{"id":157519,"title":"Mi tumis daging sapi, lebih enak daripada di resto","modified":"2026-07-18T14:34:51+02:00","plain":"Apa yang lebih menenangkan daripada menikmati hidangan ala restoran di rumah yang hangat? \u2764\ufe0f\n\n\n\nSari daging serta aroma lezat dari saus tiram dan kecap asin benar-benar menghasilkan rasa yang luar biasa; bahkan tak perlu tambahan garam! \ud83e\udd24 \n\n\n\nSedikit gula memberi sentuhan karamelisasi yang membuat saus melekat sempurna dan membalut mi dengan warna yang cantik \ud83c\udf5c Singkatnya, bikin nagih \ud83d\udd25\n\n\n\nCantik sekali, bukan?\n\n\n\nIni resep yang dulu saya buat hampir 5 kali seminggu saat masih kuliah. Cita rasanya terinspirasi dari masakan Tionghoa dan Thailand (meski pengaruh Tionghoanya tetap lebih dominan). \n\n\n\nSaya sering menambahkan sayuran lain seperti sawi putih atau pakcoy. Kadang saya juga memasukkan bawang bombai, kalau sedang siap menghadapi air mata saat mengirisnya. Kalau mau, coba juga resep mi tumis daging sapi dengan kol atau chow fun daging sapi\n\n\n\nSoal mengiris daging, di sini kamu bisa menemukan teknik ala Asia untuk memotong daging agar hasilnya lebih empuk. Percayalah, bedanya terasa banget! \n\n\n\nCara membuat mi tumis daging sapi\n\n\n\nMulailah seperti biasa: tumis daging sapi yang sudah dimarinasi. Setelah itu, masukkan bahan aromatik seperti bawang putih, lalu daun bawang muda (beserta sayuran lain jika digunakan). \n\n\n\nSemangkuk daun bawang muda segar\n\n\n\nTips agar mi tumis daging sapi berhasil\n\n\n\nPada foto ini, sausnya belum terkaramelisasi\n\n\n\nSetelah semua saus dimasukkan, terus tumis hingga mi berwarna kecokelatan. Di tahap inilah saus akan mulai terkaramelisasi.\n\n\n\nBahan utama mi tumis daging sapi ala Tionghoa\n\n\n\nKecap asin light dan dark: Keduanya punya peran masing-masing: yang light memberi rasa asin, sedangkan yang dark menambah warna dan kedalaman rasa. Jika sulit menemukannya, Anda masih bisa melewatkan yang dark, karena kecap asin light jauh lebih mudah didapat di supermarket.\n\n\n\nJenis mi yang dipakai untuk resep ini\n\n\n\nSaus tiram: rasanya memang tidak seperti tiram, tetapi memberi cita rasa yang luar biasa dan menjadi kunci kelezatan hidangan ini. Simak rahasianya di sini\n\n\n\nKecap asin dark: menambah kedalaman rasa dan sangat penting untuk mendapatkan cita rasa udon daging sapi yang utuh.\n\n\n\nMinyak wijen:&nbsp;Sangat cocok untuk masakan wok, minyak wijen memberi aroma kacang sangrai pada saus dan marinasi.&nbsp;\n\n\n\nTepung maizena: membantu mengempukkan daging saat dimarinasi\n\n\n\n\n\n\tMi tumis daging sapi, lebih enak dari restoran\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWok\t\n\t\n\t\t250 g daging sapi (iris tipis)100 g mi ((berat kering), direbus terlebih dahulu)3 batang daun bawang (potong-potong)3 siung bawang putih (iris tipis)Marinasi1 sendok makan kecap asin terang1 sendok makan saus tiram1 sendok makan maizena1 sendok makan minyak wijenSaus1 sendok makan kecap asin terang1 sendok makan kecap asin pekat0.5 sendok makan saus tiram1 sendok teh gula\t\n\t\n\t\tIris tipis daging, lalu marinasi selama 10 menit.Campurkan semua bahan saus dalam mangkuk kecil.Tumis daging selama 4 menit dengan sedikit minyak di atas api besar. Jangan langsung diaduk setelah dimasukkan; biarkan satu sisinya kecokelatan selama sekitar 1 menit, lalu mulai menumis. Angkat dan sisihkan di piring.Tumis bawang putih selama 2 menit, tambahkan daun bawang, lalu tumis lagi selama 2 menit.Masukkan mi, daging, dan saus. Tumis selama 3-4 menit hingga saus menyusut dan melapisi mi dengan baik.\t\n\t\n\t\tSetelah saus ditambahkan, terus tumis hingga mi berwarna kecokelatan. Pada tahap ini, saus akan terkaramelisasi dengan baik.\n\t\n\t\n\t\tAccompagnement, Plat principalChinoisenouilles au boeuf","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157519"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157519\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}