{"id":157900,"title":"Sate Ayam Serai","modified":"2026-07-18T14:43:09+02:00","plain":"Resep sate ayam serai yang lezat, dimarinasi hingga meresap dan siap membawa Anda langsung ke pasar jajanan kaki lima Vietnam\n\n\n\nDi Vietnam, sate ini dikenal dengan nama lengkap G\u00e0 xi\u00ean n\u01b0\u1edbng s\u1ea3 dan bisa ditemukan di seluruh negeri. Marinadenya berbahan dasar serai (ya, tentu saja), bawang putih, daun bawang, serta beberapa bahan lain yang dihaluskan hingga nyaris seperti pasta agar bumbu meresap sempurna ke dalam daging dan menghasilkan cita rasa yang luar biasa. Hasilnya? Hidangan yang pantas bersaing dengan menu restoran terbaik!\n\n\n\nBerbeda dengan sate teriyaki, sate yakitori, ataupun tsukune Jepang, hidangan ini benar-benar memiliki cita rasa yang khas.\n\n\n\nResep tsukune yang lezat\n\n\n\nApa itu sate ayam serai khas Vietnam?\n\n\n\nHidangan ini termasuk dalam kategori yang lebih luas dalam masakan Vietnam, yakni \u201csate daging panggang\u201d, yang disebut xi\u00ean n\u01b0\u1edbng. G\u00e0 berarti ayam, sedangkan s\u1ea3 berarti serai. Klasifikasi ini mengingatkan pada kelompok hidangan yang juga mencakup Moo Ping dalam masakan Thailand.\n\n\n\nPerbedaannya langsung terlihat: sate Thailand biasanya jauh lebih padat.\n\n\n\nmoo ping rumahan, salah satu hidangan Thailand favorit saya\n\n\n\nSeperti halnya Moo Ping, di Vietnam justru versi daging babi yang lebih sering dijumpai di kios-kios pasar malam, dan menurut saya inilah yang paling lezat. \n\n\n\nMenariknya, justru versi ayam yang kemudian lebih dikenal dalam imajinasi kuliner masyarakat Prancis. Sampai-sampai, permintaan resep ini bisa mencapai seperlima isi kotak masuk email saya. Memang enak, tetapi saya pribadi tetap lebih menyukai versi babi.\n\n\n\nTemukan versi Tiongkok dari daging babi karamel Vietnam\n\n\n\nBiasanya, sate Vietnam dibuat dalam dua tahap: pertama proses marinasi yang bisa berlangsung hingga 24 jam, lalu tahap pelapisan glasir yang dilakukan langsung saat memasak, baik di oven, wajan, maupun panggangan arang tradisional. \n\n\n\nBahan-bahan utama sate ayam serai\n\n\n\n\n\n\n\nSerai: sulit membuat sate serai tanpa serai. Biasanya, lapisan luar yang keras perlu dibuang, tetapi karena semua bahan akan diblender, langkah itu tidak terlalu diperlukan.\n\n\n\nGula palma: pilih yang berbentuk blok atau yang dalam toples (jauh lebih praktis), yang sering dijual sebagai gula kelapa. Gula ini memberi lapisan rasa ekstra dengan sentuhan akhir yang khas dan tradisional. Sering kali, jika rasa sate glasir khas Asia Tenggara terasa kurang pas, penyebabnya adalah bahan ini. Tentu saja, Anda bisa menggantinya dengan gula cokelat atau gula tebu dan hasilnya tetap enak, tetapi nuansanya akan sedikit berbeda.\n\n\n\n\n\n\n\nSaus ikan: kalau hanya punya saus ikan biasa pun sebenarnya sudah cukup bagus. Namun, jika ada supermarket Asia di dekat rumah, cobalah pilih yang kualitasnya baik. Jujur, bedanya terasa! Saya pribadi lebih suka Ph\u00fa Qu\u1ed1c. Saus ini juga digunakan untuk membuat saus nem rumahan yang lezat.\n\n\n\nSaus hoisin: jika Anda sering mengikuti situs ini, saus ini pasti sudah tidak asing lagi. Saus ini juga bisa Anda buat sendiri dengan resep saus hoisin saya, dan sering dipakai dalam aneka barbeku Asia, bahkan untuk memperkaya rasa Ph\u1edf autentik.\n\n\n\n\n\n\tSate Ayam Serai\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tBrochettes en bambou\t\n\t\n\t\t450 g paha ayam atas (tanpa tulang dan kulit, potong kecil-kecil)Bumbu marinasi1 batang serai (iris kasar)1 siung bawang putih (iris tipis)100 g daun bawang (iris kasar)5 lembar daun jeruk purut (iris kasar)1 sendok makan gula aren0.5 sendok teh garam0.5 sendok teh paprika bubuk0.25 sendok teh kunyit bubuk1 sendok teh tepung maizena1 sendok makan saus ikan0.25 sendok teh lada hitamGlasir1 sendok teh madu0.5 sendok teh saus hoisin\t\n\t\n\t\tSiapkan semua bahan untuk bumbu marinasi.Masukkan semua bahan bumbu marinasi (ya, semuanya) ke dalam blender, lalu haluskan hingga menjadi pasta yang lembut dan merata.Lumuri potongan ayam dengan bumbu marinasi di dalam mangkuk, lalu diamkan selama 30 menit, atau idealnya semalaman.Keluarkan dari kulkas 30 menit sebelum dipanggang.Rendam tusuk sate bambu dalam air selama 30 menit. Angkat, lalu keringkan dengan tisu dapur.Tusukkan ayam ke tusuk sate. Bungkus ujung tusuk yang terbuka dengan aluminium foil.Panaskan oven dengan mode kipas pada suhu tertinggi.Sementara itu, campurkan bahan glasir dalam mangkuk kecil.Untuk hasil yang lebih lezat, susun oven seperti ini: letakkan rak tepat di atas loyang agar tusuk sate bisa menggantung.Panggang selama 5 menit.Keluarkan dari oven, lalu dengan kuas dapur, segera olesi tusuk sate dengan campuran madu dan saus hoisin.Masukkan kembali ke oven selama 3 hingga 4 menit, sampai ayam berkaramel.\t\n\t\n\t\tSaya sangat menyarankan penggunaan paha ayam atas untuk sate ini. Dada ayam tidak mengandung cukup lemak, sehingga sate berisiko menjadi kering.\n\t\n\t\n\t\tBrochettes, Plat principalVietnamienne","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157900","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157900"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157900\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157900"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157900"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157900"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}