{"id":157858,"title":"Thai Iced Tea &#8211; Teh Es Thai","modified":"2026-07-18T14:42:26+02:00","plain":"Teh es Thai buatan sendiri yang kaya, lembut, dan berwarna oranye khas\n\n\n\nDi Bangkok, hawa panas di penghujung sore terasa menekan seperti sirup gula aren. Tuk-tuk menderu di jalanan yang ramai, sementara penjepit logam seorang pedagang kaki lima berdenting menghantam kotak pendingin yang penyok. Di balik kepulan uap, ia mengangkat sebuah kaleng timah dan menuangkan aliran teh panas yang melengkung ke dalam gelas berisi es serut. \n\n\n\nCairan yang mendesis itu seketika berpola marmer, lalu aliran susu kental manis mengembang menjadi pusaran lembut. Tegukan pertama mula-mula terasa tanik, lalu lembut, dan akhirnya sangat manis. Lebih dari sekadar pelepas dahaga di tengah panas, teh es Thai menceritakan kisah jalur perdagangan dan kecerdikan masyarakat setempat.\n\n\n\nMinuman lain yang tak kalah memikat secara visual adalah ube latte\n\n\n\nAsal-usul teh es Thailand\n\n\n\nTeh mulai masuk ke istana kerajaan Siam sejak abad ke-17, dinikmati panas tanpa banyak tambahan oleh kalangan elite yang menyukai daun teh Tiongkok karena aromanya yang halus. Namun, dua revolusi industri kemudian mengubah segalanya. Pada&nbsp;1893, Nestl\u00e9 mulai mengirimkan susu kental manis kalengan ke kerajaan tersebut. Sepuluh tahun kemudian, pabrik es pertama di Bangkok memotong balok es dari sungai menjadi kubus-kubus kristalin. \n\n\n\nTiba-tiba, teh bisa disajikan sekaligus lembut dan dingin di negeri yang nyaris tak mengenal kesejukan. Para pedagang India memopulerkan kebiasaan minum chai dengan susu, sementara para pengusaha Tionghoa-Thai menyesuaikannya dengan selera lokal yang menyukai manis yang lebih tegas.\n\n\n\nKalau kamu suka minuman Asia, coba juga bubble tea talas saya\n\n\n\nTahap berikutnya terjadi pada&nbsp;1945, ketika Cha Tra Mue hadir di Bangkok. Para pendirinya mengganti Ceylon yang mahal dengan Assam yang lebih pekat dan terjangkau, lalu mempertegas warna merah bata seduhan dengan bantuan pewarna makanan agar pelanggan bisa membedakan teh dari kopi setelah susu ditambahkan. \n\n\n\nDari sinilah lahir segelas minuman oranye menyala yang bahkan dari kejauhan sudah mengisyaratkan rasanya. Dalam beberapa tahun, cha yen&nbsp;menjadi minuman wajib di kafe, dan pada&nbsp;2023 TasteAtlas menempatkannya di peringkat ketujuh minuman non-alkohol terbaik di dunia.\n\n\n\nApa yang membuatnya autentik&nbsp;: bahan-bahan dan teknik para penjual\n\n\n\nKeautentikannya dimulai dari teh yang kuat&nbsp;: teh Assam berdaun pecah atau campuran teh Thailand siap pakai, sedikit beraroma vanila, diberi pewarna makanan E110 (Kuning&nbsp;No. 6), kadang dipadukan dengan warna lain, untuk menghasilkan kilau terakota yang khas. \n\n\n\nPara penjual memasukkan takaran daun teh ke dalam \u201ckaus kaki teh\u201d dari kain, menyiramnya dengan air mendidih, lalu \u201cmenarik\u201d seduhan itu dari satu teko ke teko lain untuk memberi udara dan melepaskan tanin. Konsentratnya nyaris sehitam tinta&nbsp;: jaminan agar rasanya tetap terasa saat nanti bercampur dengan es.\n\n\n\nDengan sedikit bahan yang mudah ditemukan di sini, tak ada alasan untuk tidak mencoba!\n\n\n\nGula dan curahan susu kental manis yang royal dimasukkan selagi cairannya masih sangat panas. Manis ganda ini menghadirkan apa yang oleh orang Thai disebut \u201c\u0e2b\u0e27\u0e32\u0e19 \u0e21\u0e31\u0e19\u201d (wan-man), yaitu rasa yang sekaligus manis dan kaya, sehingga minuman ini tetap terasa seperti hidangan penutup bahkan saat es mulai mencair. Campuran panas ini kemudian dituangkan di atas gunungan es serut hingga langsung mendingin. Lapisan susu kental lalu mengapung di permukaan, membentuk gelombang yang perlahan turun dan memarmerkan isi gelas.\n\n\n\nKarakter akhir teh susu ini mudah dijelaskan, tetapi sulit ditiru&nbsp;: tulang punggung tanik untuk strukturnya, bagian tengah yang lembut untuk memberi tubuh, dan jejak karamel di akhir yang bertahan cukup lama untuk mengundang tegukan berikutnya. Gantilah satu unsur saja (teh yang kurang pekat, gula putih biasa, atau susu pengganti), maka keseimbangannya akan goyah, menyisakan minuman yang mungkin tetap enak tetapi bukan lagi&nbsp;cha yen yang sesungguhnya.\n\n\n\nCha yen autentik, singkatnya\n\n\n\n\nCita rasa khas&nbsp;:&nbsp;teh hitam&nbsp;yang tegas, sedikit vanila, dan nyaris tanpa rempah masala yang menonjol.