{"id":157891,"title":"Apa Itu Pasta Kari Kuning Thailand?","modified":"2026-07-18T14:43:00+02:00","plain":"Apa itu pasta kari kuning Thailand?&nbsp;\n\n\n\nPasta kari kuning adalah bahan pokok yang penting dalam masakan Thailand dan berbagai masakan Asia Tenggara lainnya. Sama seperti pasta kari merah dan pasta kari hijau Thailand, bumbu ini berupa pasta yang pedas dan aromatik, digunakan untuk memperkaya cita rasa beragam hidangan seperti kari, sup, tumisan, dan marinasi.\n\n\n\nPasta ini dibuat dari campuran herba dan rempah-rempah, termasuk kunyit yang memberi warna kuning khas, lada hitam, cabai kuning atau merah, lengkuas (rimpang yang mirip jahe), serai, ketumbar, jintan, dan banyak bahan lainnya. Semua bahan tersebut dihaluskan hingga menjadi pasta lembut yang praktis digunakan dalam masakan.&nbsp;\n\n\n\nAsal-usul kari kuning Thailand&nbsp;\n\n\n\nPasta kari kuning memang berasal dari Thailand dan digunakan dalam banyak hidangan tradisional setempat, seperti kari ayam Thailand. Kari kuning Thailand sendiri merupakan perpaduan beberapa rempah yang masuk terutama melalui para pedagang India dan Arab.&nbsp;\n\n\n\n\n\n\n\nKunyit, salah satu bahan utama pasta kari kuning, berasal dari India dan telah digunakan selama ribuan tahun dalam masakan India. Jintan, bahan penting lain dalam racikan ini, berasal dari kawasan Mediterania. \n\n\n\nFakta menarik: Selain dipakai dalam masakan, jintan dahulu juga digunakan di Mesir untuk proses mumifikasi para Firaun. Setelah itu, rempah ini diperkenalkan ke Asia Tenggara dan hingga kini juga banyak digunakan dalam masakan India. \n\n\n\nSebagian besar bahan penyusun pasta kari kuning berasal dari berbagai wilayah dan tersebar melalui perdagangan rempah pada masa lampau, tetapi pastanya sendiri jelas merupakan olahan khas Thailand.\n\n\n\nRasa kari kuning Thailand\n\n\n\nPasta kari kuning memiliki rasa pedas, sedikit manis, dan samar asam. Kunyit memberi warna khasnya sekaligus menghadirkan cita rasa yang lembut dan beraroma tanah. \n\n\n\nKetumbar menghadirkan kesegaran di lidah. Serai, seperti halnya lemon, menambahkan sentuhan sitrus, sementara bubuk cabai memberi kehangatan dan sensasi pedas. \n\n\n\nSantan juga kerap ditambahkan untuk mengencerkan campuran sekaligus melembutkan rasanya. Singkatnya, ini adalah pasta eksotis dengan perpaduan rasa yang saling melengkapi!\n\n\n\nKari kuning, kari hijau, dan kari merah, apa bedanya?&nbsp;\n\n\n\nWalau berbagi beberapa bahan yang sama, ketiganya berbeda cukup jelas dari segi warna, rasa, dan penggunaan. Banyak orang menganggap bahwa pasta kari hijau adalah yang paling pedas, meski tingkat pedasnya tetap bisa terasa berbeda bagi setiap orang. \n\n\n\nPasta ini dibuat dengan cabai hijau segar, sehingga warnanya hijau cerah dan rasanya pedas khas. Pasta kari merah umumnya sedikit lebih lembut, dengan warna merah tua yang berasal dari cabai merah (atau bubuk cabai) yang digunakan dalam pembuatannya. \n\n\n\nKeduanya bisa digunakan untuk hidangan daging, unggas, makanan laut, bahkan mi (cobalah resep mi kari merah Thailand!). \n\n\n\nMi kari merah Thailand\n\n\n\nSementara itu, pasta kari kuning umumnya yang paling lembut di antara ketiga jenis pasta kari. Bahan utamanya adalah kunyit, rempah yang rasanya cenderung tidak terlalu tajam. Karena itu, pasta ini sering dipakai dalam hidangan kari yang lebih ringan, berpadu dengan sayuran dan daging bertekstur lembut.\n\n\n\nCara menggunakan kari kuning Thailand dalam masakan\n\n\n\nSebagai bahan penting dalam masakan Thailand, pasta kari kuning bisa menambah cita rasa dan kedalaman pada banyak hidangan. Dipadukan dengan mi, nasi, atau sayuran tumis pun tetap enak; pada dasarnya ini adalah bahan yang sangat serbaguna.&nbsp;\n\n\n\nButuh inspirasi? Coba mi kari kuning ala Thailand. Sesuai selera, Anda bisa saling mengganti jenis pasta kari. Jika ingin hidangan mi yang lebih lembut, ganti pasta kari merah dengan pasta kari kuning.