{"id":157365,"title":"Tumis ayam Cina ala restoran","modified":"2026-07-18T14:31:24+02:00","plain":"Tumis ayam adalah salah satu hidangan yang hampir selalu ada di restoran yang pernah saya kunjungi. Saya jarang memesannya karena selain sangat mudah dibuat sendiri, restoran sering kali juga mengorbankan kualitas bahan yang digunakan. \n\n\n\nJadi, membayar mahal untuk hidangan seperti ini? Tidak, terima kasih. \n\n\n\nKenapa tidak menyajikannya dengan mi tumis sayuran saya?\n\n\n\nKalau Anda mengikuti saya, saya rasa selera kita sama. Jadi hari ini, saya akan membagikan rahasia tumis ayam ala restoran Cina. Selamat datang di dunia masakan Cina: resep-resep yang mudah dan kaya rasa\n\n\n\nBahan-bahan tumis ayam Cina\n\n\n\nKalau Anda suka hidangan seperti ini, Anda pasti akan menyukai resep tumis daging babi Cina\n\n\n\nSaus tiram: bahan penting dalam kebanyakan tumisan Cina, dengan rasa khas yang memberi sentuhan \u201crestoran Cina\u201d yang kita semua sukai. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang saus tiram dan cara menggantinya, baca di sini\n\n\n\nSaus hoisin: Ini adalah saus yang sangat populer dalam masakan Cina, terutama untuk bebek peking. Saya menggunakannya dalam hidangan ini untuk memberi sentuhan manis dan nuansa rasa yang khas. Saya juga punya artikel lengkap tentang saus hoisin jika Anda ingin tahu lebih banyak.\n\n\n\nKecap asin light: jangan sampai tertukar dengan kecap asin dark; jenis ini lebih ringan dan asin. Bahan ini membantu menonjolkan rasa hidangan. Anda bahkan bisa memakainya sebagai pengganti garam untuk membumbui masakan sedikit demi sedikit selama proses memasak\n\n\n\nMinyak wijen: karena rasanya sangat kuat, Anda perlu berhati-hati agar tidak menambahkan terlalu banyak, supaya tidak menutupi rasa bahan-bahan lainnya. Baca artikel lengkap saya tentang minyak wijen.\n\n\n\nTips untuk tumis ayam ala restoran Cina\n\n\n\nJangan ragu untuk membesarkan api agar saus lebih cepat mengental. Kalau Anda melakukan ini, pastikan untuk terus mengaduk karena risiko gosong akan langsung meningkat.\n\n\n\nUntuk saus, prinsipnya sama di banyak resep. Saus putih Cina, saus asam manis, saus manis-gurih, saus ayam Jenderal Tao, tumis ayam, hingga saus ayam bawang putih dan madu, \u2026 semuanya punya satu bahan yang sama: maizena. Inilah rahasia saus Asia yang kental dan mengilap\n\n\n\nSaus asam manis dengan maizena\n\n\n\nSatu-satunya kekurangan saus kental seperti ini adalah teksturnya tidak bertahan lama. Saya yakin Anda pernah memesan makanan Cina lalu keesokan harinya mendapati potongan daging dalam saus yang terlalu encer. \n\n\n\nItu karena maizena hanya mampu mempertahankan tekstur yang bagus selama sekitar satu jam, paling lama.\n\n\n\nBiasanya, saat hal seperti ini terjadi, saya memindahkan sisa masakan ke panci lalu menambahkan sedikit maizena lagi (setelah semua bahan panas) untuk mengembalikan teksturnya. \n\n\n\nSeringnya cara ini berhasil, tetapi ada juga beberapa hidangan yang tidak bisa diselamatkan dengan cara ini. Kira-kira 80% berhasil, 20% gagal.\n\n\n\nResep lain yang akan membuat Anda serasa makan di restoran Cina\u2014bahkan lebih enak\u2014adalah nasi goreng Kanton saya. Kalau ingin versi bernuansa buah, coba ayam nanas saya\n\n\n\n\n\n\tTumis Ayam ala Restoran Cina\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tWok\t\n\t\n\t\t300 g ayam, iris tipis1 bawang bombai besar, iris50 g buncis pipih1 genggam tauge muda3 batang daun bawang, potong 1 cm150 g jamur kancing, iris4 siung bawang putih, cincangSAUS1 sdm kecap asin rendah garam1 sdm saus tiram1 sdm saus hoisin2 sdm air1 sejumput lada1 sdm tepung maizena1 sdm minyak wijen0.5 sdm gula\t\n\t\n\t\tDengan api besar, tumis ayam selama 5 menit. Angkat dan sisihkan.Panaskan sedikit minyak di atas api sedang-besar, lalu tumis bawang putih selama 2 menit.Besarkan api, lalu masukkan jamur, bawang bombai, dan buncis. Tumis selama 5 menit hingga sedikit kecokelatan.Tambahkan tauge muda dan daun bawang, lalu tumis lagi selama 3 menit.Masukkan kembali ayam, tumis selama 5 menit, lalu tuang saus.Masak sambil diaduk selama 5 menit hingga saus mengental.\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tPlat principalChinoisesaut\u00e9 de poulet chinois","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157365","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157365"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157365\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}