{"id":157674,"title":"Bindaetteok Autentik Khas Korea","modified":"2026-07-18T14:39:29+02:00","plain":"Panekuk Korea yang renyah ini memadukan kacang hijau, daging babi tumis, dan kimchi dalam hidangan yang kaya rasa.\n\n\n\nSejak Perang Korea, keluarga-keluarga di pedesaan terus mengandalkan kacang hijau lokal, yang tak perlu disosoh dan mengandung protein lebih tinggi daripada beras putih. Hingga kini, bunyi letupannya yang khas masih mengundang antrean pelanggan setia dan wisatawan di bawah kanopi neon, dari Jeonju hingga Sokcho. Banyak orang menutup tiap gigitan dengan seteguk makgeolli keruh yang manis lembut.\n\n\n\nMemang tidak ada hubungannya dengan resep ini, tetapi saya ingin menunjukkan kue ikan Korea rumahan yang lezat ini\n\n\n\nBahan utama bindaetteok\n\n\n\nAdonan dasarnya nyaris hanya terdiri dari kacang hijau yang direndam, air, dan sejumput garam. Namun, setelah dikupas lalu digiling kasar, kacang-kacangan ini menghadirkan karakter earthy yang lembut serta kandungan protein yang jauh melampaui harganya yang terjangkau. \n\n\n\n\n\n\n\nDadu bahu babi memberi rasa gurih yang karamel, kimchi yang asam menghadirkan kesegaran hasil fermentasi, tauge kedelai dan pakis kering menambahkan kerenyahan, sementara irisan daun bawang mengharumkan setiap gigitan. \n\n\n\nApa itu bindae-tteok yang sesungguhnya?\n\n\n\nPara puris mengutamakan kacang yang digiling dengan batu granit dan menghindari tepung terigu agar tetap bebas gluten, meskipun sebagian orang menambahkan sesendok tepung atau pati beras untuk memberi daya ikat yang lebih baik. Kebanggaan daerah atau keluarga kerap memicu perdebatan seru&nbsp;: beberapa penjual modern menambahkan tiram mentah untuk sentuhan rasa laut, sementara para juru masak dari Utara sering menjaga isiannya seminimal mungkin&nbsp;; namun, kimchi hampir selalu tetap masuk ke wajan. \n\n\n\nPerlu diketahui, hidangan ini termasuk dalam kategori masakan Korea yang disebut buchimgae, yaitu aneka hidangan berbentuk panekuk.\n\n\n\nBuchimgae yang paling terkenal barangkali adalah pajeon daun bawang\n\n\n\nGerai vegan masa kini mengganti daging babi dengan shiitake asap, tetapi para penjual kawakan bersikeras bahwa sedikit rasa gurih tajam dari lemak babi yang meleleh itulah yang membuat pinggirannya kecokelatan secara merata.\n\n\n\nPas dinikmati bersama Bibim Guksu\n\n\n\nTips membuat bindaetteok di rumah\n\n\n\nSiapkan adonan sehari sebelumnyaAdonan yang baik sebaiknya dibuat sehari sebelumnya. Rendam kacang hingga kulit tipisnya yang seperti kertas mudah terlepas. Keesokan harinya, haluskan dengan sedikit air, tetapi sisakan sedikit tekstur agar hasil akhirnya lebih menarik.\n\n\n\nSesuaikan adonan dengan tekstur favorit AndaUntuk adonan yang lebih ringan, cukup tambahkan sedikit air es sebelum dimasak. Jika Anda menyukai panekuk yang lebih padat dan kokoh, perbanyak adonan dibanding isiannya agar tauge kedelai atau kimchi tidak membuat panekuk mudah hancur saat dimasak.\n\n\n\nDapatkan hasil akhir seperti di pasarJika Anda ingin meniru tekstur dan kerenyahan panekuk yang dijual di pasar, selesaikan pemasakan dalam minyak yang sedikit lebih panas sambil menekannya perlahan agar setiap permukaannya berwarna keemasan dan renyah sempurna.\n\n\n\nBekukan bindaetteokAnda bisa menyiapkan panekuk setengah matang terlebih dahulu lalu membekukannya. Kerenyahannya akan kembali setelah sekitar lima menit dimasak di setiap sisi dalam wajan yang diolesi sedikit minyak.\n\n\n\nSaus celup cepat: Campurkan dua bagian kecap asin dengan satu bagian cuka, lalu taburi gochugaru untuk membuat saus celup klasik.\n\n\n\nPenyajian, padanan, dan tempat menikmatinya\n\n\n\nDi rumah, susun panekuk dalam keranjang bambu dangkal, hiasi dengan irisan daun bawang dan cincin cabai merah menyala, lalu biarkan para tamu mengambilnya sendiri selagi masih berkilau oleh minyak. \n\n\n\nSemangkuk makgeolli dingin berpadu serasi dengan keasaman adonannya&nbsp;; IPA bernuansa sitrus juga menjadi pasangan yang pas.\n\n\n\nDi Seoul, mampirlah ke kios&nbsp;65 (Soon-Hee Bindaetteok) di Pasar Gwangjang&nbsp;: stafnya mengaku bisa menjual lebih dari seribu panekuk pada akhir pekan yang sangat ramai. Sisanya juga enak dihancurkan ke dalam nasi goreng kimchi atau diselipkan ke dalam daun selada bersama ssamjang ala samgyeopsal untuk piknik dadakan.