{"id":157966,"title":"Resep adonan tempura","modified":"2026-07-18T14:44:07+02:00","plain":"Adonan tempura adalah adonan pelapis goreng khas Jepang yang bisa dipakai untuk menggoreng\u2026 hampir apa saja. Mulai dari sayuran, daging, udang, hingga sushi: semuanya bisa dibalut tempura. Tak heran jika ini menjadi salah satu gaya hidangan paling populer di Jepang.\n\n\n\nPada dasarnya, adonan tempura dapat dibuat dari tepung terigu, tepung beras, atau kombinasi keduanya, lalu dicampur dengan garam, baking powder, dan air. \n\n\n\nAdonan ini lebih ringan daripada adonan gorengan ala Barat, tetapi lebih padat daripada adonan goreng Asia pada umumnya. Anda juga bisa membuatnya dengan air dingin, tergantung tekstur akhir yang diinginkan. Secara umum, adonan ini sangat cepat dibuat, dan resep pastinya saya bagikan di akhir artikel. Adonan untuk gorengan udang adalah contoh yang pas di tengah-tengah keduanya.\n\n\n\nAccras ikan kod saya adalah contoh yang bagus untuk adonan gorengan gaya \u201cBarat\u201d. \n\n\n\nAccras ikan kod buatan saya\n\n\n\nSejarah tempura\n\n\n\nOrang Jepang memang punya kemampuan unik untuk mengambil hidangan dari luar negeri lalu menyesuaikannya dengan selera lokal, hingga lahirlah sesuatu yang benar-benar baru dan orisinal. Adonan tempura adalah contoh yang sangat menarik dari hal tersebut.\n\n\n\nTeknik menggoreng ini diperkenalkan pada tahun 1600-an oleh para misionaris Portugis. Hidangan aslinya kini sudah hilang, tetapi dulunya merupakan makanan yang disantap saat masa Prapaskah, ketika banyak umat Kristen dilarang makan daging. \n\n\n\nSebenarnya, nama tempura berasal dari bahasa Latin ad tempora cuaresme, yang berarti \u201cpada masa Prapaskah\u201d. Orang Jepang mengira itu adalah nama hidangannya, lalu menyebutnya tempura. Ups.\n\n\n\nTempura pertama kali diperkenalkan di sekitar kota Nagasaki. Pada masa itu, Jepang terputus dari dunia luar. Satu-satunya kontak dengan dunia asing terjadi melalui para pedagang dan misionaris Portugis, Belanda, dan Tiongkok di kota pelabuhan ini\u2026\n\n\n\nGorengan ayam\n\n\n\nTeknik menggoreng ala tempura benar-benar merupakan hal baru di Jepang. Tidak seperti di banyak negara lain di dunia, Jepang sebelumnya tidak memiliki tradisi menggoreng makanan. \n\n\n\nMeskipun Tiongkok yang bertetangga sudah lama memiliki aneka hidangan goreng, dan sebagian besar budaya kulinernya telah masuk ke Jepang berabad-abad sebelumnya, teknik menggoreng makanan tetap tidak pernah benar-benar berakar di sana.&nbsp;\n\n\n\nMeninggal karena tempura\n\n\n\nGorengan tempura dengan cepat menjadi camilan populer yang disantap di sela-sela waktu makan. Tokugawa Ieyasu, shogun pertama Jepang, konon sangat menyukainya. \n\n\n\nBahkan ada legenda yang mengatakan bahwa ia meninggal karena makan tempura terlalu banyak. Tentu saja, kemungkinan besar ini hanya legenda, tetapi bukankah itu terdengar seperti cara yang jauh lebih baik untuk meninggal daripada gugur di medan perang?&nbsp;\n\n\n\nPada awalnya, tempura lebih sering digunakan untuk menggoreng bola-bola berisi daging, ikan cincang, dan sayuran, sangat dipengaruhi oleh akar Portugisnya.&nbsp;\n\n\n\nNamun, sekitar abad ke-18, para koki Jepang mulai bereksperimen dengan menggoreng ikan dan sayuran utuh. \n\n\n\nPada titik inilah tempura benar-benar mengalami \u201cpenjepangan\u201d, karena masyarakat Jepang sangat menghargai bahan segar yang disajikan sedekat mungkin dengan bentuk alaminya. Ketika para koki mulai menggoreng sayuran dan ikan utuh sambil tetap mempertahankan rasa serta karakter aslinya, tempura pun benar-benar menjadi hidangan Jepang. \n\n\n\nPada saat itulah pula tempura beralih dari sekadar camilan di antara waktu makan menjadi hidangan lengkap tersendiri. sumber \n\n\n\nResep adonan tempura\n\n\n\n\n\n\tAdonan Tempura\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t2 butir telur200 g tepung terigu150 ml air dingin1 saset baking powder1 sejumput garam\t\n\t\n\t\t Campur semua bahan hingga adonan halus dan rata Celupkan bahan pilihan Anda ke dalam adonan, lalu goreng dalam minyak bersuhu 175 derajat hingga keemasan\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\n\n\n\n\nResep lain yang hampir pasti akan Anda sukai adalah resep tempura udang saya.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157966"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157966\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}