{"id":157794,"title":"Mayak Gyeran &#8211; Telur Marinasi Korea","modified":"2026-07-18T14:41:22+02:00","plain":"Resep telur marinasi ala Korea yang lezat. Lembut, gurih, dan kaya rasa\n\n\n\nIni lauk pendamping? Topping lezat untuk ramen? Santapan larut malam? Atau banchan? \n\n\n\nTelur ini bisa jadi semuanya sekaligus. Oke, mungkin saya sedikit melebih-lebihkan, tapi sulit mencari hidangan Korea yang lebih serbaguna. Bisa disiapkan \u05de\u05e8\u05d0\u05e9 tanpa repot, tahan cukup lama, dan sisa marinasinya pun berubah menjadi saus yang lezat. Serius, disantap dengan nasi hangat saja sudah luar biasa\n\n\n\nSepupu Jepangnya, ajitsuke tamago, jauh lebih simpel\n\n\n\nApa itu mayak gyeran?\n\n\n\nMayak gyeran, atau telur yang dimarinasi dalam kecap asin, adalah salah satu dari sekian banyak banchan (hidangan pendamping) dalam masakan Korea. Kata \u201cgyeran\u201d berarti \u201ctelur\u201d dalam bahasa Korea. \n\n\n\nSementara itu, \u201cmayak\u201d secara harfiah berarti \u201cnarkoba\u201d. Sebelum Anda bertanya, tidak, telur ini tentu tidak direndam dalam zat terlarang! \n\n\n\nDi Korea, kata \u201cmayak\u201d kerap disematkan pada hidangan yang begitu enak sampai bikin nagih. Kurang lebih seperti nasi goreng saya (risiko ketagihan tinggi)\n\n\n\nNasi goreng andalan saya\n\n\n\nMayak gyeran dibuat dari telur rebus (biasanya setengah matang), dikupas, lalu direndam dalam campuran kecap asin, cuka, gula, biji wijen, dan bumbu beraroma kuat seperti gochugaru (bubuk cabai merah Korea), bawang putih, cabai segar, dan daun bawang. \n\n\n\nSetelah beberapa jam terendam dalam bumbu yang kaya rasa ini, telur akan terasa asin, gurih, dan sedikit asam, dengan kuning telur yang lembut dan creamy. Sajikan di atas nasi putih panas, hidangkan sebagai banchan, atau nikmati begitu saja sebagai camilan. \n\n\n\nBahan utama untuk telur marinasi Korea\n\n\n\nKecap asin terang: Jika Anda baru mengenal situs saya, ketahuilah bahwa nama ini sebenarnya hanya merujuk pada kecap asin biasa yang dijual di mana-mana\n\n\n\nSirup beras: Sirup beras atau sirup jagung adalah pilihan ideal, tetapi madu juga bisa digunakan dengan hasil yang sangat baik. Intinya, Anda hanya butuh pemanis cair\n\n\n\nMinyak wijen: Digunakan sebagai sentuhan akhir saat akan disantap, hasilnya benar-benar istimewa\n\n\n\n\n\n\tTelur Marinasi Korea - Mayak Gyeran\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t6 telur (suhu ruang)2 sendok teh garam1 sendok makan cuka putih120 ml kecap asin light120 ml air120 ml sirup beras (bisa diganti dengan sirup jagung atau madu)3 siung bawang putih (cincang)4 daun bawang (cincang)1 cabai hijau (cincang, opsional)1 cabai merah (cincang, opsional)1 sendok makan biji wijen putihUntuk penyajiannasi matangminyak wijenUntuk mengupas telur1 rendaman air es\t\n\t\n\t\tDidihkan air secukupnya dalam panci hingga 6&#32;telur dapat terendam seluruhnya.Tambahkan garam dan cuka ke dalam air.Setelah air mendidih, masukkan telur dengan hati-hati.Rebus telur selama 6 menit untuk kuning telur yang lumer (5 menit jika kompor Anda sangat panas), atau hingga 10 menit untuk telur rebus matang (8 menit jika kompor Anda sangat panas).Setelah waktu memasak selesai, segera pindahkan telur dari panci ke rendaman air es.Biarkan telur hingga benar-benar dingin.Sementara itu, siapkan bumbu marinasi: campurkan kecap asin, air, dan sirup beras hingga rata.Tambahkan bawang putih, daun bawang, cabai, dan biji wijen, lalu aduk rata.Kupas telur dengan hati-hati agar tidak rusak, lalu masukkan ke dalam wadah kedap udara.Tuangkan bumbu marinasi ke atas telur, tutup wadah, lalu simpan di lemari es setidaknya 6 jam atau semalaman sebelum disajikan.Sajikan bersama nasi hangat, sedikit kuah marinasi, dan sedikit minyak wijen.\t\n\t\n\t\tDapat disimpan di kulkas selama 5 hingga 7 hari.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalCor\u00e9enne\t\n\n\n\n\n\nSumber kuliner\n\n\n\nResep ini saya adaptasi dari blog Seonk Young Longest, dan saya sangat merekomendasikannya jika Anda mencari referensi resep Korea yang menarik","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157794","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157794"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157794\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28085"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157794"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157794"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157794"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}