{"id":157653,"title":"B\u00e1nh X\u00e8o Autentik &#8211; Krep Gurih Vietnam","modified":"2026-07-18T14:38:58+02:00","plain":"Resep lezat untuk membuat B\u00e1nh X\u00e8o, krep gurih Vietnam yang terkenal\n\n\n\nKulit luarnya yang keemasan, renyah, namun tetap ringan, benar-benar menggoda. Di dalamnya, B\u00e1nh x\u00e8o menyimpan perpaduan rasa yang istimewa: daging babi dan\/atau udang, kacang hijau, bawang, serta tauge.\n\n\n\nHidangan yang digemari di seluruh dunia ini paling nikmat disantap langsung dari wajan, ditemani sayuran segar dan dicocol ke saus nuoc cham yang lezat. \n\n\n\nMasih dalam semangat street food yang sama, ch\u1ea3 l\u1ee5i dari Lagi juga nikmat dicocol, dipanggang, lalu digulung dengan kertas nasi.\n\n\n\nB\u00e1nh x\u00e8o, yang sering disebut krep atau pancake Vietnam&#8230; bahkan kadang keliru dianggap sebagai omelet Vietnam, sangat cocok untuk jamuan keluarga yang hangat. Adonannya bahkan bisa Anda siapkan sehari sebelumnya. Jadi, siap mengayunkan wajan?\n\n\n\nNem sangat pas disajikan bersama b\u00e1nh x\u00e8o untuk jamuan besar\n\n\n\nApa itu B\u00e1nh X\u00e8o?\n\n\n\nNama \u00ab\u00a0b\u00e1nh x\u00e8o\u00a0\u00bb selalu membuat saya terpesona, karena \u00ab\u00a0x\u00e8o\u00a0\u00bb merujuk pada bunyi desis yang muncul saat adonan dimasak. Secara harfiah, nama ini berarti \u00ab\u00a0kue yang berdesis\u00a0\u00bb. Suara itu paling terasa saat adonan pertama kali menyentuh wajan panas.\n\n\n\nBanyak orang menyebut b\u00e1nh x\u00e8o sebagai \u00ab\u00a0hidangan telur khas Vietnam\u00a0\u00bb, dan saya sempat butuh waktu untuk memahami maksudnya. Krep ini memang berwarna kuning dan sekilas mirip omelet, tetapi sebenarnya tidak mengandung telur! Sangat berbeda dengan omurice Jepang.\n\n\n\nSebenarnya, warna kuning tersebut berasal dari bubuk kunyit. Isiannya terdiri dari daging babi, udang, kacang hijau, tauge, dan sedikit daun bawang. Dalam beberapa versi, bahkan ada yang menggunakan pasta kacang hijau!\n\n\n\nbo bun adalah salah satu hidangan klasik Vietnam lainnya\n\n\n\nTips agar B\u00e1nh X\u00e8o berhasil sempurna\n\n\n\nTepung beras atau tepung terigu?\n\n\n\nSaya memilih mempertahankan cara tradisional untuk membuat b\u00e1nh x\u00e8o dengan hanya menggunakan tepung beras. Namun, jika suka, Anda juga bisa mengganti tepung beras sepenuhnya dengan tepung terigu biasa. \n\n\n\nMengapa menggunakan tepung terigu? Karena tepung ini membuat krep lebih renyah dan menghasilkan warna keemasan yang cantik saat dimasak. Jika adonan disiapkan lebih awal, hasilnya juga cenderung lebih stabil saat dipanaskan kembali.\n\n\n\nKekentalan adonan\n\n\n\nPastikan adonan tidak terlalu kental. Entah Anda menimbang tepung dengan presisi atau tidak, tetap periksa konsistensinya. Adonan seharusnya cukup encer, bukan sekental adonan gorengan. Jika terlalu kental, tambahkan 1 sendok makan air, aduk rata, lalu periksa lagi. Ulangi bila perlu.