{"id":157404,"title":"C\u01a1m t\u1ea5m s\u01b0\u1eddn b\u00ec ch\u1ea3 tr\u1ee9ng autentik","modified":"2026-07-18T14:32:29+02:00","plain":"C\u01a1m t\u1ea5m khas Vietnam yang lengkap dan sangat menggugah selera: iga babi panggang yang dimarinasi, b\u00ec (kulit babi dan suwiran daging babi), ch\u1ea3 tr\u1ee9ng kukus, acar, dan saus n\u01b0\u1edbc m\u1eafm, dengan opsi telur ceplok.\n\n\n\nAroma asap dari babi panggang mengepul di atas nasi pucat yang sedikit berbutir. Semuanya lalu tersaput hijau cerah dari m\u1ee1 h\u00e0nh (minyak daun bawang). Di sampingnya, wortel acar terasa renyah saat digigit, sementara seiris ch\u1ea3 tr\u1ee9ng mudah terurai, begitu lembut. \n\n\n\nJika Anda memilih versi \u1ed1p la, kuning telur yang masih cair akan meleleh dan menyelimuti nasi. c\u01a1m t\u1ea5m adalah satu piring hidangan lengkap, yang memang dirancang untuk diaduk bersama&nbsp;: pesonanya terletak pada ragam tekstur dan keseimbangannya.\n\n\n\nTemukan juga pho, salah satu klasik Vietnam lainnya\n\n\n\nApa itu C\u01a1m t\u1ea5m?\n\n\n\nNamanya sudah menjelaskan inti hidangan ini. C\u01a1m t\u1ea5m adalah nasi dari beras pecah (g\u1ea1o t\u1ea5m)&nbsp;: bulir-bulir beras yang patah, umumnya dimasak dengan air sedikit lebih sedikit, untuk menghasilkan tekstur yang mampu menyerap saus, lemak beraroma, dan sari daging dengan baik. S\u01b0\u1eddn berarti iga babi, di sini dalam bentuk s\u01b0\u1eddn n\u01b0\u1edbng&nbsp;: dipotong menjadi irisan setebal sekitar 1&nbsp;cm, lalu dipanggang hingga karamelisasi setelah dimarinasi dengan bumbu berlapis rasa. Marinasi ini memadukan antara lain manis (madu), umami (kecap asin dan saus tiram), asin hasil fermentasi (n\u01b0\u1edbc m\u1eafm), serta aromatik (bawang putih, lada, lima rempah).\n\n\n\nB\u00ec memberi kontras&nbsp;: kulit babi yang mula-mula direbus, lalu diiris tipis memanjang dan dibalut th\u00ednh&nbsp;: beras sangrai yang ditumbuk menjadi bubuk. Hasilnya menghadirkan aroma sangrai yang nyaris seperti kacang, serta tekstur yang lebih kering di mulut, sehingga makin pas disantap dengan saus. ch\u1ea3 tr\u1ee9ng melengkapi hidangan ini dengan terin kukus dari telur dan daging babi, yang dalam versi ini diperkaya dengan bihun beras serta jamur kuping yang sudah direndam. Terakhir, \u1ed1p la, telur ceplok opsional, menambah sentuhan comfort food&nbsp;: kuning telur cair langsung menjadi saus.\n\n\n\nCiri khasnya adalah keseimbangan beberapa unsur&nbsp;: hidangan ini memang dirancang untuk disiram n\u01b0\u1edbc m\u1eafm berbumbu (di sini&nbsp;: gula, saus ikan, dan air dalam jumlah yang sama, ditambah setengah bagian cuka), mirip dengan saus nem, lalu dinikmati dengan mencampur semuanya ke dalam nasi, menggunakan sendok dan garpu.