{"id":157628,"title":"Som Tam &#8211; salad pepaya hijau yang mudah dibuat","modified":"2026-07-18T14:37:43+02:00","plain":"Resep klasik salad pepaya hijau khas Thailand yang renyah dengan perpaduan rasa asam-manis yang segar\n\n\n\nCoba berjalan di salah satu jalan yang ramai di Thailand, dan Anda hampir pasti akan mendengar irama alu kayu yang menghantam cobek tanah liat sementara para penjual meracik berbagai versi som tam, lengkap dengan saus asam-manis yang menggugah selera. Variasinya pun tak terhitung.\n\n\n\nSaat saya berkunjung ke Thailand, saya beruntung diundang oleh seorang koki lokal untuk mengikuti kelas memasak. Tentu saja salad pepaya hijau masuk dalam menu!\n\n\n\n\n\n\n\nYang paling terkenal tentu saja adalah som tam thai, salad pepaya hijau parut yang populer di Thailand bagian tengah dan kemudian identik dengan sebutan \u201csom tam\u201d itu sendiri.\n\n\n\nSalad ini memadukan serutan pepaya hijau yang renyah dengan cabai segar, bawang putih, udang kering yang gurih, kacang tanah sangrai, kacang panjang, dan tomat. Semuanya lalu disiram saus asam-manis berbahan saus ikan, air jeruk nipis, dan gula aren.\n\n\n\n\n\n\n\nSemua yang Anda inginkan dari sebuah salad: segar, ringan, dan cepat dibuat.\n\n\n\nCara menyiapkan Som Tam\n\n\n\nSalad tumbuk bergaya \u201ctam\u201d adalah bagian penting dari kuliner Laos dan Isan (Thailand timur laut). Kini, hidangan ini juga menjadi makanan siap bawa yang mudah ditemukan di seluruh Thailand, serta di hampir semua tempat di luar Asia Tenggara yang menyajikan masakan Laos atau Thailand.\n\n\n\n\n\n\n\nWalau salad som tam mengikuti alur dasar pembuatan yang sama (lihat penjelasannya di bagian bawah artikel), bahan-bahan dan profil rasanya bisa sangat berbeda dari satu daerah ke daerah lain.\n\n\n\nDi Laos dan Isan, som tam cenderung lebih menonjolkan rasa asin dan asam daripada manis, dengan bahan-bahan seperti pla ra &#8211; saus ikan fermentasi yang di Laos dikenal sebagai padaek &#8211;, kepiting asin, dan plum acar.\n\n\n\nKredit: Feng David\n\n\n\nArtikel ini berfokus pada som tam gaya Thailand tengah, yang rasanya lebih seimbang antara asam dan manis berkat penggunaan gula aren yang cukup banyak dalam sausnya. Tingkat manis dan asin bisa sangat berbeda dari satu gaya ke gaya lain, tetapi rasa asam, atau \u201csom\u201d, adalah unsur yang wajib ada.\n\n\n\nBeberapa bahan untuk som tam\n\n\n\nSyarat lain untuk membuat salad bergaya tam adalah cobek dan alu, khususnya cobek kayu atau tanah liat dengan alu kayu. Proses menumbuk bahan-bahan salad ini bertujuan untuk sedikit memecahkannya agar sari dan aromanya keluar, tetapi teksturnya tetap renyah.\n\n\n\n Namun, saya akan memberikan dua metode dalam resep ini: satu menggunakan cobek, dan satu lagi tanpa cobek, supaya semua orang bisa ikut mencoba.\n\n\n\n\n\n\tSom Tam - Salad Pepaya Muda Thailand yang Praktis\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tmortier\t\n\t\n\t\t200 g pepaya muda parut (rendam dalam air es selama 10 hingga 15 menit hingga teksturnya lebih renyah)2 siung bawang putihbeberapa cabai rawit Thailand (sesuai selera)1.5 sendok makan gula aren3 kacang panjang (potong sepanjang 5 cm)3 sendok makan kacang tanah panggang1 sdm munjung udang kering kecil (cincang kasar jika menggunakan udang yang besar)2 sendok makan air perasan jeruk nipis segar2 sendok teh air asam jawa1.5 sendok makan saus ikan1 tomat kecil, potong menjadi 4 bagian\t\n\t\n\t\tKupas pepaya muda.Sayat pepaya memanjang dengan pisau.Iris melintang hingga menjadi serutan tipis.Potong kacang panjang menjadi beberapa ruas.Tiriskan pepaya yang sudah direndam, lalu letakkan dalam mangkuk yang dialasi 2 lapis tisu dapur untuk menyerap kelebihan air. Pepaya harus sesedikit mungkin mengandung air agar saus tidak terlalu encer.Masukkan bawang putih, cabai, dan sedikit pepaya ke dalam cobek besar, lalu tumbuk hingga tidak ada lagi potongan besar.Tambahkan kacang tanah, lalu tumbuk sebentar.Tambahkan tomat, lalu tumbuk perlahan.Tambahkan gula aren, lalu hancurkan dengan alu hingga menjadi pasta lembap dan semua gumpalannya larut.Tambahkan udang kering dan kacang tanah, lalu tumbuk perlahan agar kacang sedikit pecah. Masukkan saus ikan, air asam jawa, dan air perasan jeruk nipis.Tambahkan kacang panjang dan pepaya, lalu tumbuk perlahan hingga sedikit hancur.Aduk dengan sendok besar hingga semua bahan tercampur rata dan gula larut.Aduk rata, lalu tumbuk ringan mengikuti video di bawah ini. Taburi lagi dengan sedikit kacang tanah.Tambahkan sedikit lagi pepaya muda, lalu sesuaikan rasa dengan gula, saus ikan, dan air asam jawa bila perlu.Jika tidak punya cobekCincang halus atau parut bawang putih, iris tipis cabai, lalu masukkan ke dalam mangkuk besar.Masukkan gula aren yang diiris halus ke dalam mangkuk kecil, perciki dengan sedikit air panas, lalu lumatkan dengan garpu hingga menjadi pasta.Tambahkan saus ikan, air perasan jeruk nipis, dan air asam jawa, lalu aduk hingga gula larut. Masukkan campuran ini ke dalam bawang putih dan cabai, lalu aduk rata agar rasanya meresap.Cincang kasar setengah bagian kacang tanah, lalu masukkan ke dalam mangkuk salad.Memarkan kacang panjang hingga sedikit pecah dengan benda berat apa pun yang ada di dapur (botol, kaleng, penggilas adonan, atau konsol game anak), lalu masukkan ke dalam mangkuk salad.Tambahkan tomat, lalu tekan-tekan perlahan agar sedikit memar dan mengeluarkan jusnya.Tambahkan pepaya, lalu aduk hingga rata.Sajikan di piring, lalu taburi dengan sisa kacang tanah.\t\n\t\n\t\tSaya lebih suka membeli kacang tanah mentah lalu memanggangnya sendiri agar rasanya lebih gurih. Cukup panggang dalam oven bersuhu 175 \u00b0C selama 15 menit hingga keemasan, sambil diaduk sekali di tengah waktu pemanggangan agar matang merata. Simpan sisa kacang tanah panggang di kulkas atau freezer agar tetap segar lebih lama.\n\t\n\t\n\t\tEntr\u00e9e, SaladeTha\u00eflandaiseSalade de papaye verte, Som tam","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157628"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157628\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}