{"id":157538,"title":"Mi Singapura Autentik","modified":"2026-07-18T14:35:08+02:00","plain":"Bihun tumis lezat dengan saus kari yang harum\n\n\n\n Kari? Ya, Anda tidak salah baca. Sejujurnya, mi ini memang seperti kumpulan hal yang terasa tidak nyambung. \n\n\n\nNamanya memuat kata Singapura, padahal sama sekali tidak ada kaitannya dengan negara itu (hidangan ini justru diciptakan di Hong Kong), memakai kari yang jarang digunakan dalam masakan Tiongkok maupun Hong Kong, berisi char siu Kanton, serta bihun beras yang justru lebih identik dengan Vietnam atau Thailand. Singkatnya, Anda pasti paham maksudnya.\n\n\n\nIngin resep mi Tiongkok yang lebih klasik? Coba mi panjang umur.\n\n\n\nMeski begitu, hidangan ini tetap lezat dan, apa pun asal-usulnya, pasti menggugah selera.\n\n\n\nNama-nama unik dalam masakan Kanton\n\n\n\nBlog Chinese Cooking Demystified (sumber utama artikel ini) menyebut beberapa contoh lain nama yang cukup acak dalam masakan Tiongkok: sayap ayam Swiss, yaitu sayap ayam yang dibrais dalam saus kecap asin berbumbu manis-gurih. Jelas bukan hidangan khas Zurich! \n\n\n\nMemang tidak ada hubungannya dengan artikel ini, tetapi saya ingin membagikan resep terbaru saya untuk tumis daging babi dan kol\n\n\n\nDi menu beberapa restoran, Anda juga bisa menemukan&nbsp;ayam panggang Portugis&nbsp;yang, tidak mengherankan, sama sekali bukan hidangan Portugis, &#8230;\n\n\n\nBahan utama mi Singapura\n\n\n\n\n\n\n\nBihun beras&nbsp;: Bihun Asia yang tipis dan ringan ini menyerap bumbu dengan baik, tetapi tetap lembut saat disantap. Di sini, bihun menjadi dasar tumisan.\n\n\n\nKecap asin ringan&nbsp;: Kecap asin ini memberi rasa asin dan kedalaman cita rasa tanpa membuat saus terasa terlalu berat.\n\n\n\nBiji wijen&nbsp;: Sebagai taburan akhir, biji wijen memberi sedikit kerenyahan dan aroma kacang yang lembut.\n\n\n\nBubuk kari Madras&nbsp;: Campuran rempah asal India ini biasanya berisi kunyit, jintan, ketumbar, dan rempah aromatik lainnya. Rasanya hangat, harum, dan kaya bumbu.\n\n\n\nKunyit&nbsp;: Rempah berwarna kuning jingga yang mempertegas warna hidangan dan menambahkan sedikit rasa earthy. Sifatnya opsional, tetapi membantu memperkuat karakter kari.\n\n\n\nChar siu&nbsp;: Daging babi panggang khas Tiongkok yang dimarinasi lalu dipanggang hingga berlapis glasir, terkenal dengan rasa manis-gurih dan warna merahnya yang khas. Bahan ini memberi sentuhan umami dan tekstur empuk pada tumisan.\n\n\n\nUdang&nbsp;: Udang memberi cita rasa laut yang sedikit manis serta tekstur kenyal yang kontras dengan mi dan sayuran. Gunakan udang mentah.\n\n\n\n\n\n\tBihun Singapura Autentik\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWok\t\n\t\n\t\t180 g bihun beras (berat kering. Pilih bihun yang kemasannya agak longgar, bukan yang terlalu padat, karena lebih mudah patah)Bumbu dasar kari1 sendok makan bubuk kari Madras0.5 sendok teh bubuk kunyit (opsional)2 siung bawang putih (cincang halus)0.5 bawang merah (cincang halus)1 sendok makan bawang bombai (cincang halus)Sayuran dan pelengkap8 batang bagian putih daun bawang (potong 5 cm)80 g tauge kacang hijau (siangi (buang bijinya jika masih menempel, serta ujungnya yang sangat tipis))0.25 bawang bombai (iris tipis)50 g paprika merah (iris tipis memanjang)50 g paprika hijau (iris tipis memanjang)Protein50 g char siu (iris tipis memanjang)50 g udang (dimarinasi)Bumbu marinasi