{"id":157564,"title":"B\u00fan Ch\u1ea3 Autentik &#8211; Bihun Beras dengan Babi Panggang Khas Hanoi","modified":"2026-07-18T14:36:34+02:00","plain":"Resep bun cha Vietnam autentik dengan daging babi panggang berbumbu, sayuran renyah, dan bihun beras, disajikan dengan saus nuoc mam asam manis.\n\n\n\nHanoi, ibu kota di utara Vietnam, terkenal akan hidangan ikoniknya, bun cha. Sajian lezat ini mudah ditemukan di seluruh penjuru kota, dari warung kecil hingga restoran yang lebih mewah. Jika Anda ingin tahu persis di mana bisa menikmati bun cha terbaik dan aneka spesialisasi lainnya, lihat panduan restoran terbaik dan makanan kaki lima di Hanoi. Untuk mengetahui tempat terbaik mencicipi bun cha dan hidangan khas lainnya di sana, Anda juga bisa melihat panduan restoran terbaik dan makanan kaki lima di Hanoi. \n\n\n\nAroma menggoda daging babi panggang memenuhi udara, mengundang siapa pun yang lewat untuk mampir menikmati hidangan autentik ini. Bun cha terdiri dari irisan perut babi dan bakso daging babi cincang, keduanya dipanggang di atas arang, lalu disajikan bersama bihun beras suhu ruang, aneka herba segar, dan selada. \n\n\n\nHidangan panggang kaki lima lain yang disantap dengan tangan: ch\u1ea3 l\u1ee5i dari Lagi, gulungan lembaran nasi yang dipanggang di atas arang.\n\n\n\nSemuanya disajikan dengan saus nuoc mam asam manis, lengkap dengan irisan tipis wortel dan pepaya hijau yang diasinkan seperti do chua. Menarik juga dijadikan ide untuk barbeku, bukan?\n\n\n\nApa Itu Bun Cha?\n\n\n\nBun cha adalah hidangan tradisional Vietnam yang berasal dari Hanoi. Hidangan ini terdiri dari bihun beras, potongan perut babi panggang, dan bakso daging babi cincang yang dipanggang di atas arang. \n\n\n\nTeknik memasak ini menghasilkan aroma asap yang khas. Tentu, dengan cuaca seperti sekarang, kita bisa memasaknya di plancha atau wajan, tetapi Anda pasti paham maksudnya. Lagi pula, di kawasan perkotaan, bun cha juga kerap dimasak menggunakan wajan besi cor.\n\n\n\nDimasak di atas plancha pun hasilnya tetap sangat enak\n\n\n\nBihunnya disajikan bersama aneka herba segar dan selada, lalu disantap dengan saus nuoc mam asam manis. Saus ini, yang sering diperkaya dengan acar wortel dan pepaya hijau, menyeimbangkan dengan sempurna rasa gurih dan kaya dari daging babi panggang.\n\n\n\nPerbedaan antara Bun Cha dan Bun Thit Nuong\n\n\n\nBun cha dari Vietnam Utara tidak boleh disamakan dengan b\u00fan th\u1ecbt n\u01b0\u1edbng dari Vietnam Selatan. B\u00fan th\u1ecbt n\u01b0\u1edbng, yang sering digambarkan sebagai versi babi dari bo bun, terdiri dari daging yang dimarinasi dengan bawang putih dan serai, dipotong kecil-kecil, lalu disajikan di atas bihun beras. \n\n\n\nResep bo bun saya yang lezat\n\n\n\nSebaliknya, bun cha khas karena menggunakan bakso daging cincang dan irisan perut babi yang sama-sama dipanggang di atas arang, tanpa tambahan serai. Perbedaan bahan dan teknik memasak ini menciptakan pengalaman rasa yang berbeda pada masing-masing hidangan.\n\n\n\nBicara soal bumbu, racikan untuk dagingnya justru cukup sederhana. Dan itu memang disengaja! Hidangan ini memang dirancang untuk dinikmati bersama saus dan pelengkapnya.\n\n\n\nBagaimana Cara Menikmati Bun Cha?\n\n\n\nAda dua cara utama untuk menikmati bun cha sepenuhnya:\n\n\n\nMetode Mangkuk Individual\n\n\n\nDi Vietnam Selatan, cukup lazim menyiapkan mangkuk kecil untuk porsi individual. Masukkan sedikit bihun beras ke dalam mangkuk, tambahkan daging panggang, lalu siram dengan saus nuoc mam. Lengkapi dengan herba dan sayuran segar. \n\n\n\nGunakan sumpit untuk menyusun satu suapan, letakkan di atas sendok, lalu nikmati. Jika ingin menyantap satu bahan secara terpisah, masukkan dahulu ke dalam mangkuk, lalu angkat dengan sumpit.\n\n\n\nMetode Celup\n\n\n\nCara yang lebih sederhana adalah mencelupkan bihun yang dibungkus sayuran langsung ke dalam saus. Ambil sedikit bihun, bungkus dengan daun selada dan herba, lalu celupkan ke dalam saus nuoc mam. Tambahkan sepotong daging panggang, lalu santap. Cara ini memungkinkan Anda menikmati semua rasanya tanpa membuat bihun terlalu lembek.\n\n\n\nDalam kedua cara tersebut, sebaiknya jangan masukkan semua bihun ke dalam saus. Lebih baik ambil sedikit saus ke dalam mangkuk, tambahkan bihun secukupnya, lalu lengkapi dengan daging dan sayuran untuk setiap suapan. Dengan begitu, keseimbangan rasa tetap terjaga di setiap suapan.