{"id":157614,"title":"Nikuman \u2013 Bakpau kukus Jepang isi babi","modified":"2026-07-18T14:37:38+02:00","plain":"Bakpau kukus Jepang yang empuk ini menyimpan isian daging babi yang juicy, harum jahe, shiitake, dan kecap asin.\n\n\n\nPada malam Tokyo yang menusuk tulang, jari-jari yang membeku mencari kehangatan. Kehangatan itu datang dari kepulan uap yang mengepul dari kukusan bambu milik pedagang kaki lima. Di dalamnya tersusun bakpau putih seputih salju, begitu lembut hingga nyaris bergetar; dari lipatannya keluar aroma kecap asin, jahe, dan lemak babi.\n\n\n\nBerasal dari baozi Tiongkok, nikuman selama berabad-abad justru menyerap kepekaan Jepang akan kesederhanaan dan musim hingga menjadi penghangat tangan favorit saat musim dingin di negeri itu. Hari ini, saya akan membagikan semua rahasianya.\n\n\n\nBaozi Tiongkok yang terkenal\n\n\n\nDari baozi ke nikuman: 700&nbsp;tahun perjalanan\n\n\n\nMenurut legenda, ahli strategi abad ke-IIIe&nbsp;Zhuge&nbsp;Liang konon membuat \u201cbakpau persembahan berbentuk kepala\u201d untuk menenangkan dewa sungai, dan dari sanalah benih baozi Tiongkok mulai tumbuh. Lebih dari seribu tahun kemudian, pada 1349, biksu Tiongkok Lin&nbsp;J\u016bnin (Rin&nbsp;J\u014din) tiba di Jepang dengan keahliannya dalam membuat mantou dan sebuah temuan cerdik&nbsp;: adonan fermentasi berbahan amazake, yang mampu mengembang tanpa ragi roti sekaligus menampung isian tanpa daging, sesuai dengan ajaran Buddha.\n\n\n\nManj\u016b manis berisi pasta kacang yang lahir darinya kemudian mendominasi meja teh selama setengah milenium: melimpah, tetapi jelas tanpa daging.\n\n\n\n Pasta kacang merah sangat mudah dibuat sendiri di rumah\n\n\n\nSemuanya berubah setelah Restorasi Meiji pada 1868, yang menghapus tabu daging di Jepang. Di pelabuhan-pelabuhan yang baru dibuka, para imigran Tiongkok mengukus bakpau isi babi, yang disebut ch\u016bkaman, untuk para pelaut yang rindu kampung halaman.\n\n\n\nDi Kobe, kedai R\u014dsh\u014dki memperkenalkan istilah \u201cbutaman\u201d pada 1915; bakpau kecilnya yang ditaburi udang segera memikat warga setempat. Di sisi lain kepulauan Jepang, Nakamuraya di Shinjuku meringankan bumbunya pada 1927. Rempah-rempah yang tajam dikurangi demi keseimbangan rasa yang lebih halus antara kecap asin dan mirin; pada awal 1930-an, nikuman pun beralih dari sajian khas Chinatown menjadi makanan musim dingin yang wajib ada di seluruh negeri.\n\n\n\nDalam kategori yang sama sekali berbeda, melon pan juga lahir dari adaptasi Jepang terhadap roti Barat\n\n\n\nVariasi regional\n\n\n\nPesan \u201cnikuman\u201d di Tokyo, dan Anda akan disodori sebuah bakpau. Coba lakukan hal yang sama di Osaka; orang mungkin akan memandang Anda heran: di sana, saat niku identik dengan daging sapi, para penjual menyebut bakpau isi babi yang sama sebagai \u201cbutaman\u201d.\n\n\n\nNikuman rumahan bisa dibuat dengan bahan yang sangat sederhana\n\n\n\nDi Kansai, kesetiaan publik tertuju pada 551&nbsp;Horai; kotak-kotak merah mudanya mewarnai perjalanan pulang di kereta, dan tiap bakpau disajikan dengan sedikit mustard karashi yang langsung membuka hidung. Di Kobe, R\u014dsh\u014dki yang telah berusia seabad masih menawarkan butaman seukuran sekali suap, sementara para penjaja di Chinatown, Yokohama, memamerkan versi berdiameter hampir 15&nbsp;cm.\n\n\n\nAspek musiman pun menjadi bagian dari ritual. Sejak akhir Agustus atau awal September, minimarket mulai menyalakan etalase penghangat bertenaga uap yang baru dimatikan saat musim semi; para komuter pun mengambil satu bakpau di sana dengan refleks yang sama seperti orang lain membeli kopi.\n\n\n\nTanggal&nbsp;25&nbsp;Januari secara tidak resmi dianggap sebagai \u201cHari ch\u016bkaman\u201d, dipilih karena jatuh tepat pada masa terdingin dalam setahun: pagi-pagi saat bakpau yang dibungkus kertas bisa menjadi penghangat tangan sekaligus sarapan.