{"id":157887,"title":"Jajangmyeon Autentik &#8211; Mi Korea dengan Saus Kacang Hitam","modified":"2026-07-18T14:42:56+02:00","plain":"Resep autentik mi saus kacang hitam yang legendaris\n\n\n\nJajangmyeon (\uc790\uc7a5\uba74) atau Jjajangmyeon (\uc9dc\uc7a5\uba74), hidangan ikonis dalam masakan Korea, kerap muncul dalam adegan-adegan berkesan di drama Korea. Di sana, semangkuk mi ini sering menjadi penghubung antartokoh pada momen-momen penting, mulai dari rekonsiliasi yang mengharukan hingga pertemuan baru yang penuh harapan.\n\n\n\nHidangan mi dengan saus kacang hitam yang kaya rasa ini bukan sekadar sajian lezat; ia juga merepresentasikan emosi dan kisah-kisah yang terjalin erat dalam budaya Korea.\n\n\n\n Japchae adalah jenis mi Korea lainnya\n\n\n\nApa itu Jajangmyeon?\n\n\n\nIni adalah hidangan mi yang sangat populer, disajikan dengan siraman saus kacang hitam. Sausnya terbuat dari chunjang (\ucd98\uc7a5, pasta kedelai hitam asin), daging babi potong dadu (atau jenis daging lain), dan aneka sayuran. Jajangmyeon juga terkenal karena rivalitasnya dengan Jjamppong; orang Korea memang kerap terbelah soal mana yang paling enak.\n\n\n\n Resep jjamppong\n\n\n\nBerbeda dari japchae yang cenderung ringan, jajangmyeon justru menghadirkan rasa yang kaya, mengenyangkan, dan menenangkan. Hidangan ini bisa ditemukan di seluruh Korea, terutama di restoran Korea-Tionghoa. Kenapa? Saya akan ceritakan semuanya.\n\n\n\nAsal-usul Tionghoa\n\n\n\nJajangmyeon pertama yang tercatat secara resmi berasal dari restoran bernama Gonghwachun (\uacf5\ud654\ucd98) di kawasan Pecinan Incheon pada tahun 1905. Diperkenalkan oleh para pedagang Tionghoa, cita rasanya kemudian berkembang seiring waktu agar sesuai dengan lidah orang Korea. Namun pada mulanya, hidangan ini berakar dari hidangan Tionghoa Zha Jiang Mian, yang menggunakan bahan-bahan nyaris serupa, kali ini disesuaikan dengan selera Tionghoa.\n\n\n\nResep Zha Jiang Mian versi saya\n\n\n\nApa itu Hari Hitam di Korea?\n\n\n\nTanggal 14 April, yang dikenal sebagai Hari Hitam di Korea, jangan sampai tertukar dengan Black Friday di Amerika yang identik dengan demam belanja. Bukan itu! Di Korea, tanggal ini justru diperuntukkan bagi para lajang yang, karena tidak menerima hadiah pada Hari Valentine (14 Februari) dan White Day (14 Maret), mencari hiburan dalam kebersamaan sambil menikmati semangkuk jajangmyeon.\n\n\n\n tangsuyuk, babi goreng Korea juga berasal dari masakan Tionghoa\n\n\n\nBayangkan: saat sebagian orang berebut televisi diskon terakhir, teman-teman kita di Korea justru berkumpul di sekeliling hidangan yang menenangkan, berbagi bukan kupon potongan harga, melainkan kisah cinta dan mungkin juga beberapa air mata... karena tertawa!\n\n\n\nIni adalah cara yang lezat untuk merayakan masa lajang, sambil mengingat bahwa dalam hidup, tidak semuanya sehitam saus mi ini.\n\n\n\nBahan utama Jajangmyeon\n\n\n\n\n\n\n\nMi udon: Menjadi dasar hidangan ini, dengan tekstur kenyal lembut yang khas dan peran penting dalam masakan Asia.\n\n\n\nPasta kacang hitam Korea (Chunjang): Memberikan rasa utama pada saus jajang, dengan cita rasa umami yang pekat dan khas.\n\n\n\nArak Shaoxing: Arak beras yang digunakan untuk memarinasi daging babi dan memperkaya saus, menghadirkan rasa yang dalam dengan sedikit sentuhan asam.