{"id":157780,"title":"B\u00e1nh b\u00f2 n\u01b0\u1edbng &#8211; kue sarang lebah khas Vietnam","modified":"2026-07-18T14:41:12+02:00","plain":"Kue Vietnam cantik bernuansa musim panas yang menghadirkan kelembutan dan rasa ringan sebagai penutup santapan!\n\n\n\nKelapa dan pandan\u2026 aromanya langsung mengingatkan pada liburan! Inilah resep hidangan penutup segar dan ringan dari masakan Vietnam, yang kami sukai berkat teksturnya yang lembut di dalam dan renyah di luar.&nbsp; Jujur saja, antara ini dan banh cam, saya sendiri sulit memilih mana yang lebih saya suka.\n\n\n\nApa itu Banh bo?&nbsp;\n\n\n\nBanh bo adalah hidangan penutup khas Vietnam, berupa kue pandan panggang. Dalam bahasa Vietnam, \u201cBanh bo\u201d secara harfiah berarti \u201ckue sapi\u201d, karena tekstur bagian dalam kuenya konon menyerupai lapisan dalam lambung sapi. Kalau dijelaskan begitu, memang terdengar kurang menggugah selera\u2026\n\n\n\nAgar lebih mudah dibayangkan (dan tentu lebih menarik!), kue ini juga dijuluki \u201ckue sarang lebah\u201d karena rongga-rongga yang terbentuk setelah dipanggang. Dari tampilannya, kue ini kurang lebih menyerupai sponge cake hijau yang sangat digemari karena kelembutan dan aromanya. \n\n\n\nKue ini terutama dibuat dari pandan (tanaman yang dapat dimakan dengan rasa mirip vanila), telur, santan, tepung beras, dan pati tapioka. Kadang-kadang, kue ini disajikan bersama saus santan manis, kacang tanah, atau biji wijen panggang. \n\n\n\nAdonan mochi masih satu keluarga dari segi tekstur\n\n\n\nDaya tarik Banh bo memang terletak pada kontras teksturnya: ringan, lembut, dan berongga; persis seperti yang kita inginkan saat cuaca mulai panas!&nbsp;\n\n\n\nDari mana asal Banh bo?\n\n\n\nSelama masa dominasi Tiongkok di Vietnam, dari 111 SM hingga 980 M, orang Tiongkok konon memperkenalkan kue yang mereka sebut \u201ckue gula putih\u201d ke wilayah koloninya. Jadi, pada awalnya Banh bo merupakan ciptaan Tiongkok! \n\n\n\nPada masa itu, kue ini disebut \u201cBai thang gao\u201d, yang secara harfiah berarti \u201ckue gula putih\u201d. Rasanya manis, sedikit asam, bahkan kadang agak tajam, terutama karena fermentasi beberapa bahannya. \n\n\n\nCh\u00e8 Chu\u1ed1i adalah hidangan penutup Vietnam lezat lainnya\n\n\n\nSeiring waktu, resep ini kemudian diolah ulang di Vietnam hingga menjadi versi yang kita kenal sekarang. Kue ini pun menjadi lebih berpori, lebih empuk, dan lebih halus. \n\n\n\nWarna putih aslinya juga ditinggalkan demi tampilan yang lebih mencolok berkat daun pandan! Bahkan, warna hijau ini konon dipilih agar para pedagang kaki lima lebih mudah menarik perhatian pelanggan. Unik, memang, tetapi efektif!\n\n\n\nBahan utama Banh Bo\n\n\n\n\n\n\n\nEkstrak pandan: sering dijuluki \u201cvanila Asia\u201d, bahan ini kaya aroma dan menjadi bintang utama hidangan ini. Meski begitu, aromanya tetap lembut dan tidak berlebihan. Ekstrak pandan sangat penting untuk memberi aroma sekaligus warna khas pada kue ini.&nbsp;\n\n\n\nSantan: kelembutan tekstur dan rasa gurihnya dijamin. Santan tanpa gula (ya, ini penting!) memberi cita rasa yang kaya dan creamy pada adonan, sekaligus menghadirkan rasa kelapa yang identik dengan kelembutan dan suasana liburan\u2026 Cara sederhana untuk bepergian lewat dapur!\n\n\n\nPati tapioka: pati tapioka dibuat dari singkong, dan bahan inilah yang membentuk tekstur \u201csarang lebah\u201d saat kue dipanggang!