udang0.25 sendok teh garam0.25 sendok teh lada putih (bubuk)Telur1 telur (buat dadar tipis, lalu iris memanjang)Bumbu tumisan1 sendok teh garam0.5 sendok makan gula1 sendok teh kecap asin ringanPelengkapbiji wijen putihbagian hijau daun bawang (iris tipis)\t\n\t\n\t\tDadar telurKocok telur dalam mangkuk. Panaskan wok atau panci besar dengan satu sendok makan minyak.Tuang telur ke dalam wok saat wok sudah benar-benar panas.Putar wok agar telur menyebar merata, lalu masak di atas api sedang hingga set, sekitar 45 detik.Matikan api, tutup, lalu diamkan selama 2 menit.Gulung dadar telur, potong menjadi dua, lalu iris tipis memanjang. Sisihkan.PersiapanSiangi tauge, potong daun bawang, iris tipis bawang bombai, lalu iris char siu dan paprika tipis memanjang.Cincang bumbu dasar kari.Marinasi udang selama 10 menit.Menyiapkan bihunDidihkan air dalam panci, lalu masukkan bihun beras selama 1 menit 30 detik sambil diaduk perlahan. Tiriskan tanpa dibilas.Sebarkan bihun di atas permukaan kerja atau di dalam saringan yang ditutup kain dapur atau plastik wrap.Biarkan bihun matang dengan sisa uap selama 10 menit.Jika bihun tetap berada di dalam saringan, pisahkan perlahan dengan jari agar tidak saling menempel.Menumis sayuranPanaskan sedikit minyak dalam wok, lalu tumis bawang bombai iris di atas api sedang-besar selama 30 detik.Tambahkan paprika, lalu masak lagi selama 15 detik. Angkat dan sisihkan.Tanpa mencuci wok, tumis tauge di atas api sedang-besar selama sekitar 1 menit hingga sedikit layu. Sisihkan.Tambahkan sedikit minyak ke dalam wok, lalu tumis udang selama 45 detik hingga berubah warna. Angkat dan sisihkan.Bumbu dasar kariPanaskan wok di atas api sedang hingga benar-benar panas, lalu tumis bawang bombai cincang selama 1 menit.Tambahkan bawang putih dan bawang merah, lalu masak beberapa menit hingga harum dan agak bening.Masukkan potongan daun bawang, lalu masak selama 45 detik.Tambahkan bubuk kari dan kunyit bersama sedikit minyak, lalu masak sekitar 3 menit hingga rempah matang dan terserap sempurna.Merakit bihunMasukkan bihun, lalu besarkan api ke sedang sambil terus diaduk agar terurai.Bumbui dengan garam, gula, dan kecap asin, lalu aduk rata selama 15 hingga 30 detik.Masukkan bawang bombai, paprika, dan tauge, lalu aduk selama sekitar 15 detik.Tambahkan char siu dan udang, lalu tumis selama 30 detik.Masukkan irisan telur, lalu aduk sebentar.Matikan api, angkat dari wok, lalu jika suka, taburi dengan biji wijen putih dan bagian hijau daun bawang sebelum disajikan.\t\n\t\n\t\tUntuk memasak bihun beras: agar tidak mudah patah saat ditumis, bihun direbus sebentar dalam air mendidih, lalu dibiarkan lanjut matang dengan sisa uap. Metode lain juga bisa digunakan, misalnya merendamnya lama dalam air dingin atau panas, atau merebusnya sebentar lalu membilasnya dengan air dingin. Cara lain adalah menyangrainya sebentar dalam wok yang diolesi sedikit minyak sebelum dicampurkan ke dalam tumisan.\n\t\n\t\n\t\tPlat principalChinoise, Hongkongaise\t\n\n\n\n\n\nSumber kuliner\n\n\n\nUntuk resep ini, saya mengacu pada resep dari blog \u201cChinese Cooking Demystified\u201d dengan beberapa penyesuaian kecil.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157538"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157538\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30719"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}