{"id":157839,"title":"Resep siu mai (\u70e7\u5356) &#8211; pangsit kukus khas Tiongkok","modified":"2026-07-18T14:42:00+02:00","plain":"Siu mai, yang juga dikenal sebagai xiu mai atau bahkan \u00ab bouchons \u00bb di Pulau R\u00e9union, adalah salah satu dim sum favorit saya. Kenapa? Mudah dilipat, isinya lezat dan juicy: saya bisa menyantap puluhan buah tanpa perut terasa begah setelahnya. Benar-benar enak sekaligus ringan.\n\n\n\nApa itu siu mai?\n\n\n\nBerasal dari Tiongkok utara, siu mai kemudian menyebar ke seluruh Tiongkok, lalu ke berbagai penjuru dunia, sambil mengadopsi beragam bentuk agar sesuai dengan selera setempat. Misalnya, di Pulau R\u00e9union, kudapan kukus ini dikenal dengan nama bouchons r\u00e9unionnais. \n\n\n\nBouchons khas Pulau R\u00e9union yang terkenal, dimasak dalam keranjang kukus\/penanak nasi\n\n\n\nAnda mungkin sudah pernah mencoba versi Kanton yang sangat populer ini; siu mai adalah menu wajib di restoran-restoran Tiongkok di seluruh dunia. \n\n\n\nBentuknya sangat sederhana: pangsit kukus \u00ab terbuka \u00bb dengan isian di bagian atas. Bayangkan silinder kecil setengah tertutup yang begitu menggugah selera. Singkatnya, cukup bikin ngiler. Sekarang, mari bahas sedikit penjelasan tambahan sebelum masuk ke resep.\n\n\n\nUntuk hidangan dim sum yang lengkap, sajikan siu mai bersama xiao long bao\n\n\n\nMengapa daging babi \u00ab dicuci \u00bb?\n\n\n\nSaat restoran dim sum menyajikan daging babi, tampilan yang secara tradisional mereka inginkan biasanya jauh lebih pucat dan cerah (berbeda dari warna gelap, hangus, dan berasap pada daging babi bakar).\n\n\n\nPada dasarnya, ini adalah pilihan estetika. Membilasnya juga membantu mengurangi aroma darah.\n\n\n\nNamun, perlu diingat: semakin lama Anda membilasnya, semakin banyak nutrisi dalam bahan makanan yang ikut berkurang (misalnya zat besi).\n\n\n\n\n\n\tSiu Mai (\u70e7\u5356) - pangsit kukus khas Tiongkok\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tpanier vapeur\t\n\t\n\t\tBahan utama20 kulit siu mai (bisa juga memakai kulit wonton)227 g daging babi113 g udang (kupas dan buang uratnya)4 jamur shiitake kering15 g wortel (cincang halus untuk hiasan)Marinasi1 sendok makan kecap asin ringan2 sendok makan saus tiram0.5 sendok teh garam2 sendok teh gula2 sendok makan tepung maizena0.5 sendok teh soda kue2 sendok makan air0.5 sendok teh lada putih1 sendok teh kaldu ayam bubuk1 sendok makan minyak wijen1 sendok teh minyak bunga matahariKulit siu mai100 g tepung terigu50 ml air panas1 kuning telurtepung maizena (untuk taburan)\t\n\t\n\t\tKulit siu maiDalam mangkuk besar, tuang air sedikit demi sedikit ke dalam tepung sambil diadukTambahkan kuning telur, lalu uleni hingga adonan halusTutup adonan dan diamkan selama 30 menitBagi adonan menjadi potongan masing-masing sekitar 5 gBulatkan adonan, pipihkan, lalu gilas hingga berbentuk cakram berdiameter sekitar 7,5 cm. Taburi tepung maizena secukupnya agar tidak saling menempelSambil membentuk sisa cakram, tutup adonan dengan kain lembap Persiapan bahanRendam jamur shiitake dalam air panas selama 10-15 menit hingga lunak. Lalu peras sekuat mungkin untuk mengeluarkan airnya. Iris sangat halus.Iris daging babi, potong memanjang, lalu cincang halus. Rendam dalam air sambil dipijat selama 1-2 menit. Diamkan 10-15 menit. Setelah itu, tiriskan dalam saringan dan peras sekuat mungkin untuk mengeluarkan sisa air. Tips: bungkus dengan kain bersih agar lebih mudah diperas.Bungkus udang dengan tisu dapur dan tekan untuk mengeluarkan kelembapan sebanyak mungkin. Cincang menjadi potongan kecil.Potong wortel menjadi irisan, lalu bentuk korek api, kemudian cincang sangat halus.MarinasiDalam mangkuk, campurkan daging babi dengan semua bahan marinasi selama 2-3 menit hingga rata. Diamkan selama 15 menit.Tambahkan jamur dan udang. Aduk rata selama beberapa menit, tutup, lalu simpan di kulkas selama 4-8 jam.Membentuk siu maiLetakkan selembar kulit di telapak tangan.Taruh sekitar 1 sendok teh isian di atas kulit, lalu ratakan perlahan tanpa dipadatkan.Bentuk lingkaran dengan telunjuk dan ibu jari, lalu letakkan kulit di atasnya. Bentuk corong dengan jari-jari lainnya.Gunakan bagian belakang sendok untuk mendorong isian ke tengah kulit, tepat ke lubang yang dibentuk oleh jari-jari Anda.Padatkan isian di dalam kulit dengan bantuan sendok sambil menekan sisi-sisinya dengan jari. Putar siu mai beberapa kali agar bentuknya rapi.Tekan bagian bawah siu mai agar sebagian isian terdorong ke atas, lalu ratakan permukaannya dengan sendok.Jika isiannya kurang, tambahkan lagi sedikit demi sedikit lalu ulangi prosesnya. Memang agak sulit dijelaskan lewat tulisan, tetapi lama-lama Anda akan terbiasa.Tambahkan sedikit wortel cincang di atas setiap siu maiKukus selama sekitar 12 menit.\t\n\t\n\t\tBisakah siu mai dibekukan?\nBisa,\u00a0SEBELUM DIMASAK. Siu mai dapat disimpan sekitar 1 bulan di freezer. Caranya mudah:\n\nSusun siu mai di atas loyang besar dengan jarak yang cukup, lalu masukkan ke freezer selama 2 jam.\nSetelah beku, pindahkan ke kantong plastik. Langkah ini mencegah siu mai saling menempel.\nBiarkan siu mai mencair sepenuhnya di kulkas sebelum digunakan. Jadi, keluarkan dari freezer sehari sebelumnya.\n\n\t\n\t\n\t\tEntr\u00e9eChinoisebouchon vapeur, siu mai, xiu mai","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157839"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157839\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}