{"id":157371,"title":"Sup Wonton Autentik &#8211; \u9984\u9968\u6c64","modified":"2026-07-18T14:31:32+02:00","plain":"Untuk malam-malam musim dingin yang panjang, saya hadirkan resep sup wonton yang lezat dan menghangatkan ini. Selain autentik, sup ini juga sangat mudah dibuat\n\n\n\nSup wonton adalah salah satu hidangan klasik dalam masakan Tionghoa. Bersama bebek Peking, daging sapi tumis bawang, dan jiaozi, hidangan-hidangan ini termasuk yang setidaknya pernah didengar namanya oleh kebanyakan penutur bahasa Prancis. Sebutan khusus juga layak diberikan kepada Ha Kao, meski banyak yang tidak mengetahui nama Tionghoanya.\n\n\n\nResep ha kao andalan saya, alias pangsit udang kukus\n\n\n\nKalau Anda belum mengenal sup pangsit Tionghoa yang terkenal ini tetapi tetap ingin mencobanya, saya merasa terhormat bisa memperkenalkannya kepada Anda. Saya tunggu kabar Anda!\n\n\n\nSaya benar-benar berusaha membuat panduan selengkap mungkin, sampai ke tahap melipat, lengkap dengan ilustrasi dan foto. Jadi, tak ada alasan untuk tidak mencoba resep ini!\n\n\n\nApa itu sup wonton?\n\n\n\nBerasal dari Tiongkok, sup ini berupa kaldu aromatik berisi pangsit rebus yang disebut &laquo;&nbsp;wonton&nbsp;&raquo;. Ada banyak versinya, beberapa bahkan disajikan bersama mi:\n\n\n\n1. Sup wonton Kanton (Guangdong) Daerah asal: Kanton, Provinsi Guangdong, Tiongkok. Keistimewaan: Sup ini dibuat dengan wonton berisi daging babi cincang dan udang. Kaldunya bening dan harum, diberi rasa dari bahan seperti dada ayam dan udang kering.\n\n\n\n2. Sup wonton Sichuan (wonton pedas) Daerah asal: Provinsi Sichuan, Tiongkok. Keistimewaan: Wonton disajikan dalam saus pedas berbahan dasar pasta cabai, bawang putih, dan minyak wijen. Ini sebenarnya bukan sup dalam pengertian tradisional, tetapi rasanya sangat gurih dan pedas. Ya, menyebutnya sup memang sedikit berlebihan, tetapi Anda pasti paham maksudnya\n\n\n\nResep wonton pedas khas Sichuan saya\n\n\n\n3. Sup wonton Shanghai Daerah asal: Shanghai, Tiongkok. Keistimewaan: Wonton khas Shanghai umumnya lebih kecil dan diisi dengan daging babi cincang. Kaldunya dibuat dari babi dan ayam, lalu sering dilengkapi dengan sayuran hijau.\n\n\n\n4. Sup wonton Hong Kong Daerah asal: Hong Kong. Keistimewaan: Wonton Hong Kong umumnya diisi dengan udang utuh dan daging babi. Kaldunya bening dan diberi aroma ikan kering yang mengingatkan pada dashi Jepang.\n\n\n\nResep yang saya bagikan hari ini terinspirasi dari wilayah Shanghai.\n\n\n\nLihat cantiknya yang satu ini\n\n\n\nLangkah-langkah membuat sup wonton\n\n\n\nKaldu dan kulit wonton\n\n\n\nUntuk kaldunya, saya sangat menyarankan memakai kaldu buatan sendiri. Membuatnya cukup mudah dan rasanya jauh lebih enak, tetapi Anda juga bisa menggunakan kaldu siap pakai berkualitas baik (atau kaldu kubus, saya tidak menghakimi.)\n\n\n\nSoal kulitnya&#8230;itu urusan lain. Membuatnya memang butuh waktu. Saya akan membagikan resepnya, tetapi sejujurnya, jika ada supermarket Asia di dekat rumah Anda, lebih baik keluarkan beberapa euro untuk membeli kulit beku. Perbedaan rasanya nyaris tak terasa\n\n\n\nKaldu rumahan berwarna keemasan yang cantik\n\n\n\nIsian\n\n\n\nSecara tradisional, isian dibuat dari daging babi cincang, tetapi Anda juga bisa memakai ayam (tolong pilih paha atas, bukan dada) atau daging sapi. Silakan sesuaikan dengan selera, meski tentu rasanya akan berbeda. \n\n\n\nSecara pribadi, saya suka isian yang agak berlemak, jadi saya sarankan daging cincang dengan 30% lemak. Atau, jika Anda punya penggiling daging, giling lemak babi segar tanpa garam. Hasilnya juga bagus.\n\n\n\nLangkah pertama untuk membuat isian adalah mencampurkan bahan cair seperti kecap asin dan arak Shaoxing dengan bahan lain seperti garam, jahe, dan daun bawang muda. Saya menyebutnya bahan padat, tetapi yang terutama saya maksud adalah bahan yang bisa larut, karena tujuan saya adalah mendapatkan cairan yang sangat aromatik sebelum daging dimasukkan\n\n\n\nBumbu akhir\n\n\n\nBagian ini pada dasarnya adalah sentuhan akhir yang bisa Anda sesuaikan dengan selera: sedikit minyak cabai atau minyak wijen, daun bawang, minyak daun bawang, dan lain-lain&#8230; Jika Anda menemukan saus chiu chow di toko, jangan ragu membelinya; bagi saya, itu topping favorit, meski rasanya cukup pedas.