&nbsp;\n\n\n\n\n\n\n\nDalam masakan Thailand, pasta kari kuning juga sering digunakan untuk kari ayam. Tumis pasta kari bersama potongan ayam, sayuran, dan santan. Sajikan dengan nasi, lalu hidangan pun siap dinikmati! \n\n\n\nAnda akan mendapati bahwa pasta kari kuning sangat cocok dipadukan dengan unggas, jadi jangan ragu mencoba resep berbahan ayam. Pilihan lain, gunakan pasta kari kuning dalam vinaigrette dan marinasi untuk memberi sentuhan pedas yang tetap lembut. Anda juga bisa menambahkan sedikit ke dalam saus untuk pad thai\n\n\n\nApa pengganti pasta kari kuning Thailand?&nbsp;\n\n\n\nJika Anda tidak menemukan pasta kari kuning\u2014meski saat ini cukup jarang terjadi\u2014Anda bisa langsung menggunakan bubuk kari. Tambahkan jahe segar, dan hasilnya akan cukup mendekati pasta kari.&nbsp;\n\n\n\nTidak ada juga di rak? Ganti saja kari kuning dengan pasta kari merah atau kari hijau. Namun ingat, keduanya biasanya jauh lebih pedas daripada versi kuning! Semuanya kembali pada selera dan resep yang Anda buat.\n\n\n\nDi mana bisa menemukan kari kuning Thailand?&nbsp;\n\n\n\nKarena merupakan bahan yang umum dalam masakan Thailand, pasta kari kuning bisa ditemukan di sebagian besar toko bahan makanan Asia. \n\n\n\nAnda juga bisa menemukannya di beberapa supermarket besar. Jika tidak tersedia di toko setempat, Anda pun bisa memesannya secara online melalui situs yang khusus menjual bahan masakan Asia. Sebelum membeli, tetap periksa tanggal kedaluwarsanya untuk memastikan pastanya masih segar.\n\n\n\nBagaimana menyimpan kari kuning Thailand?&nbsp;\n\n\n\nPasta kari kuning sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es agar kesegaran dan rasanya tetap terjaga. Dalam kondisi dingin, pasta ini bisa bertahan 2\u20133 minggu, bahkan lebih; tetap utamakan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan.&nbsp;Jika buatan sendiri, masa simpannya sekitar satu minggu\n\n\n\n\n\n\tPasta Kari Kuning Thai\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t4 bawang merah besar4 bonggol bawang putih besar (bukan siung terpisah \u2014 gunakan SELURUH BONGGOL bawang putih)1 jahe segar sepanjang 15 cm5 cabai Thai kering utuh1.5 sendok makan garam2 sendok makan kunyit2 sendok makan bubuk kari mild2 sendok teh ketumbar bubuk3 sendok makan pasta serai4 gram daun dan batang ketumbar kering\t\n\t\n\t\tPanaskan oven hingga 180 derajat.Siapkan bahan aromatik: kupas bawang merah, lalu siram dengan minyak dan bungkus dengan aluminium foil. Kupas jahe, lalu iris tipis-tipis.Susun dalam satu lapisan, siram dengan minyak, lalu bungkus dengan aluminium foil. Lepaskan kulit luar bawang putih. Potong bagian atas setiap bonggol agar siung-siungnya sedikit terbuka. Siram dengan minyak, lalu bungkus tiap bonggol bawang putih dengan aluminium foil.Memanggang bahan aromatikLetakkan semua bungkusan aluminium foil di atas loyang, lalu panggang selama 15 menit.Keluarkan jahe (teksturnya seharusnya sudah empuk), naikkan suhu oven menjadi 200 derajat, lalu panggang kembali bawang merah dan bawang putih selama 30 menit hingga berwarna keemasan dan sangat harum.Setelah cukup dingin, keluarkan siung-siung bawang putih dari kulitnya.CabaiSementara bahan aromatik dipanggang, siram cabai dengan air mendidih agar kembali lunak. Rendam selama 15 menit, lalu buang airnya.Membuat pastaMasukkan semua bahan ke dalam blender yang sangat kuat. Blender sebentar-sebentar atau haluskan hingga pasta kari kuning mencapai kekentalan yang diinginkan.\t\n\t\n\t\tResep ini menghasilkan sekitar 1.5 hingga 2 toples pasta kari.\nPasta ini tahan sekitar satu minggu di lemari es dan juga sangat cocok dibekukan!\n\t\n\t\n\t\tCondimentTha\u00eflandaisep\u00e2te de curry jaune","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157891","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157891"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157891\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}