{"id":157552,"title":"Ceker ayam Tiongkok autentik \u8c49\u6c41\u51e4\u722a","modified":"2026-07-18T14:35:54+02:00","plain":"Ceker ayam: salah satu dim sum paling ikonis\n\n\n\nSama seperti Ha Kao dan iga babi kukus, ceker ayam adalah hidangan ikonis yang selalu hadir di restoran dim sum Kanton yang autentik. \n\n\n\nBagi sebagian orang, hidangan ini mungkin terasa tidak biasa. Dari tanggapan di grup Facebook, saya tahu banyak di antara Anda yang berpikir demikian. Namun, bagi banyak pencinta masakan Tiongkok, termasuk saya, ceker ayam justru menjadi hidangan favorit.\n\n\n\nHidangan ini dikenal di Tiongkok dengan nama Chi Zhi Feng Zhao (\u8c49\u6c41\u51e4\u722a), yang secara harfiah berarti \u201ccakar burung phoenix dengan saus kacang hitam fermentasi\u201d (istilah yang sedikit puitis untuk menyebut kaki ayam). \n\n\n\n\n\n\n\nYang membuat hidangan ini begitu digemari adalah rasa umaminya yang dalam, cita rasanya yang kompleks, dan teksturnya yang kenyal-gelatin. \n\n\n\nSelain itu, banyak orang senang menikmatinya bersama keluarga atau teman saat berkumpul, karena ceker ayam juga dianggap sebagai hidangan pembawa keberuntungan dan simbol kemakmuran.\n\n\n\nCeker ayam braise\n\n\n\nSaya yakin sebagian dari Anda langsung mengenali warna khas ini; benar, ini adalah salah satu variasi braise khas Tiongkok, atau \u201cbraise merah\u201d, dengan ikon terkenalnya yaitu Hong Shao Rou\n\n\n\nBabi merah Tiongkok yang lezat: manis dan lumer di mulut\n\n\n\nSama seperti babi merah, ceker ayam dimasak lama dengan teknik braise hingga sausnya benar-benar terkaramelisasi, menghasilkan tekstur yang sangat lembut.\n\n\n\nCeker ayam dalam masakan Asia\n\n\n\nDalam banyak masakan Asia, ceker ayam adalah bahan yang umum dan sangat digemari. \n\n\n\nCeker ayam terdiri atas tulang-tulang kecil yang lunak, tulang rawan, tendon, dan kulit. Bahan ini kaya akan kalsium dan kolagen, sejenis protein yang kerap dikaitkan dengan kesehatan kulit dan rambut.\n\n\n\nSelain hidangan yang kita bahas hari ini, ceker ayam juga sangat cocok untuk membuat kaldu yang kaya rasa dan gurih, atau jeli daging yang sering digunakan sebagai isian xiao long bao. Ceker benar-benar bahan serbaguna yang memberi kekayaan rasa dan tekstur pada banyak hidangan.\n\n\n\nSeperti apa rasa ceker ayam?\n\n\n\nMeski dagingnya tidak sebanyak bagian ayam lain, ceker tetap punya cita rasa ayam yang khas dan nikmat. Soal tekstur, inilah yang membuatnya unik. Berkat kandungan kolagennya yang melimpah, ceker akan menjadi lembut, kenyal, dan sedikit gelatin setelah dimasak.\n\n\n\nBayangkan satu gigitan dengan tekstur yang kaya, lembut, dan nyaris mewah, sesuatu yang sulit ditemukan pada bagian ayam lainnya. \n\n\n\nBenar-benar memanjakan lidah. Bukan cuma itu, kulit ceker juga menyerap bumbu dengan sangat baik, sehingga setiap gigitan terasa penuh rasa. Bagi penggemar kaki babi, teksturnya kurang lebih serupa.\n\n\n\n\n\n\n\nDi mana membeli ceker ayam?\n\n\n\nAnda bisa menemukannya dalam kondisi beku di sebagian besar supermarket Asia. Tukang daging juga biasanya bisa menyediakan ceker segar jika Anda memesannya terlebih dahulu. Kabar baiknya, karena bagian ini tidak terlalu populer di sini, harganya pun sangat terjangkau!\n\n\n\nBahan utama ceker ayam Tiongkok\n\n\n\nKecap asin light: Memberi rasa asin dan umami pada hidangan, sekaligus membantu memberi warna pada ceker ayam.\n\n\n\nKecap asin dark: Lebih kental dan lebih manis daripada kecap asin light, kecap ini memberi rasa yang lebih dalam dan warna yang lebih pekat pada ceker ayam.\n\n\n\nSaus tiram: Memberikan rasa yang kaya dan sedikit manis yang melengkapi kedua jenis kecap asin.\n\n\n\nAnggur Shaoxing: Anggur masak khas Tiongkok ini memberi aroma yang lebih kompleks dan sentuhan manis yang lembut pada hidangan.\n\n\n\nPekak: Bahan ini memberi aroma manis yang khas dengan sentuhan adas, sehingga rasa hidangan menjadi lebih kompleks.\n\n\n\nDaun laurel: Memberikan aroma halus dan sedikit herbal yang melengkapi rempah-rempah.\n\n\n\nCabai merah kering: Jika Anda suka pedas, cabai ini memberi sedikit sensasi panas pada hidangan.