\n\n\n\nBahan utama dalam C\u01a1m t\u1ea5m\n\n\n\n\n\n\n\nNasi dari beras pecah (g\u1ea1o t\u1ea5m) adalah fondasinya&nbsp;: teksturnya yang agak berbutir menahan saus dan dapat dibumbui dengan melimpah tanpa berubah menjadi bubur. Beberapa juru masak menambahkan pandan untuk aroma yang lembut dan segar. Untuk lebih mudah menemukan g\u1ea1o t\u1ea5m dan aneka aromatik, berkunjung ke toko bahan makanan Asia sangat membantu. Anda juga bisa membuat beras pecah sendiri dengan mudah menggunakan cobek. \n\n\n\ns\u01b0\u1eddn n\u01b0\u1edbng adalah bintang utamanya&nbsp;: dipanggang, sedikit berasap, dan mengilap oleh karamelisasi. Dalam versi ini, marinasinya memadukan antara lain kecap asin dan saus tiram (untuk umami dan warna), madu, n\u01b0\u1edbc m\u1eafm, bawang putih, lada hitam, dan lima rempah (kadang dengan sedikit serai), minyak netral, sedikit minyak wijen, serta susu untuk melunakkan daging. Minuman bersoda seperti kola juga dapat membantu proses karamelisasi.\n\n\n\nUntuk memasaknya, keluarkan iga dari kulkas sekitar 1&nbsp;jam sebelumnya dan, jika suka, olesi dengan sedikit sisa marinasi selama proses memasak. Di atas arang, di alat pemanggang, atau di wajan, semangatnya tetap sama&nbsp;: daging babi manis-gurih yang dipanggang dengan baik dan sangat menggoda. Jika Anda menyukai cita rasa seperti ini, Anda juga kemungkinan akan menyukai babi karamel, babi merah, atau char siu.\n\n\n\nb\u00ec menghadirkan tekstur kenyal dari kulit babi yang direbus lalu diiris setipis mungkin. Daging babi tanpa lemak, yang dimasak perlahan dengan bawang putih, bawang merah, dan n\u01b0\u1edbc m\u1eafm, lalu disuwir, memberi isi dan tekstur yang lebih kering sehingga mudah menyerap saus. Setelah dibumbui (irisan bawang putih, gula, garam, lada), lalu dibalut th\u00ednh, campuran ini menghadirkan aroma sangrai dan tekstur yang sedikit berpasir.\n\n\n\nBagaimana kalau pisang goreng Vietnam sebagai hidangan penutup?\n\n\n\nch\u1ea3 tr\u1ee9ng, yaitu telur kocok yang dicampur dengan daging babi cincang, bihun beras, jamur kuping, dan bawang merah, lalu dibumbui dengan garam, gula, dan lada, memberikan rasa gurih lembut serta potongan yang mengenyangkan. Setelah dikukus selama 15&nbsp;menit, bagian atasnya diolesi dengan kuning telur yang disisihkan, lalu didiamkan beberapa saat dengan tutup sedikit terbuka agar permukaannya lebih keemasan dan lebih menggugah selera. Jika Anda sering memasak dengan bahan-bahan seperti ini, panduan mi Asia adalah referensi yang bagus.\n\n\n\nDi sekeliling hidangan ini, semuanya hadir untuk menjaga keseimbangan rasa&nbsp;: n\u01b0\u1edbc m\u1eafm berbumbu sebagai saus utama&nbsp;; \u0111\u1ed3 chua (di sini&nbsp;: wortel yang dimarinasi dengan cuka dan gula) dan lalapan segar (mentimun, tomat, tauge) untuk menyeimbangkan rasa berlemak&nbsp;; dan, jika Anda memilihnya, opsi \u1ed1p la, dengan kuning telur cair yang menyatukan semuanya sekaligus menjadi saus.\n\n\n\nBagaimana cara menikmatinya&nbsp;?\n\n\n\nKuncinya bukan menjaga setiap elemen tetap terpisah rapi&nbsp;: siram, lalu aduk semuanya. Tambahkan sedikit n\u01b0\u1edbc m\u1eafm berbumbu, sedikit m\u1ee1 h\u00e0nh untuk melapisi nasi, lalu nikmati bergantian&nbsp;: sepotong s\u01b0\u1eddn yang berasap dan manis, sedikit b\u00ec dengan aroma sangrai, seiris ch\u1ea3 tr\u1ee9ng yang lembut, semuanya diseimbangkan oleh wortel acar (cuka + gula) dan renyah segar mentimun. Dalam versi \u1ed1p la, kuning telur cair menyatukan semuanya.