{"id":157788,"title":"Saus teriyaki","modified":"2026-07-18T14:41:16+02:00","plain":"Apa itu saus teriyaki?\n\n\n\nSaus teriyaki adalah saus kental, manis-gurih, yang digunakan dalam masakan Jepang. \n\n\n\nNama ini berasal dari \u201cteriyaki\u201d, yaitu istilah untuk teknik memasak daging atau sayuran dengan saus ini. Saus ini memberi hidangan cita rasa khas dengan lapisan mengilap, selaras dengan terjemahan harfiah kata tersebut, \u201cglasir mengilap\u201d. \n\n\n\nAwalnya, saus ini digunakan sebagai glasir untuk berbagai jenis daging.\n\n\n\nGlasir teriyaki yang cantik\n\n\n\nAsal-usul saus teriyaki\n\n\n\nSoal sausnya sendiri, orang Jepanglah yang pertama kali membuat saus teriyaki, meski belum tentu di Jepang. \n\n\n\nFaktanya, banyak orang Jepang bermigrasi ke Hawaii pada era 1960-an sambil membawa tradisi kuliner mereka. Dengan mencampurkan jus nanas segar, gula cokelat, dan kecap asin, mereka menciptakan saus teriyaki pertama! \n\n\n\nSejak saat itu, saus teriyaki makin populer dan semakin mudah ditemukan. Jus nanas segar pun tak lagi digunakan; sebagai gantinya, dipakai bahan-bahan yang lebih mudah didapat oleh masyarakat umum.\u00a0\n\n\n\nSate ayam teriyaki adalah salah satu cara paling populer untuk menikmatinya\n\n\n\nSementara itu, teknik memasaknya dapat ditelusuri hingga abad ke-17 di Jepang. Bahkan pada masa itu, masyarakat setempat sudah merendam ikan dalam saus sebelum memanggangnya.&nbsp;\n\n\n\nBahan utama saus teriyaki\n\n\n\nSaat ini, saus teriyaki dibuat dari empat komponen utama: kecap asin, sak\u00e9, gula, dan jahe. Dari segi bahan, saus ini sangat mirip dengan saus unagi.\n\n\n\nBiasanya, tepung maizena ditambahkan untuk mengentalkan saus. Tentu saja, resepnya bisa bervariasi. \n\n\n\nSak\u00e9 bisa diganti dengan mirin jika Anda menginginkan kadar alkohol yang lebih rendah. Gula juga kadang diganti dengan gula cokelat. \n\n\n\nDi Barat, Anda juga akan menemukan versi yang menggunakan madu dan bawang putih.\n\n\n\nBagaimana cara menyimpan saus teriyaki?\n\n\n\nJika Anda membuat saus teriyaki sendiri, simpan dalam wadah kedap udara di lemari es hingga 1 minggu.&nbsp;\n\n\n\nToples saus teriyaki yang cantik\n\n\n\nUntuk saus teriyaki yang dibeli di toko, masa simpannya bisa mencapai 1 tahun, asalkan tetap disimpan di lemari es. Setelah itu, rasanya bisa berubah.\n\n\n\nBagaimana cara menggunakan saus teriyaki?\n\n\n\nSaus teriyaki pada dasarnya adalah saus marinasi. Saus ini sangat cocok untuk ayam, ikan, atau daging. Rendam bahan setidaknya selama 30 menit sebelum dimasak. \n\n\n\nBagi para vegetarian, tenang saja: saus teriyaki juga cocok sekali untuk sayuran, tahu, dan jamur. \n\n\n\nSetelah dimarinasi, bahan bisa dimasak dengan berbagai cara: dipanggang di grill, dimasak dalam oven, atau dibakar di atas api\u2026 Untuk potongan daging yang lebih tebal, Anda bahkan bisa menggunakan saus teriyaki dalam slow cooker. Hasilnya akan lembut dan kaya rasa!\n\n\n\nJika Anda menyukai rasanya, saus teriyaki juga bisa dijadikan saus cocolan. Misalnya, untuk mencocol temaki.\n\n\n\nSaat mengolah daging sapi cincang, saus ini juga bisa digunakan sebagai pengganti saus barbeku karena bahan dasarnya mirip. \n\n\n\nSeporsi ayam teriyaki yang menggugah selera\n\n\n\nSaus ini juga cocok dipadukan dengan mi, kombinasi yang sangat populer di India. Terakhir, saus teriyaki juga bisa dijadikan dasar vinaigrette untuk salad, terutama salad kubis, perpaduan yang sempurna!\n\n\n\nResep saus teriyaki\n\n\n\n\n\n\tSaus Teriyaki Rumahan\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t125 g kecap asin120 ml air1 sendok makan tepung maizena4 sendok makan mirin\t\n\t\n\t\tCampur semua bahan dalam panci kecil. Didihkan, lalu kecilkan api dan masak perlahan selama sekitar 4 menit. Angkat dari api, lalu biarkan dingin.Simpan di kulkas hingga 1 minggu.\t\n\t\n\t\tJika saus ini digunakan sebagai marinasi, jangan tambahkan tepung maizena.\n\t\n\t\n\t\tJaponaisesauce japonaise, teriyaki","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157788"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157788\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2250"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}