{"id":157812,"title":"Ayam Serai","modified":"2026-07-18T14:41:33+02:00","plain":"Belakangan ini, saya lagi sangat ngidam masakan Vietnam, apalagi menemukan restoran Vietnam yang enak di Brussel itu sangat sulit. Saya akui, saya benar-benar tergila-gila pada ayam serai. \n\n\n\nKalau Anda tidak suka ayam, saus\/marinade ini juga bisa dipakai untuk daging sapi, daging babi, udang, ikan, sayuran panggang, dan masih banyak lagi.\n\n\n\nSingkatnya, resep ini bakal membuat Anda ingin menambahkan serai ke segala hidangan! \n\n\n\nBabi karamel versi simpel saya bisa disajikan bersamaan dengan ayam serai\n\n\n\nSerai segar, dengan cita rasa khas yang lembut, segar, sitrusi, sedikit mint, dan sedikit jahe, menjadi bintang utama di sini. Bahan ini mengubah saus bawang putih dan santan yang sederhana menjadi saus yang luar biasa segar dan ringan. \n\n\n\nSaat dipadukan dengan ayam yang juicy &#8211; saya jamin, perpaduan manis ringan dan aroma sitrus ini benar-benar sulit ditolak.\n\n\n\nTips membuat ayam serai \n\n\n\nUntuk sausnya, konsepnya kurang lebih sama seperti banyak saus Asia lainnya. Saus putih Tiongkok, saus asam manis, saus manis gurih, saus ayam General Tao, saus ayam bawang putih madu, \u2026 semuanya punya satu bahan yang sama: maizena. Inilah rahasia saus Asia yang kental, mengilap, dan sedikit lengket. Di resep ini, maizena dimasukkan ke dalam marinadenya, tetapi prinsipnya tetap sama.\n\n\n\nSatu-satunya kelemahan saus lengket seperti ini adalah konsistensinya tidak bertahan lama. \n\n\n\nSaya yakin Anda pernah memesan makanan Tiongkok, lalu keesokan harinya mendapati potongan daging dalam saus yang terlalu encer. Itu karena maizena hanya bisa mempertahankan teksturnya yang cantik selama sekitar satu jam, maksimal.\n\n\n\nNasi goreng Kanton praktis sangat cocok disajikan bersama ayam serai\n\n\n\nSaat hal seperti ini terjadi, biasanya saya memanaskan sisa makanan dalam panci, lalu menambahkan sedikit maizena lagi (setelah semua bahannya panas) untuk mengembalikan teksturnya.\n\n\n\nSering kali cara ini berhasil, tetapi ada juga beberapa hidangan yang tetap tidak bisa diselamatkan. Kira-kira 80% berhasil, 20% gagal.\n\n\n\nResep lain yang sangat mirip dan juga saya sukai adalah&nbsp;ayam saus hoisin. Versi ini sedikit lebih ringan dan tampil cantik saat disajikan! Cocok sekali sebagai hidangan pembuka, cukup tata di atas daun selada kecil. Para tamu pasti merasa seperti sedang makan di restoran!\n\n\n\nCara menyiapkan serai dengan benar\n\n\n\nSaya membahasnya lebih rinci dalam artikel khusus tentang serai, tetapi garis besarnya seperti ini: \n\n\n\nPotong sekitar 1 cm bagian bawah batang serai, lalu buang bagian atasnya yang penuh daun tipis. Kupas 1 hingga 2 lapisan terluar; lebih banyak jika batangnya kurang segar. Cuci hingga bersih dari kotoran yang terlihat. Untuk tumisan, iris batang serai setipis mungkin, hampir seperti kertas, agar tidak terasa keras dan berserat.\n\n\n\n\n\n\tAyam Serai Vietnam Praktis\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWok\t\n\t\n\t\t4 batang serai, iris tipis3 paha atas ayam tanpa tulang4 sendok makan saus ikan3 sendok makan gula cokelat1 bawang merah, iris tipis1 siung bawang putih, cincang halus6 sendok makan santan1 sendok makan maizena\t\n\t\n\t\tMarinasi ayam selama 10 menit dengan saus ikan, serai, maizena, dan gula cokelat.Panaskan minyak dalam panci atau wok di atas api sedang-besar.Setelah minyak panas, masukkan bawang putih dan bawang merah, lalu tumis selama 3 menit sambil sering diaduk.Masukkan ayam, lalu biarkan selama 3 menit tanpa diaduk. Aduk, kemudian masak lagi selama 3 menit. Ulangi hingga ayam kecokelatan sempurna.Tambahkan santan, lalu masak hingga menyusut. Hidangan siap saat saus berubah jingga dan mengental.\t\n\t\n\t\tCara menyiapkan serai\nPotong sekitar 1 cm dari bagian bawah batang serai, lalu buang bagian atas yang berdaun tipis. Kupas 1 hingga 2 lapisan terluar, atau lebih jika batangnya kurang segar. Cuci untuk menghilangkan kotoran yang terlihat. Untuk tumisan, iris batang serai setipis mungkin, hampir seperti kertas, agar teksturnya tidak keras dan berserat.\n\t\n\t\n\t\tVietnamiennecitronnelle, Poulet \u00e0 la citronnelle","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157812"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157812\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}