\n\n\n\nSemua variasi bisa disesuaikan di meja makan&nbsp;: saus lebih banyak atau lebih sedikit&nbsp;; telur matang sempurna atau benar-benar lumer&nbsp;; cabai dan jeruk nipis untuk memberi sentuhan segar dan pedas&nbsp;; dimasak di atas arang, di alat pemanggang, atau di wajan sesuai hasil yang diinginkan. \n\n\n\nHidangan ini tetap seimbang, tetapi setiap komponennya memang dibuat untuk melebur ke dalam nasi sejak suapan pertama. Untuk tetap dalam nuansa \u201cpanggangan beraroma\u201d, lihat juga ayam serai atau sate ayam serai.\n\n\n\n\n\n\tC\u01a1m t\u1ea5m s\u01b0\u1eddn b\u00ec ch\u1ea3 tr\u1ee9ng otentik\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tPork chop panggang (s\u01b0\u1eddn n\u01b0\u1edbng)500 g pork chop1 sdm kecap asin ringan1 sdm madu1 sdm saus tiram1 sdm saus ikan2 sdm minyak netral0.5 sdm minyak wijen3 sdm susu cair full cream1 sdm bawang putih (cincang)0.5 sdt lada hitam (bubuk)0.5 sdt bubuk lima rempah1 kaleng minuman bersoda rasa kola (seperti Coca-Cola atau Pepsi)Ch\u1ea3 tr\u1ee9ng (terin telur kukus)300 g daging perut babi (cincang)3 telur (idealnya telur bebek; jika tidak ada, gunakan telur ayam)2 porsi bihun beras2 jamur kuping hitam (kering)0.5 sdt lada hitam (bubuk)0.33 sdt garam1 sdt gula1 sdt bawang merah (cincang)air hangat (secukupnya, untuk merendam)B\u00ec (kulit dan daging babi suwir)200 g kulit babi200 g daging babi tanpa lemak (bagian paha atau ham)1 sdm bawang putih (cincang)1 sdm bawang merah (cincang)0.5 sdt lada hitam (bubuk)1 sdm saus ikanair mendidih (untuk memasak perlahan)5 siung bawang putih (iris tipis)2 sdt gula0.5 sdt garam0.25 sdt lada hitam (bubuk)3 sdm bubuk beras sangrai (th\u00ednh)N\u01b0\u1edbc m\u1eafm racikan1 bagian gula1 bagian saus ikan (n\u01b0\u1edbc m\u1eafm) (gunakan yang berkualitas baik)1 bagian air0.5 bagian cukaBeras pecah (c\u01a1m t\u1ea5m)beras pecah (g\u1ea1o t\u1ea5m) (sesuaikan dengan jumlah porsi)air (secukupnya)daun pandan (opsional)\u0110\u1ed3 chua (acar wortel)1 wortel1 sdm cuka1 sdm gulaM\u1ee1 h\u00e0nh (minyak daun bawang)1 genggam daun bawang (iris halus)6 sdm minyak netral1 sdt garam2 sdt gulaPelengkapmentimun (sesuai selera)tomat (segar, sesuai selera)cabai (sesuai selera)jeruk nipis (sesuai selera)telur (secukupnya, untuk \u1ed1p la)\t\n\t\n\t\tPork chop panggang (marinasi)Cuci bersih pork chop, iris setebal sekitar 1 cm, lalu tepuk-tepuk hingga kering.Campurkan kecap asin, madu, saus tiram, saus ikan, kedua jenis minyak, susu, bawang putih, lada, dan bubuk lima rempah. Tambahkan soda, lalu lumuri pork chop hingga rata. Tutup dan marinasi semalaman di kulkas.B\u00ec (kulit dan daging babi suwir)Kerok kulit babi bila perlu, lalu rebus dalam air mendidih hingga matang. Dinginkan, kemudian iris tipis memanjang.Campurkan daging babi tanpa lemak dengan bawang putih cincang, bawang merah cincang, lada, dan saus ikan. Masukkan ke wajan, tambahkan sedikit air mendidih hingga hampir menutupi daging, lalu masak perlahan