\n\n\n\nWonton goreng yang lezat\n\n\n\nDi mana membeli kulit wonton?\n\n\n\nAnda bisa menemukannya di hampir semua toko bahan makanan Asia. Ada versi putih dan versi kuning (dengan telur). Keduanya sama-sama cocok.\n\n\n\n\n\n\tSup Wonton Autentik - \u9984\u9968\u6c64\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tUntuk wonton30 lembar kulit wonton siap pakaiUntuk isian300 g daging babi cincang (sebaiknya dengan 30% lemak)2 batang daun bawang, iris tipis1 sendok teh jahe cincang1 sendok makan kecap asin ringan1 sendok teh arak Shaoxing0.25 sendok teh garam1 sejumput lada putih3 sendok makan kaldu ayamUntuk sup2 liter kaldu ayam (buatan sendiri atau beli di toko)2 pakcoy kecil (Anda juga bisa menggunakan sawi putih)garam (sesuai selera)lada putih (sesuai selera)minyak wijen (sesuai selera)daun bawang, iris tipis (untuk taburan)minyak cabai (opsional)Untuk kaldu2 liter airtulang ayam (sebanyak yang bisa Anda dapatkan)3 daun bawang muda3 siung bawang putih, memarkan3 iris jahe1 bawang bombai, belah dua\t\n\t\n\t\tUntuk kaldu ayam(opsional) Panggang tulang dalam oven atau air fryer pada suhu 190 derajat selama 5 menit.Didihkan air bersama tulang. Buang airnya, bilas tulangnya, lalu rebus kembali dengan air bersih. Kecilkan api hingga tepat di bawah titik didih.Masak perlahan selama 1:30 sambil rutin membuang buih di permukaan.Tambahkan sisa bahan, lalu masak perlahan dengan panci tertutup selama 40 menit lagi.Saring, lalu sisihkan.Untuk isianCampurkan semua bahan isian kecuali daging, lalu diamkan selama 10 menit.Tambahkan daging, lalu aduk terus hingga tercampur rata, sampai daging menyerap seluruh cairan dan berubah menjadi adonan yang lengket.Melipat wontonBasahi tepi selembar kulit wonton dengan sedikit air menggunakan ujung jari.Letakkan sedikit isian daging babi di bagian tengah.Lipat kulit hingga membentuk persegi panjang.Tekan tepinya hingga rapat.Dari sisi lipatan, basahi satu sudut, lalu tumpangkan sudut yang lain di atasnya.Tekan hingga rapat (lihat video di bawah).Didihkan kaldu ayam dalam panci. Sisihkan untuk digunakan nanti.Memasak wontonSambil memanaskan kaldu, didihkan banyak air dalam panci lain atau wok. Masukkan wonton perlahan ke dalam air mendidih. Aduk dengan sendok agar tidak saling menempel. Anda mungkin perlu memasaknya dalam beberapa batch.Saat wonton mengapung ke permukaan (atau setelah 6-7 menit), lanjutkan merebusnya sekitar 1.5 menit lagi. Tambahkan pakcoy, lalu masak 30 detik lagi.PenyajianTambahkan garam, lada putih bubuk, dan minyak wijen ke dalam mangkuk saji, lalu tuang kaldu panas ke masing-masing mangkuk.Angkat wonton dan pakcoy dari air, lalu masukkan ke dalam mangkuk. Taburi daun bawang dan tambahkan minyak cabai jika suka.\t\n\t\n\t\tPembekuan\nAnda bisa membekukan wonton mentah segera setelah dibentuk (jangan biarkan terlalu lama pada suhu ruang). Susun dalam satu lapisan di atas nampan yang dialasi kertas roti. Setelah benar-benar beku, pindahkan ke kantong atau wadah kedap udara.\nMemasak wonton beku\nJangan dicairkan terlebih dahulu. Ikuti metode yang sama seperti di atas dengan langsung memasukkannya ke dalam air mendidih.\nCatatan tentang kaldu siap pakai\nSebaiknya pilih kaldu dengan sesedikit mungkin bahan tambahan, dalam kemasan toples, dan siap pakai (bukan bubuk). Tuang ke dalam panci, lalu panaskan selama sepuluh menit bersama siung bawang putih, jahe, dan daun bawang muda.\n\u00a0\n\t\n\t\n\t\tPlat principalChinoisesoupe wonton, wonton\t\n\n\n\n\n\nSaya menjadikan resep Red House Spice sebagai referensi, lalu sedikit menyesuaikannya pada proses meresapkan bumbu aromatik dan jumlah isiannya (secara pribadi, saya lebih suka wonton yang montok dan berisi). Saya juga lebih menyukai kaldu yang lebih pekat dan berwarna keemasan.","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157371"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157371\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}