{"id":157789,"title":"Taiwan Mazesoba Autentik &#8211; Ramen Tanpa Kuah","modified":"2026-07-18T14:41:16+02:00","plain":"Resep Taiwan mazesoba yang lezat, sejenis ramen tanpa kuah yang benar-benar sulit ditolak\n\n\n\nApa itu Taiwan Mazesoba?\n\n\n\nMendefinisikan sebuah hidangan dengan tepat memang tidak selalu mudah. Dalam kasus ini, cara terbaik menurut saya adalah lewat perbandingan, yaitu dengan abura soba. Perbedaan antara abura soba dan Taiwan Mazesoba (yang juga dikenal sebagai Mazemen) akan saya bahas lebih lanjut dalam artikel ini. \n\n\n\nMeski begitu, inti hidangan ini sebenarnya sudah tergambar dari namanya: ramen kering. Artinya, ini adalah ramen tanpa bagian yang paling memakan waktu, yaitu pembuatan kuah. \n\n\n\nNamun, meskipun elemen paling khas dari ramen dihilangkan, sebagai gantinya ada saus mazesoba yang kaya rasa dengan topping yang terbilang cukup tidak biasa untuk semangkuk ramen. Seiring waktu, hidangan ini berkembang hingga menjadi salah satu pilar dalam masakan Jepang, bukan sekadar versi praktis ramen yang dibuat lebih sederhana.\n\n\n\n Ramen dingin adalah contoh lezat lainnya dari ramen yang disebut \u201ckering\u201d\n\n\n\nIstilah \u201cMaze\u201d berasal dari kata kerja bahasa Jepang \u201cmazeru\u201d (\u6df7\u305c\u308b), yang berarti mencampur, sementara \u201csoba\u201d dalam konteks ini merujuk pada mi Tiongkok. Meski \u201csoba\u201d sering dikaitkan dengan mi buckwheat, kata ini ternyata juga bisa merujuk pada mi berbahan gandum, seperti yang digunakan dalam yakisoba (mi tumis) dan mazesoba. \n\n\n\nJadi, meskipun namanya demikian, baik yakisoba maupun mazesoba sebenarnya tidak mengandung soba, berbeda dengan zaru soba.\n\n\n\nMi yakisoba dalam segala kelezatannya\n\n\n\nAsal-usul Taiwan Mazesoba\n\n\n\nMeskipun dikenal dengan nama \u201cTaiwan Mazesoba\u201d, hidangan ini sebenarnya lahir di Jepang. Hidangan ini diciptakan di kota Nagoya, Prefektur Aichi, dan bahkan dianggap sebagai salah satu spesialisasi lokal. Pada tahun 2008, restoran mi Menya Hanabi menciptakan mazesoba. Sang pemilik ingin membuat ramen Taiwan, salah satu hidangan khas Nagoya, tetapi tidak berhasil mendapatkan kuah yang memuaskan.\n\n\n\nSaat ia hendak membuang percobaan tersebut, salah satu pegawainya menyarankan untuk menyajikan daging cincang itu bersama mi rebus. Sang koki pun mencobanya, lalu terus menyempurnakan hidangan ini, hingga lahirlah \u201cTaiwan Mazesoba\u201d seperti yang kita kenal sekarang. \n\n\n\nKarena pemilik restoran tersebut berasal dari Taiwan, ia pun ingin memasukkan kata \u201cTaiwan\u201d ke dalam nama hidangan ini.\n\n\n\nPerbedaan antara Mazesoba dan Abura Soba\n\n\n\nDalam hidangan yang disebut \u201cabura soba\u201d, yang secara harfiah berarti \u201cmi minyak\u201d, mi rebus dan aneka topping diletakkan di atas tare berbahan dasar kecap asin yang telah dituangkan ke dasar mangkuk. Agar bumbunya tercampur rata, mi dan tare harus diaduk dengan baik sebelum disantap. \n\n\n\nMinyak cabai Jepang rayu\n\n\n\nAnda bisa mengaduk mi sambil menyantapnya, lalu menambahkan minyak cabai rayu dan cuka yang disajikan terpisah sesuai selera. Dibandingkan dengan abura soba, mazesoba memiliki rasa yang lebih berani, dengan daging cincang bercita rasa kecap yang pedas, cabai, kucai, daun bawang, dan kuning telur.\n\n\n\nWalaupun abura soba dan mazesoba pada dasarnya sangat mirip, mazesoba umumnya disajikan dengan topping yang lebih beragam.