\n\n\n\nJamur shiitake: Menambah tekstur sekaligus umami, sehingga cita rasa saus semakin kuat.\n\n\n\nSawi putih: Memberi kerenyahan dan sedikit rasa manis untuk menyeimbangkan kekayaan saus.\n\n\n\nLemak babi: Bagian pilihan dengan kandungan lemak tinggi yang memberi kekayaan rasa dan tekstur lembut pada saus.\n\n\n\n\n\n\tJajangmyeon Autentik - Mi Korea Saus Kacang Hitam\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWok\t\n\t\n\t\t500 g mi jajangmyeon (atau udon siap masak)0.5 bawang bombai ukuran sedang (potong dadu kecil)0.5 zukini (potong dadu kecil)1 kentang besar (potong dadu kecil)4 jamur shiitake segar (iris tipis)0.25 sawi putih kecil (potong-potong)300 g samcan (tanpa garam, potong dadu)Bumbu marinasi babi0.5 sendok makan arak Shaoxing2.5 sejumput garam2.5 sejumput lada hitam bubuk1 sejumput jahe bubukSaus jajang homemade3 sendok makan pasta kacang hitam Korea (Chunjang)45 g lemak babi1 sendok makan gula merah2 sendok makan arak Shaoxing120 ml kaldu ayam120 ml air2 sendok makan tepung pati kentang + air dengan jumlah yang sama (aduk rata)Pelengkap0.5 mentimun (iris korek api)kacang polong atau jagung manis (kalengan, opsional)telur rebus (opsional)\t\n\t\n\t\tBilas daging babi dengan air dingin, lalu keringkan dengan tisu dapur.Tambahkan semua bahan marinasi ke daging babi. Aduk rata, lalu diamkan selama 15 menit.Panaskan wok hingga bagian dasarnya benar-benar panas. Masukkan lemak babi, lalu lelehkan di dalam wok.Masukkan pasta kacang hitam, lalu aduk terus di atas api sedang selama 3 hingga 5 menit.Tambahkan gula merah, lalu aduk selama 2 hingga 3 menit.Angkat pasta kacang hitam tanpa lemaknya, lalu sisihkan. Biarkan minyaknya tetap di dalam wok untuk langkah berikutnya. Jaga wok tetap panas.Masukkan daging babi ke dalam wok, lalu aduk hingga setengah matang.Tambahkan bawang bombai, zukini, dan kentang, lalu aduk hingga sekitar sepertiga matang, selama 3 hingga 5 menit.Tambahkan jamur dan sawi putih, lalu aduk selama 2 hingga 3 menit.Masukkan kembali pasta kacang hitam yang sudah dimasak ke dalam wok, lalu aduk bersama sayuran selama 1 hingga 2 menit.Tambahkan kaldu ayam, air, dan arak Shaoxing. Biarkan mendidih perlahan selama 5 hingga 7 menit di atas api sedang. (Jika memungkinkan, tutup wok agar proses memasak lebih cepat.)Sementara itu, didihkan air dalam panci. Setelah mendidih, masukkan mi dan rebus selama 3 hingga 5 menit.Bilas mi dengan air dingin, lalu tiriskan. Pindahkan ke dalam mangkuk.Tambahkan campuran tepung pati dan air ke dalam wok, lalu aduk. (Langkah ini akan mengentalkan saus dan menjadi tahap terakhir dalam pembuatan saus kacang hitam.)Tuangkan saus kacang hitam di atas mi. Sajikan apa adanya, atau beri pelengkap berupa irisan mentimun, kacang polong, jagung manis, atau telur rebus.Aduk rata saus dan mi dengan sumpit sebelum disantap.\t\n\t\n\t\tAnda bisa mengganti mi ini dengan udon sesuai selera. Resepnya juga mudah disesuaikan, tetapi kunci utamanya tetap ada pada sausnya.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalCor\u00e9enne","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157887"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157887\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}