sampai cairannya habis sambil menjaga daging tetap empuk. Dinginkan, lalu suwir-suwir.Campurkan kulit babi dan daging babi suwir. Tambahkan irisan bawang putih, gula, garam, lada, dan bubuk beras sangrai (th\u00ednh), lalu aduk hingga tercampur rata.Ch\u1ea3 tr\u1ee9ng (terin telur kukus)Rendam bihun dan jamur kuping hitam dalam air hangat hingga lunak, lalu tiriskan. Potong bihun menjadi bagian pendek (6\u20137 cm), kemudian iris tipis jamurnya.Sisihkan satu kuning telur. Kocok lepas sisa telur, lalu campurkan dengan daging perut babi cincang, bihun, dan jamur. Bumbui dengan lada, garam, gula, dan bawang merah.Tuang adonan ke dalam cetakan, lalu kukus selama 15 menit. Olesi permukaan dengan kuning telur yang disisihkan, biarkan tutup kukusan sedikit terbuka beberapa saat agar permukaannya berwarna cantik, lalu dinginkan sebentar dan potong-potong.N\u01b0\u1edbc m\u1eafm racikanPanaskan air dan gula hingga gula larut sepenuhnya. Biarkan dingin, lalu tambahkan saus ikan dan cuka. Cicipi dan sesuaikan keseimbangan rasa manis, asin, dan asam.Beras pecah (c\u01a1m t\u1ea5m)Cuci beras pecah, lalu masak dengan air sedikit lebih sedikit daripada saat memasak nasi putih biasa. Tambahkan daun pandan saat memasak bila suka. Setelah matang, aduk perlahan agar butirannya terurai, lalu lanjutkan memasak sebentar agar nasi lebih kering bila memungkinkan.\u0110\u1ed3 chua (acar wortel)Kupas wortel, lalu iris setipis mungkin, baik bulat tipis maupun julienne. Campurkan cuka dan gula, lalu rendam wortel di dalamnya hingga menjadi acar.M\u1ee1 h\u00e0nh (minyak daun bawang)Campurkan daun bawang dengan minyak, garam, dan gula. Panaskan selama 30 detik dalam microwave (atau panaskan minyak secara terpisah lalu tuangkan ke atas daun bawang), aduk hingga daun bawang sedikit layu dan warnanya sedikit lebih gelap, lalu sisihkan.Panggang, telur ceplok, dan penyajianKeluarkan pork chop dari kulkas 1 jam sebelumnya. Panggang di atas arang, grill, atau wajan hingga matang sambil mengontrol panas api. Olesi sesekali dengan sisa marinasi selama proses memasak.Tata nasi di piring, siram sedikit minyak daun bawang, lalu lengkapi dengan mentimun, tomat, acar, pork chop panggang, b\u00ec, dan ch\u1ea3 tr\u1ee9ng. Sajikan bersama semangkuk saus n\u01b0\u1edbc m\u1eafm.Untuk versi \u1ed1p la, masak telur ceplok lalu tambahkan ke piring saji.\t\n\t\n\t\t\nTh\u00ednh (bubuk beras sangrai) bisa dibeli dalam bentuk siap pakai di pasar.\nUntuk saus yang lebih harum, ganti air dengan air kelapa.\nJika memanggang di atas arang, hindari api yang terlalu besar agar daging tidak gosong.\n\n\t\n\t\n\t\tPlat principalVietnamienne","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157404","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157404"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157404\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157404"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157404"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157404"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}