{"id":157400,"title":"Pad Thai Autentik","modified":"2026-07-18T14:32:18+02:00","plain":"Kalau Anda sampai di halaman ini, rasanya Pad Thai tidak perlu diperkenalkan lagi. Wajar saja\u2014siapa yang bisa melewatkannya? Inilah hidangan paling ikonis dari masakan Thailand, dan kabar baiknya, Pad Thai juga tidak terlalu sulit dibuat sendiri di rumah. \n\n\n\nSelain mudah dibuat, hidangan khas Thailand ini juga terasa jauh lebih enak daripada versi seadanya yang sering disajikan di restoran\u2026 \n\n\n\nPad see ew adalah salah satu klasik besar masakan Thailand, sepupu Pad Thai yang sama lezatnya\n\n\n\nTentu saja tidak selalu seperti itu, tetapi saya pernah diberi tahu bahwa saus tomat di dalamnya itu tradisional, lalu hidangan itu disajikan dengan penuh percaya diri seharga 20\u20ac. Singkatnya, saya kapok: Pad Thai akan saya makan entah di Thailand \u2014 di Phuket, Pad Thai kaki lima benar-benar luar biasa \u2014 atau buatan sendiri di rumah.\n\n\n\nBahan utama untuk Pad Thai\n\n\n\nKecap asin hitam: jangan sampai tertukar dengan kecap asin light yang biasanya dijual di toko. Kadang-kadang memang bisa ditemukan, tetapi peluang terbaik tetap di toko bahan makanan Asia. \n\n\n\nRasanya sangat berbeda dan memberi kedalaman serta nuansa pada hidangan. Untuk mengetahui lebih jauh tentang perbedaan berbagai jenis kecap asin, lihat artikel lengkap saya tentang topik ini. Jika Anda berbelanja di minimarket Asia, carilah kecap asin \u201cblack\u201d merek Healthy Boy. Ini adalah merek Thailand, dan rasanya jauh lebih cocok untuk resep Pad Thai \n\n\n\nPasta asam jawa: benar-benar wajib jika Anda ingin mendapatkan rasa autentik. Sejujurnya, sulit mencari pengganti untuk rasa asam segarnya yang khas dan lezat. Cukup rendam kembali dengan air mendidih, lalu saring dengan kain kasa\n\n\n\nKenapa tidak menyajikannya bersama tumis daging sapi bawang yang lezat?\n\n\n\nUdang kering: Anda juga bisa memakai udang kering abu-abu jika suka; cukup gunakan 5 kali lipat jumlahnya dan cincang halus. Keduanya bisa saling menggantikan, tetapi jangan dianggap remeh. Di Prancis, udang kering biasanya dijual di bagian beku supermarket Asia. Biarkan mencair semalaman di dalam kulkas\n\n\n\nRasa yang diberikannya sangat menentukan hasil akhir hidangan, dan beberapa menit tambahan untuk memasukkannya ke dalam Pad Thai benar-benar sepadan. \n\n\n\nMi beras: jangan sekali-kali memakai bihun beras! Pilih mi beras ukuran sedang hingga besar; di Thailand, yang paling umum dipakai adalah ukuran sedang. Perhatikan juga cara memasaknya: saya jelaskan semuanya dalam resep, tetapi ketahuilah bahwa tekstur akhir mi adalah salah satu kunci utama Pad Thai yang sukses\n\n\n\nUntuk makan cepat, kai jeow tinggal disajikan di atas nasi melati hangat dalam dua menit\n\n\n\nSaus ikan: salah satu pilar masakan Thailand dan masakan Vietnam, saus ini tidak terasa amis, tetapi\u2014seperti bubuk udang kering\u2014memberi dorongan umami yang kuat. Saya merekomendasikan merek Squid atau Ph\u00fa Qu\u1ed1c, yang termasuk paling berkualitas dan mudah ditemukan di Prancis\n\n\n\nApa pendamping yang cocok untuk Pad Thai? \n\n\n\nBiasanya, ini sudah merupakan hidangan yang lengkap. Tetapi kenapa tidak menyajikan daging sapi harimau menangis sebagai hidangan pembuka? \n\n\n\nResep daging sapi harimau menangis saya cocok untuk hidangan pembuka dingin\n\n\n\n\n\n\n\nTips agar Pad Thai Anda sukses\n\n\n\nUntuk mi beras yang dipakai dalam Pad Thai, ada satu trik rahasia agar hasilnya matang sempurna\u2014dan teksturnya terasa unik serta autentik. Kalau ingin praktis, Anda bisa memasaknya sesuai petunjuk pada kemasan, tetapi saya sangat menyarankan Anda mencoba cara ini.\n\n\n\nSecara garis besar, proses memasaknya terbagi menjadi dua tahap:\n\n\n\n\nRendam mi dalam air panas (bukan air yang sedang dipanaskan, cukup air panas), lalu diamkan 5\u201310 menit. Mi beras tidak boleh sampai benar-benar lembek; cukup lentur sedikit saja. Memang terdengar berlawanan dengan intuisi, tetapi nanti Anda akan paham. Tiriskan, lalu sisihkan.