{"id":157807,"title":"Popcorn Chicken Taiwan Super Renyah \u9e7d\u9165\u96de","modified":"2026-07-18T14:41:29+02:00","plain":"Coba resep popcorn chicken Taiwan yang bikin ketagihan ini, dengan balutan tepung yang luar biasa renyah namun tetap ringan. Potongan ayam kecil yang garing ini dibumbui dengan campuran rempah racikan sendiri, sementara marinasi tradisionalnya membuat setiap gigitannya tetap sangat juicy!\n\n\n\nApa itu popcorn chicken Taiwan?\n\n\n\nPopcorn chicken Taiwan, yang juga dikenal sebagai \u00ab Yan Su Ji \u00bb, adalah jajanan kaki lima populer yang muncul di Taiwan pada 1990-an. Hidangan ini memadukan pengaruh masakan Tiongkok tradisional dengan teknik menggoreng ala Barat. \n\n\n\nHidangan ini sering dijual di pasar malam Taiwan dan digemari karena bagian luarnya yang renyah serta bagian dalamnya yang lembut dan juicy. Potongan ayam biasanya dimarinasi dalam campuran rempah dan bumbu, lalu dibalut tepung maizena dan digoreng hingga keemasan. \n\n\n\n\n\n\n\nYang membuat popcorn chicken Taiwan begitu khas adalah bumbunya yang unik, sering kali memadukan lada Sichuan, lima rempah Tiongkok, dan basil Thailand goreng. Sensasi \u00ab mala \u00bb dari lada Sichuan menambahkan karakter tersendiri dan ikut mengangkat popularitas hidangan ini jauh melampaui Taiwan. Kalau Anda menyukai cita rasa serupa, coba juga hidangan Taiwan lain bernama san bei ji\n\n\n\nKini, popcorn chicken Taiwan bukan hanya andalan pasar malam di Taiwan, tetapi juga makin populer di restoran dan food truck di berbagai belahan dunia. Variasinya pun beragam, misalnya versi yang terinspirasi dari ayam goreng Korea dengan saus berbahan dasar gochujang.\n\n\n\nResep sayap ayam Korea saya\n\n\n\nHidangan ini juga hadir dalam versi XXL, yaitu tender ayam Taiwan\n\n\n\n\n\n\n\nBahan-bahan utama popcorn chicken Taiwan\n\n\n\nPaha ayam bagian atas tanpa tulang : Potongan ini dipilih karena teksturnya yang lembut dan juicy, sehingga sangat cocok untuk digoreng cepat. Jika suka, Anda juga bisa menggunakan dada ayam.\n\n\n\nGaram : Utamanya digunakan untuk membumbui ayam, sekaligus membantu melunakkan daging dengan memecah sebagian serat ototnya.\n\n\n\nGula : Gula menyeimbangkan rasa asin dari garam dan memberi sentuhan manis lembut yang melengkapi cita rasa lainnya.\n\n\n\n\n\n\n\nLima rempah Tiongkok : Campuran rempah ini biasanya terdiri atas pekak, cengkih, adas Tiongkok, kayu manis, dan lada Sichuan. Hasilnya adalah cita rasa yang kompleks dan aromatik pada marinasi.\n\n\n\nKaldu ayam bubuk : Digunakan untuk memperkuat rasa ayam dan memberi lapisan rasa tambahan pada marinasi.\n\n\n\nTepung maizena : Digunakan untuk mengentalkan marinasi agar lebih mudah menempel pada ayam. Tepung ini juga dipakai dalam balutan untuk menghasilkan tekstur renyah pada ayam goreng.\n\n\n\nBawang putih parut : Bawang putih parut memberi marinasi aroma dan rasa bawang putih yang kuat, sehingga menambah karakter pada hidangan ini.\n\n\n\nAnggur Shaoxing : anggur masak Tiongkok ini sering digunakan dalam marinasi untuk menambah kedalaman rasa dan aroma yang lembut.\n\n\n\nKecap asin light : Kecap asin tradisional yang wajib ada untuk membuat resep ini. \n\n\n\nPutih telur : Berfungsi sebagai bahan pengikat, membantu marinasi menempel lebih baik pada ayam saat dimasak.\n\n\n\nBaking powder : Ditambahkan ke dalam balutan untuk menghasilkan tekstur yang lebih ringan dan renyah saat digoreng.\n\n\n\nButiran lada Sichuan : Butiran ini dikenal dengan sensasi \u00ab mala \u00bb yang pedas, sedikit membuat kebas, dan sangat aromatik, sehingga memberi dimensi unik pada bumbu.\n\n\n\nBasil Thailand : Varietas basil ini memiliki aroma adas manis dan cengkih. Setelah digoreng hingga renyah, basil ini memberi sentuhan aromatik sekaligus tekstur pada hidangan akhir. Jika perlu, Anda bisa menggunakan basil biasa.\n\n\n\n\n\n\tPopcorn Chicken Taiwan Super Renyah \u9e7d\u9165\u96de\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWokFriteuse asiatiquemortier\t\n\t\n\t\t2 paha ayam atas (tanpa tulang)Marinasi0.5 sendok teh garam0.5 sendok teh gula1 sendok teh bubuk lima rempah Tiongkok0.5 sendok teh kaldu ayam bubuk1 sendok makan tepung maizena2 siung bawang putih (parut)1 sendok makan arak Shaoxing1 sendok teh kecap asin ringan1 putih telurLapisan tepung10 sendok makan maizena0.5 sendok teh baking powderminyak gorengBumbu tabur2 sendok teh biji lada Sichuan1 sendok teh garam (atau sesuai selera)0.25 sendok teh bubuk lima rempah Tiongkok2 genggam daun basil Thailand\t\n\t\n\t\tPotong paha ayam menjadi potongan kecil.Masukkan ayam ke dalam mangkuk, lalu marinasi selama 20 menit bersama semua bahan marinasi.Sangrai biji lada Sichuan di atas api sedang-kecil hingga sedikit kecokelatan.Haluskan biji lada Sichuan menjadi bubuk dengan blender atau cobek.Campurkan lada yang sudah dihaluskan dengan bubuk lima rempah dan garam.Campurkan maizena dan baking powder, lalu balurkan potongan ayam ke dalam campuran ini hingga terlapisi rata.Panaskan minyak dalam wok dengan api sedang-besar, lalu goreng ayam yang sudah terbalut selama 5 menit atau hingga sedikit keemasan.Angkat ayam dan tiriskan di saringan. Besarkan api, lalu goreng kembali selama 2 menit lagi.Sesaat sebelum ayam matang, masukkan daun basil Thailand lalu goreng selama 2 menit atau hingga renyah. Hati-hati, minyak bisa memercik.Pindahkan ayam dan daun basil ke saringan besar atau saringan kerucut.Masukkan sebagian ayam ke dalam mangkuk besar bersama sedikit daun basil Thailand. Tambahkan sebagian bumbu tabur, lalu aduk hingga seluruh permukaannya terlapisi rata.\t\n\t\n\t\tJangan menggoreng ayam terlalu banyak sekaligus. Gorenglah secara bertahap.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalChinoise, Ta\u00efwanaise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157807","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157807"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157807\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157807"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157807"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157807"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}