{"id":157978,"title":"Onsen Tamago &#8211; Telur Onsen Jepang yang Sempurna","modified":"2026-07-18T14:44:18+02:00","plain":"Telur yang lembut dan memanjakan, dimasak perlahan dengan metode tradisional Jepang\u2026 Salah satu hidangan khas street food Jepang!\n\n\n\nJepang terkenal memiliki ribuan sumber air panas alami. Di sana, tempat-tempat ini disebut \u201cOnsen\u201d. Banyak orang datang untuk menikmati efek terapi dan relaksasinya bagi tubuh, tetapi ada juga yang tahu bahwa sumber air panas ini telah menginspirasi dunia kuliner. \n\n\n\nTambahkan telur ke dalamnya, lahirlah Onsen Tamago: sederhana, tetapi benar-benar lezat. Saya mengajak Anda mengenal salah satu resep khas masakan Jepang; setelah ini, Anda mungkin tak akan lagi memasak telur poch\u00e9 dengan cara biasa.&nbsp;\n\n\n\nApa Itu Onsen Tamago?&nbsp;\n\n\n\nOnsen Tamago (\u6e29\u6cc9\u5375) secara harfiah bisa diterjemahkan sebagai \u201ctelur dari sumber air panas\u201d. Hidangan ini juga dikenal dengan nama \u201cOntama\u201d. Lalu, sebenarnya seperti apa? Pada mulanya, Onsen Tamago adalah telur yang dimasak perlahan di dalam cangkangnya sendiri, menggunakan air panas dari mata air vulkanik. \n\n\n\nIni bukan sekadar telur poch\u00e9 seperti yang sering disajikan di atas Gyudon, melainkan telur yang dimasak dengan teknik khusus. Putih telurnya halus dan lembut, sedangkan kuning telurnya setengah matang. Semuanya lalu disiram kuah berbahan dashi, kecap asin, dan mirin, kemudian diberi taburan daun bawang atau kadang mitsuba. \n\n\n\nGyudon yang lezat, semangkuk nasi Jepang dengan daging sapi\n\n\n\nHasilnya jelas berbeda dari telur poch\u00e9 klasik, yang putih telurnya cenderung lebih padat dan kuning telurnya lembut berkrim. Tenang, Anda tidak perlu mencari mata air panas untuk membuat hidangan ini; \u201csumber\u201d di dapur sudah lebih dari cukup!&nbsp;\n\n\n\nCara Memasak Onsen Tamago\n\n\n\nOnsen Tamago memang punya tekstur yang khas, dan sering membuat kita bertanya-tanya bagaimana hasil seperti itu bisa didapat. Di baliknya, ada sedikit ilmu dapur yang perlu diikuti dengan cukup teliti. Kuning telur dan putih telur mengeras pada suhu yang berbeda, masing-masing sekitar 70\u00b0C dan 80\u00b0C. Di sinilah ketelitian benar-benar penting. \n\n\n\nUntuk mendapatkan putih telur yang lembut dan kuning telur yang tetap lunak, jaga suhu air di kisaran 65\u201368\u00b0C selama 30 menit. Opsi lain yang juga efektif adalah 68\u201370\u00b0C selama 20 menit. \n\n\n\nDi sinilah kaitannya dengan sumber air panas: teknik ini meniru suhu air termal vulkanik di Jepang.&nbsp;\n\n\n\nSejarah Onsen Tamago\n\n\n\nSeperti yang mungkin sudah Anda duga, Onsen Tamago memang sangat khas Jepang karena awalnya lahir dari pemanfaatan sumber daya alam setempat. Jepang berada di Cincin Api Pasifik, sehingga kaya akan mata air panas dan gunung berapi. \n\n\n\nIstilah \u201cOnsen\u201d secara umum berarti \u201cmata air panas\u201d. Jadi, jangan heran jika suatu hari Anda berendam di onsen tanpa menemukan telur poch\u00e9 di sekitar. Pada dasarnya, onsen adalah tradisi yang sudah ada sejak sekitar tahun 720 M.