\n\n\n\nLanjutkan tahap memasak berikutnya sesuai resep. Karena mi baru setengah matang, sisa proses pematangannya akan selesai berkat saus dan minyak dari hidangan. Inilah yang memberi tekstur khas yang, sejujurnya, sulit ditandingi.\n\n\n\n\nMungkin perlu beberapa kali percobaan sampai Anda benar-benar menemukan timing yang pas untuk mengangkat mi dari air, tetapi percayalah, hasilnya sepadan.\n\n\n\nSaya juga punya resep lain berbahan mi beras yang bisa Anda lihat di sini. Dan jika Anda masih bingung memilih kecap asin, baca artikel lengkap saya tentang berbagai jenis kecap asin \n\n\n\n\n\n\tPad Thai Autentik\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWok\t\n\t\n\t\tSAUS PAD THAI6 sendok makan  gula merah4 sendok makan saus ikan40 g daging buah asam jawa  (yang sudah dibasahi; gunakan dua kali lipat takaran (dalam ml) jika memakai konsentrat asam jawa)120 ml air mendidih (untuk daging buah asam jawa)2 sendok makan  kecap asin hitam   (idealnya, gunakan saus soja &quot;black&quot; Thailand merek &quot;Healthy Boy&quot;)BAHAN LAINNYA75 ml air250 g mi beras   (berat kering; masak terlebih dahulu sesuai petunjuk resep)1 sejumput garam (sesuai selera)1 sendok teh  lada putih25 g udang kering (diblender hingga halus)4 siung bawang putih (diiris)2 bawang merah (diiris tipis)3 telur besar  (dikocok lepas)1 genggam tauge1 genggam kucai Thailand (diiris sepanjang 1 cm)4 sendok makan kacang tanah (dicincang kasar)2 jeruk nipis untuk penyajian\t\n\t\n\t\tSausJika menggunakan daging buah asam jawa, campurkan dengan air mendidih. Jika menggunakan konsentrat, langsung lanjut ke langkah 4.Aduk sambil tekan-tekan hingga hancur, lalu buang bijinya jika perlu.Saring campuran melalui kain kasa.Buat saus dengan mencampur semua bahan hingga rata di dalam mangkuk.Memasak miRendam mi dalam air panas (bukan air yang sedang dipanaskan, cukup air panas), lalu diamkan 5-10 menit.Mi beras tidak boleh terlalu lembek; cukup sedikit lentur. Memang terdengar agak aneh, tetapi nanti Anda akan merasakan bedanya. Tiriskan, lalu sisihkan.TumisBlender udang kering (atau cincang sangat halus) hingga menjadi bubuk.Panaskan wok atau wajan di atas api sedang-besar dengan sedikit minyak. Biarkan benar-benar panas.Tambahkan bubuk udang kering, lalu aduk terus selama 2 menit.Tambahkan bawang merah, lalu tumis selama 2-3 menit.Tambahkan bawang putih, lalu tumis selama 2-3 menit.Besarkan api, tambahkan mi dan saus, lalu aduk hingga rata.Tambahkan air, aduk rata, lalu biarkan hampir seluruhnya menguap. Trik ini saya dapatkan dari seorang chef saat bepergian di Thailand, dan hasilnya memberi tekstur akhir yang pas pada hidangan.Turunkan api ke sedang-besar, dorong mi ke satu sisi, lalu tuang telur di sisi lainnya. Diamkan 30 detik hingga 1 menit sebelum diorak-arik. Aduk rata bersama mi.Tambahkan kucai, lada putih, dan tauge, lalu aduk selama 1-2 menit.Sajikan dengan kacang tanah cincang dan jeruk nipis.\t\n\t\n\t\t\nUntuk mi beras pada pad thai, ada satu trik rahasia agar hasilnya matang sempurna (dan menghasilkan tekstur yang khas serta autentik). Kalau ingin praktis, Anda bisa memasak mi sesuai petunjuk pada kemasan, tetapi saya sangat menyarankan untuk mencoba cara ini.\n \nKurang lebih, proses memasak mi dilakukan dalam dua tahap:\n \n\nRendam mi dalam air panas (bukan air yang sedang dipanaskan, cukup air panas), lalu diamkan 5-10 menit. Mi beras tidak boleh terlalu lembek; cukup sedikit lentur. Memang terdengar agak aneh, tetapi nanti Anda akan merasakan bedanya. Tiriskan, lalu sisihkan.\n \nTahap kedua mengikuti resep seperti biasa. Bedanya, karena mi baru setengah matang, proses memasaknya akan selesai oleh kuah dan minyak dari hidangan. Inilah yang memberi tekstur khas yang, sejujurnya, sulit ditiru.\n\n \nAnda mungkin perlu beberapa kali percobaan untuk menemukan waktu yang benar-benar pas saat mi harus diangkat dari air, tetapi percayalah, hasilnya sepadan.\n\n\t\n\t\n\t\tPlat principalTha\u00eflandaise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157400","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157400"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157400\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/501"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}