{"id":157825,"title":"Ayam Mete","modified":"2026-07-18T14:41:44+02:00","plain":"Ayam memang punya keistimewaan: daging ini sangat cocok dipadukan dengan aneka kacang, khususnya kacang mede, hingga lahirlah hidangan klasik ayam kacang mede \n\n\n\nKalau Anda belum pernah mencobanya, rasanya hampir mustahil ditebak hanya dari daftar bahannya. Inilah tipe hidangan ajaib yang menghadirkan rasa kompleks dan lezat yang sulit didapat dengan cara lain, dan hari ini saya akan membagikan rahasianya kepada Anda\n\n\n\nResep ayam almond saya juga layak dicoba kalau Anda menyukai hidangan seperti ini\n\n\n\nTips membuat ayam kacang mede\n\n\n\n\nJangan abaikan maizena dalam saus, karena bahan inilah yang memberi tekstur khas pada sausnya.\n\n\n\n\nUntuk saus, konsepnya kurang lebih sama di banyak resep. Saus putih ala Tiongkok, saus asam-manis, saus manis-gurih, saus ayam General Tao, saus ayam bawang putih madu, \u2026 semuanya punya satu bahan yang sama: maizena. Inilah rahasia saus Asia yang kental dan mengilap. Dalam resep ini, maizena dimasukkan ke dalam marinasi, tetapi prinsipnya tetap sama.\n\n\n\nSatu-satunya kekurangan saus kental seperti pada ayam kacang mede adalah teksturnya tidak bertahan lama. Saya yakin Anda pernah memesan makanan Tiongkok, lalu keesokan harinya mendapati potongan daging dengan saus yang sudah sangat encer. \n\n\n\nItu karena maizena hanya mampu mempertahankan teksturnya yang bagus selama sekitar satu jam saja.\n\n\n\nBiasanya, saat hal seperti ini terjadi, saya memanaskan sisa makanan di panci lalu menambahkan sedikit maizena lagi (setelah semua bahannya panas) untuk mengembalikan teksturnya. Sering kali cara ini berhasil, meski ada juga beberapa hidangan yang tetap tidak bisa diselamatkan. Kalau diperkirakan, tingkat keberhasilannya sekitar 80%.\n\n\n\nKalau Anda menyukai gaya hidangan seperti ini, Anda juga akan suka ayam serai. Rasanya memang sedikit berbeda dari ayam kacang mede, tetapi konsep hidangannya tetap mirip\n\n\n\n\n\n\tAyam Tumis Kacang Mete\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t150 g kacang mete panggang tanpa garam60 ml air2 sendok teh  tepung maizena4 sendok makan  saus hoisin1 sendok makan  kecap asin rendah garam700 g dada ayam atau fillet ayam tanpa tulang dan tanpa kulit, potong-potong0.5 sendok teh  garam0.25 sendok teh  lada hitam2 sendok makan  minyak nabati6 siung bawang putih ukuran sedang, cincang8 batang daun bawang, bagian putih dan hijau dipisahkan, lalu masing-masing dipotong sepanjang sekitar 1 cm2 sendok makan  cuka beras0.25 sendok teh  minyak wijen\t\n\t\n\t\t Sebarkan kacang mete di atas loyang dalam satu lapisan. Panggang dalam oven bersuhu 180\u00b0C selama sekitar 5 menit. Sisihkan. Sementara itu, siapkan saus: dalam mangkuk kecil, kocok air, tepung maizena, saus hoisin, dan kecap asin rendah garam hingga rata. Sisihkan. Masukkan potongan ayam ke dalam mangkuk besar. Taburi dengan garam dan lada hitam, lalu aduk hingga terbalut rata. Dalam wajan besar, panaskan 1 sendok makan minyak dengan api besar hingga sangat panas. Masukkan setengah bagian ayam, lalu tumis sampai sedikit kecokelatan tetapi belum matang sepenuhnya, sekitar 3 menit. Angkat dan pindahkan ke piring. Tambahkan sisa 1 sendok makan minyak ke dalam wajan, lalu masukkan sisa ayam, bawang putih, dan bagian putih daun bawang. Tumis sampai ayam sedikit kecokelatan tetapi belum matang sepenuhnya, sekitar 3 menit. Kembalikan ayam yang sudah ditumis sebelumnya ke dalam wajan. Kecilkan api menjadi sedang, lalu tambahkan cuka beras; masak hingga menguap, sekitar 30 detik. Tuangkan campuran saus ke atas ayam; masak sambil diaduk hingga ayam matang sempurna dan saus mengental, sekitar 1 menit. Angkat dari api. Masukkan bagian hijau daun bawang, kacang mete, dan minyak wijen, lalu aduk rata. Sajikan segera. (Menurut saya, paling nikmat disajikan dengan nasi sushi.)","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157825\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}