{"id":157503,"title":"Daging Sapi Saus Sate","modified":"2026-07-18T14:34:32+02:00","plain":"Daging sapi saus sate adalah salah satu hidangan favorit saya. Setelah dimasak cukup lama, hidangan ini mengalami perubahan yang nyaris ajaib: sausnya meresap, aromanya makin pekat, dan hasil akhirnya benar-benar menggugah selera.\n\n\n\nSatay atau sate berasal dari masakan Indonesia, tetapi kini bisa ditemukan di seluruh dunia. Resep ini terinspirasi dari sate tradisional yang biasanya disajikan dalam bentuk tusuk sate dan dimarinasi. Resep kari panang daging sapi juga mungkin akan menarik bagi Anda jika menyukai hidangan daging sapi bersaus.\n\n\n\nDengan pendamping yang tepat, daging sapi saus sate ini cukup untuk sekitar 4 orang. Namun, jika Anda ingin menyajikannya untuk lebih banyak orang, saya sarankan untuk menggandakan atau melipatgandakan resepnya.\n\n\n\nMengapa tidak menyajikannya dengan nasi goreng Kanton praktis?\n\n\n\nJika masih ada sisa, jangan dibuang karena hidangan ini tetap sangat lezat saat dipanaskan kembali. Saya sarankan untuk menyimpannya di lemari es, tetapi Anda juga bisa membekukannya jika ingin tahan lebih lama.\n\n\n\nTips membuat daging sapi saus sate\n\n\n\nKesabaran adalah kunci dalam resep ini. Bergantung pada jumlah yang Anda masak, waktu yang dibutuhkan agar hasil akhirnya benar-benar maksimal bisa lebih cepat atau lebih lama.\n\n\n\nAkan ada satu titik ketika saus mulai mengental dan tampilannya berubah menjadi lebih menggoda. Setelah itu, Anda hanya perlu menunggu hingga dagingnya empuk sempurna.\n\n\n\nIngin mencoba hidangan daging sapi bersaus lainnya? Kunjungi halaman daging sapi dengan bawang ala Tiongkok.\n\n\n\nResep ini menggunakan bumbu sate rumahan alih-alih bumbu siap pakai. Cobalah, rasanya benar-benar lezat.\n\n\n\nPotongan daging sapi apa yang cocok untuk hidangan ini?\n\n\n\nSaat memilih potongan daging sapi untuk hidangan ini, cobalah menggunakan bagian yang lebih ekonomis, seperti daging untuk semur atau rebusan.\n\n\n\n Mi saus kacang saya yang menggunakan variasi resep ini\n\n\n\nPotongan daging tanpa lemak cenderung cepat matang dan rasanya tidak sekaya potongan yang lebih alot. Karena itu, penting untuk memilih bagian daging sapi yang memang cocok dimasak perlahan. Selain itu, jangan ragu untuk membaca artikel tentang cara memotong daging sapi ini agar hasil masakan Asia Anda semakin maksimal.\n\n\n\nApa pendamping yang cocok untuk daging sapi saus sate?\n\n\n\nTambahan sayuran akan sangat cocok disajikan bersama hidangan ini. Terkadang, saya suka mengukus sayuran seperti brokoli dan kembang kol. Namun, Anda tentu bisa menggunakan sayuran apa pun yang Anda sukai.\n\n\n\nSaran terakhir saya adalah menyajikannya dengan mi. Misalnya, mi telur, mi soba, atau bahkan mi udon akan terasa sangat lezat. Gunakan saja jenis mi favorit Anda.\n\n\n\n\n\n\tDaging Sapi Bumbu Sate\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tDaging Sapi500 g daging sapi, potong dadu3 bawang bombai besar, iris tipis3 tomat segar, sebaiknya dikupas, potong menjadi 4 bagian5 sendok makan bumbu sate3 sendok makan saus ikan nuoc mam1 sejumput mericaBumbu Sate0.5 jeruk nipis, peras airnya1 sendok teh madu1 sendok makan kecap asin1 sendok makan bubuk kari3 sendok makan selai kacang halus (tanpa potongan kacang)165 ml santan\t\n\t\n\t\tBumbu SateCampurkan air jeruk nipis, madu, kecap asin, bubuk kari, dan selai kacang dalam sebuah mangkuk.Tuang campuran ke dalam panci, tambahkan santan, lalu masak di atas api sedang selama 5 menit sambil terus diaduk.Daging SapiTumis bawang bombai dengan sedikit minyak selama 5 menit.Masukkan daging, lalu tumis hingga permukaannya berubah warna. Tambahkan bumbu sate, saus ikan nuoc mam, dan merica, lalu aduk rata.Kecilkan api ke sedang-rendah, masukkan tomat, tutup panci, lalu masak perlahan selama 1 jam. Setelah 30 menit, cicipi dan tambahkan saus ikan nuoc mam bila rasanya kurang asin. Naikkan api ke sedang.Besarkan api ke sedang-besar, buka tutup panci, lalu masak selama 5 menit hingga kuah menyusut sambil sesekali diaduk.Sajikan bersama nasi.\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tindon\u00e9sienne","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157503","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157503"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157503\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157503"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157503"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157503"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}