{"id":157419,"title":"Cinnamon rolls Amerika autentik","modified":"2026-07-18T14:33:05+02:00","plain":"Kanelbulle (yang bisa diterjemahkan sebagai \u00ab brioche kayu manis \u00bb) adalah pastri panggang yang berasal dari Amerika Utara dan Eropa Utara. Kue ini mulai populer pada tahun 1920-an dengan nama gulungan kayu manis. Brioche kayu manis ini mulai dikenal luas ketika bahan-bahannya makin mudah didapat setelah Perang Dunia I. Baca lebih lanjut tentang sejarah cinnamon rolls. \n\n\n\nFoto lama resep ini, sebagai arsip\n\n\n\nCinnamon rolls kini menjadi klasik Amerika yang sangat instagramable. Sayangnya, di Eropa kue ini terlalu sering ditiru hingga hasilnya memang cantik, tetapi rapuh, kering, dan jauh dari tekstur aslinya. \n\n\n\nMenurut saya, sungguh aneh bahwa di negeri brioche, cinnamon rolls dari toko roti justru hambar dan kering. Untungnya, dengan sedikit usaha, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah dengan hasil yang jauh lebih lezat. \n\n\n\nBerbeda dengan resep pastri Prancis, di sini yang dikejar bukan kehalusan, melainkan kenikmatan yang total.\n\n\n\nHari ini hari keberuntungan Anda, karena saya akan membagikan resep autentik ini, yang terinspirasi dari resep Joshua Weissman, seorang koki yang sangat saya kagumi. \n\n\n\nUntuk sarapan ala Amerika yang sesungguhnya, sajikan cinnamon rolls ini dengan resep pancake saya\n\n\n\nTips membuat cinnamon rolls\n\n\n\nTentang jumlah tepung: Jumlah tepung yang dibutuhkan bisa berbeda-beda tergantung jenis tepung yang digunakan. Jangan ragu menambahkan sedikit demi sedikit jika adonan masih terlalu lengket setelah diuleni hingga kalis.\n\n\n\nSiapkan juga tepung ekstra jika adonan terlalu lengket, sekaligus untuk menaburi permukaan kerja\n\n\n\nEkstrak vanila: Beberapa tetes ekstrak vanila atau sebutir polong vanila bisa membuat glasir cinnamon rolls yang sudah lezat menjadi luar biasa nikmat. \n\n\n\nPersiapan sehari sebelumnya: Saya cukup sering menyiapkannya sehari sebelumnya untuk dipanggang keesokan harinya. Dalam hal ini, letakkan rolls di loyang, tutup rapat dengan plastik wrap, lalu simpan di kulkas semalaman. Perlu diperhatikan: keluarkan lebih dari 6 jam sebelumnya agar adonan sempat kembali ke suhu ruang, ragi aktif lagi, dan rolls mulai mengembang kembali. Di dasar loyang mungkin akan ada cairan kecokelatan; biarkan saja, karena akan mengaramel saat dipanggang.\n\n\n\nRolls setelah semalaman di kulkas. Meski mengeluarkan cairan, rasanya tetap lezat\n\n\n\nSuhu susu: Pastikan susu hangat kuku, bukan panas, sebelum menambahkan ragi. Susu yang terlalu panas bisa membunuh ragi dan membuat adonan gagal mengembang dengan baik.\n\n\n\nMenyimpan rolls: Jika tidak langsung habis, cinnamon rolls bisa disimpan dengan baik di lemari es selama beberapa hari. Hangatkan sebentar sebelum disajikan agar teksturnya kembali lembut.\n\n\n\nMenggulung: Saya benar-benar menyarankan Anda melakukannya perlahan, sedikit demi sedikit. Inilah kunci cinnamon rolls yang sukses: spiralnya harus benar-benar rapat.\n\n\n\nLihat spiral yang cantik dan rapat ini\n\n\n\nTambahkan kacang: Untuk sentuhan renyah, jangan ragu menambahkan kacang atau pecan karamel\n\n\n\nMengapa tidak melengkapinya dengan kukis?\n\n\n\nAlternatif pengganti kayu manis\n\n\n\nMemang, secara definisi gulungan kayu manis seharusnya bercita rasa kayu manis&#8230; Namun jika Anda benar-benar kurang menyukainya, saya sarankan memakai bubuk cokelat, atau mengganti seluruh gula dan kayu manis dengan pralin\u00e9 buatan sendiri, misalnya dari hazelnut atau pecan.