\n\n\n\n\n\n\tBindaetteok Autentik - Panekuk Korea dari Kacang Hijau\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tAdonan650 g kacang hijau (berat kering, sudah direndam dan dikupas)360 ml air1 sendok teh fleur de selBumbu untuk babi0.5 sendok makan bawang putih (cincang)1 sendok makan mirin0.5 sendok makan gula1 sendok teh saus ikanIsian utama180 g daging bahu babi (potong dadu kecil)180 g kimchi (tiriskan, lalu potong)120 g tauge (diblansir dan ditiriskan)120 g pakis (potong-potong, opsional)10 batang daun bawang (potong memanjang)0.5 sendok makan bawang putih (cincang)6 bagian hijau daun bawangHiasan dan penggorengan1 cabai merah (iris tipis)minyak nabati (untuk menggoreng)\t\n\t\n\t\tMenyiapkan kacang hijauCuci kacang hijau kering, lalu rendam dalam air dan simpan di kulkas selama 6 jam.Gosok kacang hijau yang sudah direndam di antara kedua telapak tangan agar kulitnya terlepas, lalu bilas dan tiriskan beberapa kali hingga kulitnya terbuang.Tiriskan kacang hijau yang sudah direndam dan dikupas.Menyiapkan daging babiCampurkan potongan daging babi dengan bawang putih, mirin, gula, dan saus ikan.Tumis cepat daging babi yang sudah dibumbui dalam wajan panas hingga matang, lalu sisihkan.Menyiapkan sayuranPotong kimchi menjadi potongan memanjang berukuran 3 x 1 cm.Blansir tauge selama 30 detik dalam air garam, dinginkan dalam air dingin, lalu tiriskan.Potong pakis menjadi ruas sepanjang 4 cm.Potong daun bawang menjadi ruas sepanjang 4 cm, sisihkan beberapa bagian hijaunya untuk hiasan.Iris tipis cabai merah.Menyiapkan adonanAmbil segenggam kacang hijau, proses sebentar, lalu sisihkan agar teksturnya tetap renyah.Blender kacang hijau bersama air dan fleur de sel hingga menjadi adonan yang masih sedikit bertekstur.Pindahkan adonan ke mangkuk besar, lalu tambahkan kimchi, pakis, tauge, daun bawang, bawang putih, dan daging babi tumis. Aduk hingga rata.Memasak panekukPanaskan wajan, lalu tuangkan minyak.Tata beberapa irisan cabai merah dan sedikit bagian hijau daun bawang di atas minyak panas.Tuang satu sendok sayur adonan hingga membentuk panekuk tebal, lalu masak sampai sisi bawahnya kecokelatan.Balik panekuk perlahan, lalu masak sisi satunya hingga keemasan dan renyah.Ulangi hingga adonan habis, lalu sajikan panekuk selagi panas.\t\n\t\n\t\tJika sulit menemukan pakis, Anda bisa melewatkannya; tambahkan sedikit air bila adonan terasa terlalu kental.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalCor\u00e9enne\t\n\n\n\n\n\nSumber kuliner\n\n\n\n\u2022 Bindaetteok berputar tanpa henti \u2013 This Is Korea Tours (bahasa Inggris)\u2022 Bindaetteok \u2013 Ensiklopedia Budaya Korea (bahasa Korea)\u2022 Masakan rumahan Korea: resep untuk umur panjang \u2013 Museum J. Paul Getty (bahasa Inggris)\u2022 Mengapa bindaetteok disebut \u201ctteok\u201d, bukan \u201cjeon\u201d? \u2013 SisaIN (bahasa Korea)\u2022 Bindaetteok, kudapan populer dari era modern \u2013 N Culture Region (bahasa Korea)\u2022 Bindaetteok, hidangan penuh nostalgia dan romantisme \u2013 Koreana (bahasa Korea)\u2022 Panekuk kacang hijau (Bindaetteok) \u2013 VISITKOREA (bahasa Inggris)\u2022 Cara membuat bindaetteok yang renyah dan lezat \u2013 10.000 Resep (bahasa Korea)\u2022 Bindaetteok \u2013 panekuk kacang hijau \u2013 Kimchimari (bahasa Inggris)\u2022 [Saongwon] Bindaetteok kacang hijau (2 buah) \u2013 WingEat (bahasa Korea)\u2022 Bindaetteok ala Korea Utara \u2013 TikTok (bahasa Korea)\u2022 Bindaetteok yang menghangatkan jiwa: panekuk kacang hijau goreng \u2013 Instagram (bahasa Inggris)\u2022 Bindaetteok vegan istimewa: panekuk Korea dari kacang hijau \u2013 The Korean Vegan (bahasa Inggris)\u2022 Bindaetteok Jeju-do: panekuk soba isi lobak \u2013 Pinterest (bahasa Inggris)","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157674","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157674"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157674\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157674"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157674"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157674"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}