\n\n\n\nBahan utama B\u00e1nh X\u00e8o\n\n\n\n\n\n\n\nAnggur beras Shaoxing: arak beras tradisional Tiongkok yang memberi sentuhan manis\n\n\n\nBir: Gunakan bir lager; bir ini membantu menghasilkan tekstur renyah dan cita rasa yang lebih tradisional. Namun, jika perlu, Anda bisa menggantinya sepenuhnya dengan santan\n\n\n\nMaizena: membantu isian lebih cepat kecokelatan\n\n\n\nKecap ikan: memberi rasa asin dan sentuhan umami pada isian\n\n\n\n\n\n\tB\u00e1nh X\u00e8o - Krep Renyah Vietnam\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tAdonan400 g tepung beras2 sendok teh kunyit (bubuk)500 ml air200 ml bir (sebaiknya bir Vietnam, tetapi bir lager biasa juga bisa; bisa juga diganti santan)40 ml santan3 tangkai daun bawang (cincang halus)Isian300 g daging babi cincang (dengan 30% lemak)0.5 sendok teh garam1 sejumput lada1.5 sendok makan saus ikan1 sendok makan maizena1 sendok makan anggur ShaoxingPelengkapselada\/daun sawidaun mintdaun ketumbarsaus nuoc cham (untuk cocolan)\t\n\t\n\t\tDalam mangkuk besar, campurkan tepung beras, kunyit bubuk, dan garam dengan air hingga rata.Tambahkan bir, santan, dan daun bawang. Aduk rata, lalu diamkan adonan selama 30 menit.Dalam mangkuk, campurkan semua bahan isian, lalu diamkan selama 10 menit.Panaskan wajan antilengket (diameter 20 cm) di atas api besar. Tambahkan sedikit minyak, lalu masukkan daging babi. Masak beberapa menit hingga kecokelatan, lalu aduk sambil memecah gumpalan daging. Diamkan lagi, lalu ulangi sampai daging menjadi butiran kecil yang kecokelatan dan harum. Sisihkan.Panaskan kembali wajan di atas api sedang-besar. Tuang satu sendok sayur adonan, lalu putar wajan agar adonan menyebar tipis dan merata. Tutup dan masak selama 1 menit.Buka tutup wajan, tambahkan segenggam tauge, lalu tutup kembali dan goreng selama 1 menit lagi.Buka tutup wajan, lalu tambahkan beberapa sendok isian.Lipat krep menjadi dua. Goreng lagi selama 1 menit, lalu pindahkan ke piring. Ulangi hingga adonan habis. Jika memungkinkan, gunakan 2-3 wajan sekaligus agar prosesnya lebih cepat.Untuk menyajikan, potong krep menjadi dua dengan gunting. Ambil selembar besar selada atau daun sawi (rau cai), atau kertas nasi yang sudah dilunakkan, lalu letakkan beberapa herba dan setengah bagian krep di atasnya. Gulung, celupkan ke saus nuoc cham, lalu nikmati.\t\n\t\n\t\t\nTepung beras atau tepung terigu?\n \nSaya memilih untuk mempertahankan cara tradisional membuat b\u00e1nh x\u00e8o, yaitu hanya menggunakan tepung beras. Namun, jika Anda mau, tepung beras ini bisa diganti sepenuhnya dengan tepung terigu biasa.\n \nMengapa mempertimbangkan tepung terigu? Karena tepung ini membuat krep lebih renyah dan memberi warna keemasan yang cantik saat dimasak. Jika adonan dibuat lebih awal, hasilnya juga cenderung lebih kokoh saat dipanaskan kembali.\n \nKekentalan adonan\n \nPastikan adonan tidak terlalu kental. Terlepas dari apakah tepung sudah ditimbang dengan tepat atau belum, tetap periksa konsistensinya. Adonan seharusnya cukup encer, bukan sekental adonan gorengan. Jika terlalu kental, tambahkan 1 sendok makan air, aduk rata, lalu periksa lagi. Ulangi seperlunya.\n\n\t\n\t\n\t\tPlat principalVietnamienne","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157653","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157653"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157653\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157653"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157653"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157653"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}