&nbsp;\n\n\n\nTepung beras: inilah tepung \u201candalan\u201d di Asia. Tepung ini membantu memberi sedikit struktur pada kue dan mempertahankan bentuk khasnya. Pastikan Anda menggunakan tepung beras biasa, bukan tepung beras ketan\u2026 kalau tidak, hasilnya bisa sangat berbeda!\n\n\n\nTelur: bahan ini berfungsi menyatukan semua komponen, sekaligus memberi struktur dan kekokohan pada Banh bo.&nbsp;\n\n\n\nGula: karena santan tidak manis, penambahan gula jelas diperlukan. Hasilnya, kue akan terasa semakin lembut dan nikmat.&nbsp;\n\n\n\nTips agar Banh bo anti gagal\n\n\n\nTantangan terbesar dalam resep ini adalah kue bisa amblas. Kue ini dipanggang untuk membentuk motif \u201csarang lebah\u201d, dan justru di situlah letak kerumitannya\u2026 Untuk mendapatkan tekstur berongga yang cantik itu, saya sarankan mengocok telur sangat ringan dengan garpu, tanpa terlalu banyak mengaduk. Di situlah kuncinya.\n\n\n\nCoba juga pisang goreng khas Vietnam\n\n\n\nSalah satu rahasia kue sarang lebah ini adalah jangan sampai terlalu banyak udara masuk ke dalam adonan. Adonannya memang harus cukup padat\u2014baking powder nantinya akan membentuk serat-serat khas di seluruh kue. Jika adonan dikocok seperti adonan cake biasa, teksturnya akan terlalu ringan dan tidak cukup stabil untuk menahan rongga udara; akibatnya, kue akan amblas saat mendingin meski sempat mengembang cantik di dalam oven.\n\n\n\n\n\n\tB\u00e1nh b\u00f2 n\u01b0\u1edbng - Kue Sarang Lebah Vietnam\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tMoule \u00e0 savarin\t\n\t\n\t\t250 ml santan (tanpa gula, gunakan yang full-fat)2 sendok teh ekstrak pandan6 telur3 sendok makan minyak kelapa160 g tepung tapioka1 sendok makan tepung beras100 g gula2.5 sendok teh baking powderminyak untuk mengolesi loyang1 genggam kelapa parut (untuk taburan)80 ml air\t\n\t\n\t\tPanaskan oven hingga 180 \u00b0C.Pecahkan telur ke dalam mangkuk besar, lalu kocok perlahan dengan garpu tanpa terlalu banyak mengaduknya agar tekstur berongga khas kue tetap terjaga.Tambahkan minyak kelapa, air, santan, dan ekstrak pandan, lalu aduk hingga rata.Dalam mangkuk terpisah, campurkan semua bahan kering.Masukkan bahan kering ke dalam campuran telur sambil diaduk perlahan hingga tercampur rata.Olesi loyang savarin dengan sedikit minyak, lalu tuang adonan ke dalamnya.Panggang selama 50-55 menit. Matikan oven, lalu biarkan kue tetap di dalam oven dengan pintu sedikit terbuka selama 20 menit.Keluarkan kue dari loyang, biarkan dingin, lalu taburi kelapa parut sebelum disajikan.\t\n\t\n\t\t\nRisiko terbesar dari resep ini adalah kuenya bisa kempis. Kue ini dipanggang untuk membentuk pola \u201csarang lebah\u201d, dan justru di situlah tantangannya... Agar tekstur berongga khas itu terbentuk, saya sarankan Anda hanya mengocok telur secara ringan dengan garpu, tanpa terlalu banyak mencampurnya. Di situlah letak kuncinya.\n \nSalah satu rahasia kue sarang lebah adalah mencegah terlalu banyak udara masuk ke dalam adonan. Adonan harus tetap padat \u2014 baking powder akan bekerja membentuk serat-serat khas di seluruh kue. Jika adonan dikocok seperti saat membuat cake lain, teksturnya akan terlalu ringan dan tidak cukup stabil untuk menahan rongga udara, sehingga kue mudah kempis saat mendingin meski sempat mengembang cantik di dalam oven.\n\n\t\n\t\n\t\tDessertVietnamienne","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157780"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157780\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16195"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}