\n\n\n\n\n\n\tCinnamon Rolls Amerika Autentik\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tAdonan620 g tepung terigu T55 (hasilnya lebih baik jika menggunakan campuran T55 dan T65)107 g gula pasir (juga dikenal sebagai gula kristal atau gula butiran)6 g garam84 g mentega tawar (dilunakkan (bukan dilelehkan))235 g susu full cream (hangat; suhu idealnya antara 33 dan 37 derajat Celsius)7 g ragi instan (ini bukan baking powder, melainkan ragi roti berbentuk granula)2 telur1 kuning telurIsian225 g gula cokelat (atau brown sugar)14 g gula tebu17 g kayu manis100 g mentega tawar (dilunakkan (bukan dilelehkan))Glasir115 g keju krim (seperti Philadelphia)90 g gula halus (juga disebut gula bubuk)45 ml susu full cream1 sendok teh ekstrak vanila (atau 1 polong vanila; keduanya opsional)\t\n\t\n\t\tDalam sebuah mangkuk, kocok tepung, gula pasir, dan garam hingga tercampur rata.Tambahkan mentega lunak. Aduk rata dengan dua garpu. Jika lebih nyaman, campurkan langsung dengan tangan karena lebih cepat. Gunakan gerakan mencubit agar mentega benar-benar tercampur ke dalam adonan.Dalam wadah lain, kocok susu full cream hangat bersama ragi instan. Diamkan selama 5 menit.Dengan kait adonan pada kecepatan sedang-rendah, masukkan campuran susu dan ragi, telur utuh, serta kuning telur ke dalam campuran tepung. Uleni selama 5-10 menit. Jika menguleni dengan tangan, uleni selama 30 menit dan lewati pengulenan pada langkah 5. Uleni hingga adonan halus dan padat.Di atas permukaan kerja yang ditaburi sedikit tepung, uleni selama 1 hingga 3 menit. Tambahkan sedikit tepung bila adonan terlalu lengket.Pindahkan adonan ke dalam mangkuk yang sudah diolesi lemak, lalu tutup dengan plastik wrap. Biarkan mengembang di tempat hangat (20-25 derajat) selama 1 jam 30 menit, hingga ukurannya menjadi dua kali lipat.Setelah adonan siap, campurkan gula cokelat, gula tebu, dan kayu manis dalam sebuah mangkuk.Letakkan adonan di atas permukaan kerja luas yang ditaburi tepung, lalu gilas dengan rolling pin hingga membentuk persegi panjang besar (sekitar 65 cm x 35 cm). Taburi rolling pin dengan tepung bila perlu agar tidak lengket pada adonan.Oleskan mentega tawar yang sudah dilunakkan ke seluruh permukaan adonan. Gunakan kuas pastry agar lebih mudah.Taburkan isian gula secara merata di atas adonan, lalu tepuk-tepuk ringan dengan tangan agar lebih menempel. Pastikan seluruh permukaannya tertutup rata.Gulung rapat adonan sedikit demi sedikit dari bawah ke atas, mengikuti sisi panjangnya (artinya gulungan dibentuk dari sisi lebarnya). Potong perlahan menjadi bagian-bagian setebal 5 cm.Olesi loyang tahan oven, lapisi dasar loyang dengan kertas roti (opsional), lalu tata roll dengan sisi spiral menghadap ke atas. Tutup dengan plastik wrap.Biarkan mengembang pada suhu ruang selama 30 hingga 45 menit. Pada tahap ini, adonan juga bisa disimpan di kulkas semalaman sebelum proses mengembang ini (lihat catatan).Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan pada suhu 175 derajat selama 17 hingga 20 menit (lepaskan plastik wrap terlebih dahulu). Biarkan dingin di dalam loyang selama 15 menit.Untuk glasir, kocok Philadelphia lalu tambahkan gula halus hingga lembut dan licin. Masukkan susu full cream sambil terus dikocok hingga rata. Wajar jika teksturnya agak cair.Siramkan glasir di atas roll, lalu sajikan.\t\n\t\n\t\tBeberapa tetes ekstrak vanila atau satu polong vanila bisa membuat glasir cinnamon rolls yang sudah lezat terasa semakin istimewa\nTerkadang, tergantung suhu awal adonan, roll mungkin memerlukan waktu panggang lebih lama meski bagian atasnya sudah berwarna cokelat keemasan pekat (bahkan bisa terlalu cokelat). Jika begitu, tutup bagian atasnya dengan selembar aluminium foil lalu lanjutkan memanggang sekitar 10 menit lagi\nPersiapan sehari sebelumnya: Saya sering menyiapkannya sehari sebelumnya untuk dipanggang keesokan harinya. Dalam hal ini, setelah roll ditata di loyang, tutup dengan plastik wrap dan simpan di kulkas semalaman. Ingat, keluarkan lebih dari 6 jam sebelumnya agar adonan sempat kembali ke suhu ruang, ragi kembali aktif, dan adonan bisa mengembang lagi. Adonan juga akan mengeluarkan cairan cokelat di dasar loyang; biarkan saja karena akan menjadi karamel saat dipanggang\n\t\n\t\n\t\tAm\u00e9ricainecinnamon rolls, roul\u00e9s cannelle","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157419"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157419\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}