d, yang secara sederhana berarti nasi dengan daging sapi tumis basil suci dan telur mata sapi.\n\n\n\n\n\n\n\nTelur mata sapi ala Thailand digoreng dalam&nbsp;SANGAT BANYAK&nbsp;minyak, karena ciri khas metode ini adalah pinggiran putih telurnya yang keemasan dan bergelembung renyah.\n\n\n\nTekstur telur yang masih sedikit lumer membantu menyeimbangkan rasa tumisan yang kuat dan pedas. Itulah sebabnya perpaduan ini begitu digemari.\n\n\n\nBahan-bahan utama Daging Sapi Tumis Basil Thailand\n\n\n\nDaging sapi: Ada dua pilihan: dicincang atau diiris tipis dari steak. Secara pribadi, saya lebih suka versi daging sapi cincang &#8211; di Thailand, hidangan ini disebut &lsquo;pad ga prao nua sap&rsquo;. &lsquo;Nua&rsquo; berarti daging sapi dan &lsquo;sap&rsquo; berarti cincang. Daging sapi cincang benar-benar menyerap semua bumbu. Jika diiris tipis, hasilnya adalah potongan steak yang juicy dan pedas.\n\n\n\nBasil suci: Basil suci memiliki aroma pedas-merica yang membedakannya dari basil manis. Saat ditambahkan ke dalam tumisan, basil ini memberi seluruh hidangan sentuhan pedas yang halus, dengan sedikit nuansa cengkih.\n\n\n\nCabai: Untuk daging sapi basil Thailand yang pedas, gunakan cabai rawit Thailand atau cabai Jinda. Jika Anda tidak terlalu suka pedas, pilih cabai yang lebih ringan atau buang bijinya. Misalnya, cabai vegetarian.\n\n\n\nCabai kering: Saya suka menambahkan beberapa cabai kering untuk memberi tingkat kepedasan ekstra sekaligus sentuhan aroma berasap. Ini sepenuhnya opsional.\n\n\n\nBawang putih: Bawang putih segar adalah bahan penting dalam tumisan Thailand. Bawang putih ditumbuk bersama cabai untuk menciptakan dasar bumbu yang harum dan kaya rasa.\n\n\n\nKecap asin hitam: Kecap ini memberi daging sapi warna yang lebih gelap dan menggugah selera, dengan rasa yang dalam dan sedikit manis. Pastikan Anda tidak memakainya terlalu banyak, karena hidangan ini tidak boleh menjadi terlalu manis. Dalam masakan Thailand autentik, kuncinya adalah keseimbangan rasa.\n\n\n\nSaus tiram: Saus tiram adalah bahan utama dalam banyak tumisan Thailand, karena menambahkan rasa umami khas yang memperkaya seluruh isi wajan.\n\n\n\nSaus ikan: Asin dan penuh umami, saus ikan wajib ada agar daging sapi basil Thailand Anda terasa autentik, seperti yang dijual di kaki lima.\n\n\n\nLada putih: Memberikan kehangatan dan sedikit sengatan pedas pada hidangan.\n\n\n\nGula putih: Sejumput gula membantu menyeimbangkan semua rasa, melembutkan rasa pedas dan asin agar hasil akhirnya pas.\n\n\n\n\n\n\tTumis Daging Sapi dengan Basil Suci Thai - Pad Gra Prow\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWokmortier\t\n\t\n\t\t250 g daging sapi cincang3 sendok makan minyak netral1 genggam basil suci Thai (jika perlu, ganti dengan basil biasa, tetapi rasanya akan berbeda)Pasta cabai3 cabai segar (sesuaikan dengan selera pedas Anda)3 cabai kering (opsional, sesuaikan dengan selera pedas Anda)3 siung bawang putihBumbu0.25 sendok teh lada putih0.25 sendok teh kecap asin hitam1 sendok makan saus tiram1 sendok makan saus ikan0.5 sendok makan gula putihPelengkap2 telurnasi matang\t\n\t\n\t\tJika suka, cincang daging sapi dengan pisau hingga mendapatkan tekstur cincangan sesuai selera.Haluskan cabai dan bawang putih dengan cobek dan ulekan hingga menjadi pasta kasar.Panaskan minyak dalam wok di atas api sedang-besar. Masukkan pasta cabai dan bawang putih, lalu tumis hingga harum dan agak keemasan, sekitar 20 detik.Masukkan daging sapi cincang dan masak hingga matang. Jangan memasaknya terlalu lama.Tambahkan semua saus dan bumbu, lalu aduk hingga daging sapi terbalut rata.Matikan api, lalu masukkan basil suci Thai.Sisihkan. Tambahkan sedikit lagi minyak ke wok, panaskan di atas api besar, lalu masak telur ceplok.Sajikan segera dengan nasi dan satu telur ceplok di setiap piring.\t\n\t\n\t\tHati-hati saat menambahkan cabai! Jika suka, Anda bisa menggantinya dengan cabai yang tidak terlalu pedas.\nSebaiknya gunakan daging sapi cincang yang agak berlemak (20-30% lemak).\n\t\n\t\n\t\tPlat principalTha\u00eflandaiseBasilic sacr\u00e9, Pad Gra Prow\t\n\n\n\n\n\nResep ini dibagikan kepada kami oleh Praew dari blog berbahasa Inggris Hungry In Thailand. Nantikan resep-resep berikutnya, karena ia memang spesialis \u00ab\u00a0resep Thailand autentik yang mudah dibuat\u00a0\u00bb dan akan segera membagikan \u0986\u09b0\u0993 banyak resep tradisional Thailand.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157999"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157999\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11717"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}