{"id":157668,"title":"Dakgalbi &#8211; Tumis ayam pedas khas Korea","modified":"2026-07-18T14:39:25+02:00","plain":"Resep dak galbi Korea yang hangat dan mengenyangkan\n\n\n\nKalau menurut Anda tteokbokki atau hotpot Tiongkok sudah sangat menghangatkan, izinkan saya memperkenalkan satu resep Korea yang layak menempati posisi yang sama di hati Anda: dakgalbi.\n\n\n\nTteokbokki, seperti dakgalbi, menggunakan tteok (kue beras Korea). Sekarang, bahkan Auchan pun menjualnya\n\n\n\nHidangan ini cukup mudah dibuat dan tidak membutuhkan terlalu banyak bahan eksotis. Beberapa di antaranya juga bisa dihilangkan atau diganti dengan mudah. Singkatnya, Anda pasti akan menyukainya!\n\n\n\nApa itu dakgalbi?\n\n\n\nDakgalbi (\ub2ed\uac08\ube44) adalah hidangan Korea berbahan ayam pedas yang secara tradisional dimasak dalam wajan besi cor besar. Namanya terdiri dari dua kata: \u201cdak\u201d (ayam) dan \u201cgalbi\u201d (iga). Jangan keliru dengan LA Galbi, yang memang dibuat dari iga\n\n\n\nLA Galbi dalam segala kelezatannya\n\n\n\nMeski namanya begitu, hidangan ini tidak menggunakan iga ayam sungguhan. Nama tersebut merupakan jejak historis dari versi aslinya, dweji galbi (daging babi panggang), yang dulu dianggap terlalu mahal.\n\n\n\nDakgalbi terdiri dari potongan ayam yang dimarinasi lalu ditumis bersama tteok (kue beras), saus pedas Korea, ubi jalar, kol, dan daun perilla. \n\n\n\nKimchi jjigae adalah hidangan Korea lain yang tak kalah menghangatkan\n\n\n\nBerasal dari Chuncheon (\ucd98\ucc9c), kota cantik di provinsi Gangwon yang terkenal dengan danau-danaunya, hidangan ini dengan cepat menjadi populer di seluruh Korea. Di beberapa restoran, Anda bisa memilih ayam bertulang atau tanpa tulang, sementara yang lain menawarkan versi barbeku untuk cita rasa yang sedikit berasap. \n\n\n\nAda pula versi modern dengan tambahan keju leleh (cheese dakgalbi), dan itulah yang menjadi fokus resep ini. Di sekte Grande Gousse, kami memang suka yang serba lezat! Lagipula, sudah cukup lama sejak saya terakhir makan raclette, jadi ya&#8230; keinginan untuk menikmati keju leleh pun muncul lagi.\n\n\n\nCara menikmati dan menyajikan dakgalbi\n\n\n\nUntuk menyajikan dakgalbi, caranya sederhana sekaligus seru. Secara tradisional, sebuah piring besar atau wajan diletakkan di tengah meja, sudah berisi ayam dan sayuran yang dimarinasi dalam saus pedas. \n\n\n\nHidangan ini dimasak langsung di atas meja, di depan semua orang, sehingga suasananya terasa hangat dan interaktif. \n\n\n\nSelagi dakgalbi dimasak perlahan, nikmati aneka lauk pendamping kecil (banchan) atau mengobrollah sambil memesan beberapa minuman bersama teman atau keluarga. Tentu semuanya tergantung pada pengaturan meja Anda; resep saya dirancang untuk dimasak di luar meja, lalu saat hampir matang, hidangannya bisa dipindahkan ke kompor portable di tengah meja, atau bahkan disajikan tanpa kompor sama sekali\n\n\n\nBayam wijen adalah salah satu banchan yang sangat populer\n\n\n\nBegitu pramusaji memberi lampu hijau\u2014biasanya dengan \u201c\uc774\uc81c \ub4dc\uc138\uc694!\u201d (\u201cSekarang, silakan makan!