\n\n\n\nBahan-Bahan Utama Bun Cha\n\n\n\n\n\n\n\nPerut babi atau bahu babi : Bahan utama yang menjadi dasar rasa dan tekstur hidangan ini.\n\n\n\nSaus tiram : Opsional, tetapi memberi rasa umami yang kaya dan gurih.\n\n\n\nSaus ikan : Juga dikenal sebagai nuoc mam, bahan ini menambah kedalaman rasa asin dan umami pada marinadenya.\n\n\n\nDaging babi cincang : Digunakan untuk membuat patty atau bakso, sehingga menghadirkan tekstur yang berbeda dari perut babi. Idealnya, pilih yang mengandung lemak 30%.\n\n\n\nPepaya hijau : Digunakan untuk acar sayuran, memberi tekstur renyah dan rasa sedikit asam. Bahan ini juga digunakan dalam som tam yang terkenal.\n\n\n\nSelada, mint, perilla, ketumbar : Sayuran dan herba segar pendamping hidangan, yang menambahkan kesegaran dan aroma yang beragam.\n\n\n\nBihun beras kering : Disajikan bersama hidangan, memberi tekstur lembut dan ringan, serta menyerap rasa saus dan daging dengan baik.\n\n\n\n\n\n\tB\u00fan Ch\u1ea3 Autentik Khas Hanoi - Bihun Beras dengan Babi Panggang\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t500 g perut babi (atau bahu babi, iris tipis)1 sendok makan gula1 sendok makan saus tiram (opsional)2 sendok makan madu2 sendok makan saus ikan2 sendok makan bawang merah (cincang halus)0.5 sendok teh lada hitam1 sendok teh kaldu ayam (bubuk)Untuk marinasi daging babi cincang500 g daging babi cincang1 sendok makan gula1 sendok makan saus tiram (opsional)2 sendok makan madu2 sendok makan saus ikan2 sendok makan bawang merah (cincang halus)0.5 sendok teh lada hitam1 sendok teh kaldu ayam (bubuk)Untuk sayuran acar160 g pepaya muda (iris tipis, lalu potong seukuran sekali gigit)120 g wortel (iris tipis, lalu potong seukuran sekali gigit)2 sendok teh garam2 sendok makan cuka beras1 sendok makan gulaUntuk saus nuoc mam asam manis120 ml saus ikan50 g gula750 ml air4 siung bawang putih (cincang halus)1 sendok makan cabai segar (cincang halus)3 sendok makan cuka berasUntuk penyajianselada (daun mint, perila, ketumbar, dan lain-lain)1 kg bihun beras (kering)\t\n\t\n\t\tUntuk marinasi perut babiMarinasi perut babi selama 30 menit, atau beberapa jam di dalam lemari es.Untuk marinasi daging babi cincangMarinasi daging babi cincang dengan cara yang sama. Diamkan minimal 30 menit di dalam lemari es.Bentuk daging babi cincang menjadi bulatan pipih berdiameter 5 cm.Untuk memasakPanggang perut babi dan bulatan pipih daging babi cincang di atas bara arang hingga kedua sisinya kecokelatan. Sebagai alternatif, panggang dalam oven pada suhu 220\u00b0C selama 20 menit sambil dibalik di pertengahan waktu memasak. Anda juga bisa memasaknya di plancha atau wajan.Untuk sayuran acarCampurkan pepaya muda iris dan wortel dengan garam.Diamkan selama 15 menit.Bilas hingga bersih, lalu peras perlahan untuk membuang kelebihan air.Dalam mangkuk besar, campurkan pepaya dan wortel dengan gula serta cuka. Diamkan setidaknya 1 jam agar bumbu meresap ke dalam sayuran.Untuk saus cocol (nuoc mam asam manis)Dalam panci sedang di atas api kecil, larutkan gula bersama saus ikan, cuka, dan air. Masak selama 5 menit.Angkat panci dari api, lalu tambahkan bawang putih dan cabai. Dinginkan di dalam lemari es.Untuk merakit hidanganIsi mangkuk sedang hingga setengah penuh dengan saus cocol.Tambahkan babi panggang, sayuran acar, bawang putih cincang, cabai, dan lada hitam.Sajikan bersama sepiring sayuran segar dan bihun beras yang sudah dimasak.Untuk menikmatinya, celupkan sedikit bihun dan sayuran segar ke dalam mangkuk, lalu santap bersama babi panggang dan sayuran acar.\t\n\t\n\t\tUntuk rasa yang lebih meresap, Anda bisa memarinasi daging semalaman jika suka.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalVietnamienne","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157564","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157564"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157564\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157564"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157564"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157564"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}