\n\n\n\nBahan-bahan utama Taiwan Mazesoba\n\n\n\n\n\n\n\nKecap asin light dan dark : memberikan kedalaman rasa dan kekayaan umami, sekaligus menghadirkan sentuhan asin yang seimbang.\n\n\n\nMirin : melembutkan rasa sekaligus memberi sentuhan manis ringan yang menyeimbangkan cita rasa asin.\n\n\n\nDashi bubuk : memperkuat umami pada saus, sehingga rasa hidangan menjadi lebih gurih dan bulat.\n\n\n\nSake : menambahkan sedikit keasaman dan aroma halus yang mengangkat rasa bahan-bahan lainnya.\n\n\n\nMinyak wijen : memberikan aroma kacang yang khas dan kedalaman rasa.\n\n\n\nNori : menambahkan sentuhan gurih laut yang khas, sekaligus memberi sedikit tekstur renyah saat ditaburkan di atas hidangan.\n\n\n\nTenkasu : menambahkan kerenyahan dan tekstur pada hidangan, serta menyeimbangkan elemen lain dengan sentuhan gurih yang ringan.\n\n\n\n\n\n\tTaiwan Mazesoba Autentik - Ramen Kering\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWok\t\n\t\n\t\t300 g daging babi (cincang, dengan 30% lemak; sebaiknya dari perut babi)Marinasi daging babi30 ml kaldu ayam3 sendok makan tepung maizena4 siung bawang putih (iris tipis)1 sendok makan minyak wijen1 sendok makan sake1 sendok makan kecap asin light1 sendok makan kecap asin dark1 sendok makan mirin1 sendok teh lada putihSaus mazesoba4 sendok makan kecap asin light4 sendok makan mirin4 sendok makan air2 sendok teh gula4 sendok teh kaldu ayam bubuk4 sendok teh dashi bubuk2 sendok teh pasta bawang putihBumbu4 sendok makan saus mazesoba2 sendok teh pasta bawang putih2 sendok makan air panas4 sendok makan minyak netral2 sendok makan biji wijen (giling halus)1 sendok teh lada putihPelengkap4 daun bawang (cincang)2 lembar nori (potong kecil-kecil)2 kuning telur2 sendok makan tenkasu (remah tempura kecil yang dijual dalam kemasan)1 ruas jahe (iris tipis, sekitar 3 cm per ruas)2 porsi mi ramen\t\n\t\n\t\tCampurkan semua bahan saus mazesoba dalam panci kecil.Panaskan di atas api sedang hingga mendidih perlahan, lalu sisihkan.Campurkan semua bahan bumbu dalam sebuah mangkuk.Campurkan daging babi dengan bahan marinasi, lalu diamkan selama 10 menit.Panaskan sedikit minyak dalam wok di atas api besar, lalu masukkan daging babi. Biarkan beberapa menit tanpa diaduk hingga kecokelatan, lalu aduk sambil memecah gumpalan daging. Ulangi proses ini sampai daging matang sempurna. Sisihkan.Rebus mi dalam air mendidih. Setelah matang, tiriskan lalu aduk kuat-kuat dalam saringan hingga teksturnya berubah jelas (pati mi akan terlepas, membuat teksturnya lebih kental dan lengket).PenyajianMasukkan mi ke masing-masing mangkuk saji, bagi bumbu secara merata, lalu aduk hingga tercampur rata.Di tiap mangkuk, susun nori di salah satu sisi, lalu tambahkan sedikit jahe, daun bawang, dan tenkasu.Letakkan daging di tengah, lalu tambahkan satu kuning telur di tiap mangkuk.\t\n\t\n\t\tSeperti biasa untuk hidangan mi dengan topping daging cincang seperti ini, kunci utamanya adalah menguasai cara memasak dagingnya. Kita menginginkan daging yang kecokelatan, bukan seperti direbus. Jadi, setelah daging masuk ke dalam wok, sabarlah beberapa saat sebelum mulai mengaduknya.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalJaponaise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157789"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157789\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}