\n\n\n\n\n\n\tNikuman \u2013 Bakpao kukus Jepang isi babi\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tAdonan150 g tepung terigu protein tinggi (10-12% protein)150 g tepung terigu protein rendah (5-10% protein)30 g gula3 g garam6 g ragi kering3 g baking powder90 g air hangat (suhu 35-38 \u00b0C)65 g sake20 g minyak nabatiIsian350 g daging babi cincang (\u224830% lemak)150 g bawang bombai (cincang halus)150 g rebung (sudah dimasak terlebih dahulu, dipotong dadu)15 g shiitake kering (direndam hingga lunak, dipotong dadu)5 g jahe (parut)2.5 sendok makan kecap asin light1.5 sendok makan saus tiram2.5 sendok makan sake untuk memasak1.5 sendok teh Wei-pa (atau pasta kaldu ayam)1.5 sendok makan gula1.5 sendok makan minyak wijengaram dan lada (sesuai selera)\t\n\t\n\t\tPembuatan adonanCampur kedua jenis tepung, gula, garam, ragi kering, dan baking powder dalam sebuah mangkuk.Tambahkan sake dan sekitar dua pertiga air hangat. Aduk, lalu tuangkan sisa air sedikit demi sedikit hingga terbentuk adonan kasar.Uleni adonan di atas meja kerja selama 10 menit. Tambahkan minyak nabati, lalu uleni lagi selama 5 menit hingga adonan licin dan halus.Bulatkan adonan, tutup, lalu diamkan hingga mengembang selama 15 menit pada suhu 30 \u00b0C.Pembuatan isianRendam shiitake hingga lunak. Cincang bawang bombai dan rebung, lalu parut jahe.Dalam sebuah mangkuk, campur daging babi cincang, sayuran yang sudah disiapkan, kecap asin, saus tiram, sake untuk memasak, Wei-pa, gula, minyak wijen, garam, dan lada hingga menjadi isian yang lengket. Bagi menjadi 10 porsi.Pembentukan dan pengukusanKempiskan adonan, lalu bagi menjadi 10 bagian. Bulatkan tiap bagian, tutup, dan diamkan selama 10 menit.Pipihkan tiap bagian menjadi lingkaran dengan bagian tengah sedikit lebih tebal. Letakkan satu porsi isian di tengah, lalu kerutkan dan rapatkan ujungnya hingga tertutup. Taruh tiap nikuman di atas selembar kertas roti berbentuk persegi.Diamkan nikuman selama 10 hingga 15 menit pada suhu 35 \u00b0C hingga sedikit mengembang.Kukus nikuman di atas air yang mendidih kuat selama 15 menit. Angkat dari kukusan, lalu sajikan selagi panas.\t\n\t\n\t\t\nMerebus rebung selama 10 detik membantu menghilangkan rasa sepat dan membuat aromanya lebih keluar.\nBiarkan bagian tengah kulit sedikit lebih tebal agar tidak mudah robek saat isian mengeluarkan cairan selama dikukus.\n\n\t\n\t\n\t\tDim sumJaponaise\t\n\n\n\n\n\nSumber kuliner\n\n\n\n\u2022 Nikuman (bakpau kukus isi babi) \u2013 Just One Cookbook (bahasa Inggris)\u2022 Baozi \u2013 Wikipedia (bahasa Inggris)\u2022 Sejarah butaman (nikuman\/ch\u016bkaman) \u2013 Butaman Shop (bahasa Jepang)\u2022 Mengapa nikuman menempuh jalur berbeda dari manj\u016b (wagashi)? \u2013 \u7687\u671d (K\u014dch\u014d) (bahasa Jepang)\u2022 Butaman asli dari \u201cR\u014dsh\u014dki\u201d \u2013 KOBE \u8c5a\u9945\u30b5\u30df\u30c3\u30c8 (bahasa Jepang)\u2022 Ch\u016bka-man \u2013 sejarah produk \u2013 \u65b0\u5bbf\u4e2d\u6751\u5c4b (bahasa Jepang)\u2022 Nikuman \u2013 resep Jepang tradisional dan autentik \u2013 196 Flavors (bahasa Inggris)\u2022 Nikuman \u2014 bakpau kukus Jepang isi babi \u2013 La Fuji Mama (bahasa Inggris)\u2022 Pertama kali saya membuat nikuman (bakpau kukus isi babi)! \u2013 Reddit (bahasa Inggris)\u2022 Bakpau kukus isi babi buatan sendiri! \u2013 Reddit (bahasa Inggris)\u2022 Butaman terbaik di Osaka: 551 Horai dan Horai \u2013 Kansai Odyssey (bahasa Inggris)\u2022 Cara membuat nikuman (bakpau kukus isi babi gaya Tiongkok)\u2026 \u2013 Reddit (bahasa Inggris)\u2022 Salah satu penemuan kuliner sederhana terbaik dalam hidup dewasa saya. \u2013 Reddit (bahasa Inggris)","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157614"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157614\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85391"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}