\n\n\n\nWarna oranyenya kini berasal dari pewarna makanan&nbsp;; secara historis, yang digunakan adalah kelopak safflower atau biji asam jawa panggang.\n\n\n\nProfil ideal mengikuti mantra lokal \u201c\u0e2b\u0e27\u0e32\u0e19 \u0e21\u0e31\u0e19\u201d (wan-man)&nbsp;: semanis dan sekaya itu.\n\n\n\n\nMitos dan variasi kontemporer\n\n\n\nTerlalu banyak rempah&nbsp;?&nbsp;Bunga lawang&nbsp;dan kapulaga tidak wajib. Di trotoar Bangkok, rempah apa pun yang mungkin digunakan (ini penting: sama sekali tidak wajib menambahkan apa pun selain teh) biasanya sudah ada di dalam campuran tehnya&nbsp;; para penjual jarang sekali melempar rempah utuh ke dalam panci.\n\n\n\nApakah santan merupakan \u201ctradisi\u201d&nbsp;?&nbsp;Itu adalah reinterpretasi vegan abad ke-21 yang memang lezat, tetapi secara historis tidak tepat.\n\n\n\nBandingkan beberapa gelas, dan Anda akan melihat dua gaya. Versi kaki lima berwarna oranye terang, sangat manis, dan diberi topping susu kental manis kalengan. Banyak kafe Barat mengurangi kadar gula, mengganti susu kental manis dengan krim cair ringan, dan menghilangkan lapisan susu di atasnya, sehingga menghasilkan minuman yang lebih pucat dan lebih ringan.\n\n\n\nDi Thailand Selatan, penyeduhannya menjadi sebuah atraksi&nbsp;: cha chak, atau \u201cteh tarik\u201d, dituangkan dari satu teko ke teko lain hingga membentuk busa, lalu disajikan panas atau dingin. Sementara itu, versi hijau beraroma melati&nbsp;juga memikat para kreator konten kuliner. \n\n\n\nOrang Thai kerap menikmati cha yen&nbsp;bersama cakwe pa thong ko&nbsp;atau hidangan kari hijau&nbsp;maupun tumisan apa pun yang bikin lidah bergoyang&nbsp;: gula dan lemak pun berperan sebagai penyeimbang yang menenangkan.\n\n\n\n\n\n\tThai Iced Tea - Teh Es Thailand\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t5 kantong teh hitam0.5 sendok teh pewarna makanan oranye (FD&amp;C Yellow #6 atau E110)480 ml air (mendidih)15 g gula (pasir)60 ml susu kental manis60 g susu bubuk1 sejumput garames batu (untuk penyajian)\t\n\t\n\t\tPersiapanMasukkan kantong teh ke dalam mangkuk besar.Didihkan air.Tuangkan air mendidih ke atas kantong teh, lalu biarkan terendam selama mungkin.Tambahkan pewarna makanan oranye, lalu aduk hingga rata.Masukkan gula pasir, susu kental manis, susu bubuk, dan garam, lalu aduk hingga larut.Tambahkan sedikit lagi pewarna makanan jika perlu untuk mendapatkan warna oranye khas.Dinginkan di kulkas selama sekitar satu jam.Isi gelas besar dengan es batu, lalu tuang teh di atasnya.\t\n\t\n\t\tSesuaikan jumlah pewarna hingga mendapatkan warna yang Anda inginkan.\n\t\n\t\n\t\tBoissonsTha\u00eflandaise\t\n\n\n\n\n\nSumber kuliner\n\n\n\n\nPunpromotion \u2013 \u201cSejarah Teh Thailand\u201d&nbsp;: asal-usul \u201ccha \u0e2a\u0e35\u0e2a\u0e49\u0e21\u201d yang terkenal, serta perubahan nama dan warnanya\n\n\n\nBangkok Biz News \u2013 \u201c\u0e0a\u0e32\u0e44\u0e17\u0e22\u201d peringkat minuman terbaik ke-7 di dunia&nbsp;: kilas balik sejarah dan pengakuan internasional\n\n\n\nThe Matter \u2013 \u201c\u0e40\u0e23\u0e37\u0e48\u0e2d\u0e07\u0e0a\u0e32\u0e44\u0e17\u0e22\u0e09\u0e1a\u0e31\u0e1a\u0e27\u0e34\u0e19\u0e40\u0e17\u0e08\u201d&nbsp;: investigasi tentang siapa yang pertama memasukkan es batu ke dalam teh, serta demam Thai tea di seluruh dunia\n\n\n\nTeh Thailand \u2013 Wikipedia&nbsp;: entri ensiklopedis tentang bahan-bahan dan variasinya\n\n\n\nResep Thai Iced Tea \u2013 Serious Eats&nbsp;: resep terperinci dan panduan takaran rempah\n\n\n\nThai Iced Tea (\u0e0a\u0e32\u0e40\u0e22\u0e47\u0e19) \u2013 EatingThaiFood&nbsp;: metode \u201cjajanan kaki lima autentik\u201d langkah demi langkah\n\n\n\nCara Membuat Thai Iced Tea Seperti di Thailand \u2013 Hot Thai Kitchen&nbsp;: video dan tips untuk meniru versi lokal\n\n\n\nThai Iced Tea \u2013 Alton Brown&nbsp;: versi rumahan dari minuman ikonis ini\n\n\n\nMembuat Thai Iced Tea dari Nol \u2013 Tea in the Ancient World&nbsp;: ulasan tentang racikan teh dan pewarna tradisional","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157858","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157858"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157858\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32220"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}