\u201d)\u2014saatnya mulai menyantapnya. Setiap orang tinggal mengambil langsung dari hidangan, menggunakan sumpit atau sendok, lalu menikmati perpaduan ayam yang empuk dan sayuran renyah berbalut saus pedas gurih yang nikmat. \n\n\n\nKejunya bisa diletakkan di tengah seperti dalam resep saya, atau dibentuk menjadi lingkaran konsentris yang lebih lebar. Apa pun pilihannya, seru sekali mencelupkan bahan-bahannya ke dalam keju leleh ala fondue Savoyarde\n\n\n\nBahan-bahan utama dakgalbi\n\n\n\n\n\n\n\nAnggur beras Shaoxing: Anggur beras Tiongkok yang memberi kedalaman umami dan sedikit sentuhan manis. Di sini, bahan ini digunakan untuk memarinasi ayam dan memberi aroma pada saus.\n\n\n\nSawi putih: Sayuran yang lembut dan sedikit manis, menambahkan kerenyahan sekaligus menyerap cita rasa saus.\n\n\n\nGochujang: Pasta cabai Korea hasil fermentasi yang manis dan pedas, memberikan karakter serta kekayaan rasa pada saus.\n\n\n\nKecap asin ringan: Kecap asin berwarna lebih terang tetapi tetap gurih dan asin, berguna untuk menyeimbangkan rasa saus.\n\n\n\nTepung maizena: Digunakan dalam marinasi untuk melunakkan ayam dan membuat teksturnya lebih lembut.\n\n\n\nShiso: Juga dikenal sebagai perilla, herba aromatik dengan rasa sedikit mint dan pedas yang memberi sentuhan segar pada hidangan.\n\n\n\n\n\n\tDakgalbi - Ayam tumis pedas khas Korea\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t350 g paha ayam bagian atas (tanpa tulang, iris)Marinasi0.5 sendok teh garam1 sendok makan arak Shaoxing1 sendok makan bawang putih (parut)1 sendok teh tepung maizenaBahan lain300 g tteok (kue beras Korea)1 bawang bombai (iris)100 g sawi putih (iris sangat tipis)1 buah mozzarella100 g ubi jalar (kupas, lalu potong memanjang seperti kentang goreng)60 g wortel (iris serong)12 lembar daun perilla (potong kasar)Saus6 sendok makan arak Shaoxing120 ml air3 sendok makan gochujang3 sendok makan gula pasir1 sendok teh gochugaru1 sendok teh kecap asin light1 sendok makan bubuk kari Korea (atau bubuk kari lain)7 siung bawang putih (iris tipis)\t\n\t\n\t\tMarinasikan ayam setidaknya selama 10 menit.Rendam tteok dalam air panas selama 10 menit. Tiriskan, lalu sisihkan.Campurkan semua bahan saus dalam sebuah mangkuk.Panaskan sedikit minyak dalam panci besar di atas api besar, lalu tumis ayam selama 5 menit hingga kecokelatan.Tambahkan bawang bombai, lalu tumis selama 5 menit.Tambahkan saus, lalu aduk rata.Masak sambil ditumis selama 5 menit di atas api sedang hingga besar. Saus akan mulai sedikit mengental, tetapi jangan sampai terlalu kental.Tambahkan wortel dan ubi jalar.Tutup panci selama 15 menit. Buka tutupnya dan aduk setiap 5 menit.Tambahkan sawi putih, lalu aduk rata.Tutup kembali dan masak selama 10 menit lagi.Tambahkan tteok, aduk rata, lalu masak lagi selama 5 menit.Tambahkan daun perilla, lalu masak beberapa menit lagi.Susun mozzarella memanjang di bagian tengah, lalu tutup agar cepat meleleh.\t\n\t\n\t\tJika Anda tidak memiliki kompor portabel untuk diletakkan di tengah meja, jangan khawatir. Resep ini dirancang agar semua proses memasak selesai sebelum disajikan. Pastikan saja hidangan tertutup mozzarella dengan baik selagi masih di atas api jika Anda ingin kejunya cepat meleleh.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalCor\u00e9enne","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157668"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157668\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28321"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}