{"id":157998,"title":"Sup Peking Autentik","modified":"2026-07-18T14:44:39+02:00","plain":"Sup Peking tradisional, juga dikenal sebagai Suan La Tang atau Hot and Sour Soup dalam bahasa Inggris (dan bagi pembaca kami di Quebec, ini disebut sup asam pedas), adalah sup klasik yang sangat populer dalam masakan Tiongkok. Sangat jarang menemukan restoran di sini yang tidak menyajikannya di menu.\n\n\n\nMeski namanya seolah menunjukkan asal-usul dari Beijing, sup ini justru berasal dari Tiongkok bagian selatan, tepatnya dari provinsi Sichuan. \n\n\n\n\n\n\n\nSup ini memadukan rasa asam dan pedas yang begitu nikmat hingga bikin ketagihan. Resep ini menggunakan kaldu ayam praktis yang dibumbui lada dan cabai, diberi sentuhan cuka, lalu dilengkapi jamur, rebung, telur, dan tahu. \n\n\n\nKunci kelezatan sup ini terletak pada perpaduan cuka, kecap asin, dan lada yang pas.\n\n\n\nBahan utama untuk sup Peking \n\n\n\ncuka beras hitam: Anda bisa menggantinya dengan cuka beras putih, tetapi rasanya tidak akan sama; cuka beras hitam benar-benar memberi sentuhan khas\n\n\n\nkecap asin light: bahan penting; yang dimaksud di sini adalah kecap asin biasa yang mudah ditemukan di mana-mana\n\n\n\nlada Sichuan: sangat berbeda dari lada biasa dan menghadirkan cita rasa mala yang khas\n\n\n\ntepung maizena: wajib untuk mengentalkan sup\n\n\n\nminyak wijen: gunakan secukupnya agar rasanya tidak menutupi bahan lain\n\n\n\nTips agar sup asam pedas makin lezat\n\n\n\n\n\n\n\nTambahkan 1 kaleng jagung sebelum memasukkan telur. Jagung memberi tekstur tambahan dan lapisan rasa yang berbeda. Hasilnya, sup menjadi lebih mengenyangkan sehingga bisa disantap sebagai makan siang atau makan malam ringan, bukan sekadar hidangan pembuka.\n\n\n\nTaburan tauge segar di atasnya memberi kerenyahan yang pas pada sup yang teksturnya cenderung lembut. Gunakan segenggam kecil tauge untuk setiap mangkuk sup.\n\n\n\nBisakah sup Peking disimpan lalu dipanaskan kembali?\n\n\n\nBisa, tetapi bukan berarti sebaiknya dilakukan. Setelah dipanaskan kembali, telur dan sup secara keseluruhan akan berubah menjadi agak aneh teksturnya.\n\n\n\n\n\n\tSup Peking Autentik\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t3 paha ayam bagian atas100 g tahu6 sendok teh cuka beras hitam1 sendok teh lada Sichuan bubuk0.5 sendok teh pasta cabai3 sendok makan tepung maizena4 sendok makan kecap asin light1 sendok makan minyak wijen1 sendok teh gula2 telur, kocok lepas10 g jamur shiitake kering10 g jamur kuping hitam (kering)40 g jahe, diparut kasar120 g rebung2 batang daun bawang muda, iris tipis1 seikat daun ketumbar, cincang1 sendok teh lada hitam1.5 liter air\t\n\t\n\t\tRendam jamur dalam air hangat selama 30 menit. Cuci, lalu tiriskan.Rebus ayam dalam air garam mendidih dengan api sedang-besar selama 20 menit.Tiriskan ayam, lalu saring kaldunya. Biarkan hingga dingin.Suwir ayam, lalu iris tipis jamur, tahu, dan rebung.Larutkan maizena dengan sedikit kaldu dingin, lalu aduk hingga rata.Didihkan sisa kaldu.Tambahkan jamur, tahu, kecap asin, dan jahe, lalu masak dengan api sedang-besar.Aduk selama 30 detik, lalu tambahkan ayam.Aduk rata, lalu tambahkan cuka beras, pasta cabai, dan gula.Sambil terus diaduk, tuang larutan maizena sedikit demi sedikit, lalu masak selama 1 menit.Tuang telur kocok perlahan membentuk aliran tipis sambil terus diaduk selama 1 menit.Tambahkan kedua jenis lada dan minyak wijen, lalu aduk selama 15 detik.Matikan api, lalu tambahkan daun bawang muda dan daun ketumbar.\t\n\t\n\t\tTambahkan 1 kaleng jagung sebelum menuangkan telur. Jagung akan memberi tekstur tambahan dan lapisan rasa yang berbeda. Dengan begitu, sup menjadi lebih mengenyangkan dan, bila perlu, bisa disantap sebagai makan siang atau makan malam ringan, bukan sekadar hidangan pembuka.\nTaburan tauge segar di atas sup memberikan sensasi renyah yang kontras dengan teksturnya yang lembut. Gunakan segenggam kecil tauge untuk setiap mangkuk sup.\n\t\n\t\n\t\tSoupes et bouillonsChinoisepotage aigre doux, potage p\u00e9kinois, soupe p\u00e9kinoise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157998","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157998"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157998\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157998"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157998"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157998"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}