{"id":157826,"title":"Ayam Goreng Korea dengan Air Fryer","modified":"2026-07-18T14:41:45+02:00","plain":"Apa yang lebih menggugah selera daripada ayam goreng ala Korea ini? Potongan ayam yang garing dan renyah, dilapisi saus gochujang yang lengket, pedas, dan manis. Untuk camilan yang benar-benar bikin ketagihan, kombinasi ini selalu juara. Lebih praktis lagi, semuanya dimasak dengan air fryer\n\n\n\nApa itu ayam goreng ala Korea?\n\n\n\nMirip dengan ayam goreng Amerika, ayam goreng ala&nbsp;Korea dibalut lapisan renyah, lalu dilumuri saus yang lengket, manis, dan pedas. Saus pedas ini dibuat dari pasta cabai Korea yang disebut&nbsp;gochujang, yang bukan hanya pedas, tetapi juga kaya rasa.\n\n\n\nCoba juga nugget air fryer\n\n\n\nSama seperti ayam karaage&nbsp;Jepang versi saya, ayam goreng Korea biasanya digoreng dua kali. Penggorengan pertama berfungsi mengunci bagian luar dan mulai membentuk kerenyahan, lalu penggorengan kedua dilakukan pada suhu yang lebih tinggi agar hasilnya ekstra renyah. Kalau suka, Anda juga bisa mencoba resep tender ayam Korea saya. \n\n\n\nNamun di sini, kita akan menggunakan air fryer untuk menghemat waktu karena tidak perlu menggoreng dua kali, bahkan tanpa menggoreng dalam minyak sama sekali.\n\n\n\nResep ayam karaage saya\n\n\n\nBalutannya cukup sederhana, yaitu campuran tepung maizena (atau pati jagung). Secara tradisional, yang digunakan adalah pati kentang. \n\n\n\nBagaimana cara menikmati ayam goreng Korea?\n\n\n\nHidangan ini biasanya disajikan dengan acar lobak Korea sebagai pendamping, lalu dinikmati bersama minuman beralkohol seperti bir atau soju.\n\n\n\n popcorn chicken Taiwan&nbsp;juga dinikmati dengan cara yang sama&nbsp;\n\n\n\nFaktanya, hidangan ini begitu sering disajikan bersama bir di Korea hingga perpaduan ini dikenal dengan sebutan \u201cchimaek\u201d, gabungan dari kata \u201cchikin\u201d (ayam goreng) dan \u201cmaekju\u201d (bir).\n\n\n\nSumber resep\n\n\n\nResep lezat ini dibagikan dengan baik hati oleh Max, seorang penggemar masakan Korea yang menyalurkan kecintaannya pada kuliner ini melalui kanal YouTube \u201cMax Tries Korean Food\u201d. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap beserta tips praktis, jangan ragu menonton video detailnya di kanal YouTube-nya. Untuk inspirasi kuliner lainnya dan mengikuti petualangan gastronominya, ikuti juga Max di Instagram @maxtrieskoreanfood.\n\n\n\n\n\n\tAyam Goreng Korea ala Air Fryer\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tair fryer\t\n\t\n\t\t500 g potongan ayam (paha atau sayap)100 g tepung pati (dari kentang atau jagung)200 g tepung terigu100 mL air1 butir telurGaram dan lada secukupnya30 g biji wijen untuk taburanSaus30 mL kecap asin rendah garam15 g gochujang15 g gochugaru2 siung bawang putih30 g gula30 g ketchup30 g sirup jagung (atau madu)\t\n\t\n\t\tAyamBuat adonan dari setengah bagian tepung terigu, telur, tepung pati, dan air.Di wadah lain, campurkan sisa tepung dengan garam dan lada.Celupkan setiap potong ayam ke dalam adonan basah, lalu baluri dengan campuran tepung kering.Susun ayam di dalam air fryer tanpa saling bersentuhan, lalu masak pada 200\u00b0C selama 15 menit. Balik ayam di pertengahan waktu memasak.SausParut bawang putih.Dalam shaker, campurkan semua bahan saus.Tuang saus ke dalam wajan, didihkan, lalu masukkan ayam yang sudah matang dan aduk hingga terbalut rata.Tambahkan 1 sendok makan biji wijen, lalu aduk rata.PenyajianTaburi ayam dengan sisa biji wijen.\t\n\t\n\t\tSebaiknya olesi keranjang air fryer dengan sedikit minyak agar ayam tidak lengket. Pastikan juga potongan ayam diberi jarak agar sirkulasi udara tetap optimal, sehingga ayam matang merata dan balurannya keemasan sempurna.\u00a0\nAnda juga bisa menyemprotkan sedikit minyak ke permukaan ayam.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalCor\u00e9enne","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157826","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157826"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157826\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12218"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}