&nbsp;\n\n\n\nNamun, praktik budaya ini kemudian juga masuk ke dunia kuliner. Nama Onsen Tamago sendiri berasal dari cara hidangan ini dimasak. Bisa dibilang, ini telur yang \u201csedang spa\u201d. \n\n\n\nOyakodon adalah hidangan Jepang khas lain yang juga menggunakan telur\n\n\n\nKonon, hidangan ini terutama berasal dari kota pemandian air panas Beppu di pulau Kyushu, Jepang. Suhu air yang hangat dan stabil menjadikannya tempat ideal untuk menitipkan telur, lalu kembali dan menemukannya matang sempurna. \n\n\n\nAda pula kisah bahwa Onsen Tamago pertama dibuat lebih dari 300 tahun lalu, ketika seorang pelancong tanpa sengaja meninggalkan telurnya di sebuah mata air panas dan menemukannya telah matang saat kembali.&nbsp;\n\n\n\nBahan-Bahan Utama Onsen Tamago&nbsp;\n\n\n\n\n\n\n\nTelur: Baik telur kecil maupun besar sama-sama bisa digunakan. Namun, semakin kecil ukurannya, semakin cepat pula matangnya. Yang terpenting, pilih telur berkualitas baik, terutama untuk resep seperti ini.&nbsp;\n\n\n\nDashi: menambah kedalaman rasa pada hidangan. Karena rasa telurnya sendiri sudah lembut, dashi memberi sentuhan rasa yang lebih kaya dan sarat umami. Untuk resep ini, Anda bisa menggunakan kaldu dari dashi bubuk.&nbsp;&nbsp;\n\n\n\nMirin: dengan rasa manis yang lembut, mirin menonjolkan nuansa manis dari dashi. Bumbu ini sering dipakai dalam aneka hidangan berbahan telur: Tamagoyaki, telur ramen atau Ajitsuke Tamago, Tamago Sando\u2026&nbsp;&nbsp;\n\n\n\nKecap asin ringan: Seperti halnya mirin, kuncinya adalah keseimbangan. Kecap asin ringan lebih encer dan memiliki kadar garam yang ideal untuk Onsen Tamago, sehingga rasanya tidak terlalu manis maupun terlalu asin.&nbsp;\n\n\n\nKatsuobushi: serutan ikan bonito kering. Rasanya gurih, asin, dan berasap, cukup tegas di lidah. Secara karakter, rasanya berada di antara daging dan ikan.&nbsp;&nbsp;\n\n\n\nKombu: Seperti nori atau aonori, kombu adalah jenis rumput laut yang sangat populer di Jepang. Kombu juga menjadi salah satu bahan pembuat dashi, yang kemudian menjadi dasar untuk sup miso dan mi soba dingin.&nbsp;\n\n\n\nDengan pendekatan minimalis yang sama, hiyayakko menyajikan tahu dingin dengan taburan katsuobushi dan sedikit shoyu\n\n\n\n\n\n\tOnsen Tamago - Telur Onsen Jepang\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t4 telur (suhu ruang)1 liter air200 ml air (dingin)Saus100 ml dashi (bisa dibuat dari dashi bubuk)1 sendok makan mirin2 sendok makan kecap asin ringan1 sendok teh jamur shiitake (kering, mudah diparut menjadi bubuk)3 sendok makan katsuobushi1 potong kombuHiasandaun bawang (iris tipis)\t\n\t\n\t\tDidihkan air dalam panci bertutup.Setelah air mendidih, angkat panci dari kompor, lalu tambahkan air dingin.Masukkan telur, tutup kembali pancinya, lalu diamkan dalam air panas selama 17 menit tanpa dipanaskan lagi.Sementara itu, di panci lain, campurkan dashi, mirin, kecap asin ringan, dan shiitake. Didihkan dengan api sedang.Begitu mendidih, biarkan selama 1 menit, lalu angkat panci dari kompor.Tambahkan katsuobushi dan kombu. Diamkan selama dua menit agar meresap, lalu saring saus dengan kain saring.Kupas kulit telur dengan hati-hati agar telur tidak rusak.Letakkan dua butir telur di tiap mangkuk, lalu tuang saus hingga telur terendam setengahnya.Taburi dengan irisan daun bawang untuk sentuhan segar dan renyah.\t\n\t\n\t\tUsahakan mengukur air dan suhu seakurat mungkin agar tekstur telur yang dihasilkan benar-benar pas.\n\t\n\t\n\t\tEntr\u00e9e, Plat principalJaponaise\t\n\n\n\n\n\nSumber Kuliner\n\n\n\nUntuk resep ini, saya mengacu pada waktu memasak telur dari Just One Cookbook, yang menulis artikel sangat bagus tentang topik ini","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157978"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157978\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}