\n\n\n\nKacang hitam fermentasi: Bahan ini menambahkan kedalaman umami ekstra dan sedikit rasa pahit yang berpadu sempurna dengan cita rasa manis dan asin dari saus.\n\n\n\nBumbu aromatik yang membuat hidangan ini begitu sedap\n\n\n\nTips sukses membuat ceker ayam Tiongkok dengan kacang hitam\n\n\n\nAnda bisa menikmatinya hangat atau pada suhu ruang. Simpan sisanya di kulkas hingga 3 hari, atau bekukan. Sebelum disajikan, biarkan kembali ke suhu ruang atau panaskan lagi dengan cara dikukus.\n\n\n\nSajikan dengan semangkuk nasi hangat atau sebagai hidangan pembuka.\n\n\n\nUntuk tahap menggoreng, baik menggunakan air fryer maupun minyak, tujuan utamanya adalah membuat ceker lebih empuk dan memberi tampilan keriput khas. Anda boleh melewati tahap pramasak ini dan cukup memperpanjang waktu braise.\n\n\n\nMengapa 500 g ceker?\n\n\n\nSederhana: di toko bahan makanan Asia di seluruh dunia, ceker biasanya dijual dalam kemasan beku 500 g.\n\n\n\n\n\n\tCeker Ayam Tionghoa Autentik \u8c49\u6c41\u51e4\u722a\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWokair fryer\t\n\t\n\t\t500 g ceker ayamminyak netral (untuk metode air fryer (opsional))Saus2 sendok makan light soy sauce1 sendok makan dark soy sauce1 sendok makan saus tiram2 sendok makan arak masak Shaoxing2 sendok makan gula500 ml airBumbu aromatik5 siung bawang putih (dimemarkan)4 iris jahe1 bunga lawang2 lembar daun laurel2 cabai merah kering (opsional)1 sendok makan kacang hitam fermentasi (opsional)\t\n\t\n\t\tPotong ujung kuku ceker ayam.Cuci bersih ceker, lalu masukkan ke dalam panci dan tuang air hingga terendam.Didihkan, lalu rebus perlahan selama 5 menit. Tiriskan hingga benar-benar kering.Metode air fryer (opsional)Olesi ceker yang sudah ditiriskan dengan sedikit minyak. Masukkan ke dalam air fryer yang sudah dipanaskan hingga 200\u00b0C.Masak selama sekitar 10 menit hingga kulitnya sedikit melepuh (buka laci sesekali untuk membalik dan mengguncang ceker beberapa kali selama proses memasak).Metode menggoreng (opsional)Panaskan minyak hingga 170\u00b0C, lalu goreng ceker sampai berwarna cokelat keemasan tua. Proses ini bisa memakan waktu hingga 10 menit.PerendamanPindahkan ceker goreng ke dalam mangkuk besar berisi air dingin. Rendam di kulkas selama sekitar 2 jam, lalu tiriskan hingga kering.UngkepTuang sedikit minyak ke dalam wok atau panci. Masukkan bumbu aromatik, lalu tumis dengan api kecil hingga bawang putih sedikit keemasan dan harum (jangan sampai gosong).Masukkan ceker, lalu tuang saus yang sudah dicampur sebelumnya.Didihkan, lalu tutup panci. Kecilkan api dan masak selama 30 menit hingga kulitnya sangat empuk (perpanjang menjadi 40 menit jika cekernya tidak digoreng).Terakhir, besarkan api. Masak tanpa tutup hingga kuah mengental dan terkaramelisasi dengan baik.\t\n\t\n\t\tPenyajian dan penyimpanan\nSajikan hangat atau pada suhu ruang. Simpan sisa ceker di kulkas maksimal 3 hari, atau bekukan.Sebelum disajikan kembali, biarkan mencapai suhu ruang atau panaskan dengan cara dikukus.\nKacang hitam fermentasi (douchi)\nSecara tradisional, kacang hitam fermentasi (\u8c46\u8c49) dipakai dalam ceker ayam dim sum karena memberi rasa umami yang khas dan sedap. Namun, jika sulit ditemukan, Anda bisa melewatkannya. Rasanya tetap enak.\nPenggorengan\nBaik menggunakan air fryer maupun digoreng dalam minyak, tahap penggorengan bertujuan membuat tekstur ceker lebih empuk sekaligus memberi tampilan berkerut khas tradisional. Anda bisa melewati tahap pramasak ini dan cukup memperpanjang waktu ungkep.\n\t\n\t\n\t\tChinoisedim sum, pattes de poulet\t\n\n\n\n\n\nSumber kuliner utama: Chinese Cooking Demystified, ChinaSichuanFood, Red House Spice, dan Reddit.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157552","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157552"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157552\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157552"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157552"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157552"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}