{"id":157351,"title":"Ayam Madu ala Tionghoa","modified":"2026-07-18T14:31:14+02:00","plain":"Suka madu? Suka ayam? Sebagai sepupu jauh dari hidangan Amerika ayam &amp; wafel, ayam renyah madu Tionghoa memadukan manisnya madu dengan kerenyahan ayam. \n\n\n\nUntuk menghasilkan ayam madu yang sempurna, marinasi benar-benar krusial, jadi jangan dilewatkan! 30 menit adalah waktu minimum; kalau bisa semalaman, hasilnya jauh lebih baik. Singkatnya, paha ayam memang sudah juicy, tetapi dengan marinasi ini&#8230; benar-benar luar biasa. \n\n\n\nBayangkan menggigit potongan ayam goreng yang renyah: mula-mula manisnya madu menyapa lidah, lalu disusul ledakan rasa saat bagian dalam ayam melepaskan seluruh kelezatannya. Untuk sentuhan rasa yang lebih mantap, tambahkan sedikit bawang putih cincang. \n\n\n\nLihat saja potongan ayam super renyah yang cantik ini\n\n\n\nBahan-bahan untuk ayam madu\n\n\n\nAnggur shaoxing: Ini adalah komponen penting dalam marinasi. Klik di sini untuk mengetahui penggantinya, tetapi sejujurnya, bahan ini memang layak dibeli.\n\n\n\nSaus soy light: Berbeda dengan saus soy dark, ini adalah saus soy asin \u201cstandar\u201d yang bisa Anda temukan di sebagian besar supermarket\n\n\n\nApa yang cocok disajikan bersama ayam madu?\n\n\n\nMenurut saya, ayam ini paling pas ditemani sesuatu yang rasanya cukup netral. Misalnya, nasi Kanton ekspres saya sangat cocok dipadukan dengan ayam madu. Tinggal hilangkan dagingnya.\n\n\n\nHangat, cantik, dan lezat: nasi Kanton ekspres\n\n\n\nTips agar ayam madu selalu berhasil\n\n\n\nJangan menggoreng terlalu banyak potongan ayam sekaligus agar tidak saling menempel. Saya biasanya menggoreng sekitar 6 hingga 8 potong per batch saat memakai penggorengan Asia kecil saya.\n\n\n\nPaling enak disajikan segera. Tepung panir khusus saya memang cukup tahan banting, tetapi setelah beberapa saat, gorengan ayam tetap akan mulai kehilangan kerenyahannya.\n\n\n\nGoreng dalam jumlah sedikit pada suhu yang tepat untuk hasil yang renyah maksimal\n\n\n\nGunakan termometer dapur untuk memastikan minyak berada pada suhu yang tepat. Jika minyak terlalu panas, bagian luar ayam bisa gosong sebelum bagian dalam matang. Jika minyak terlalu dingin, ayam akan menyerap lebih banyak minyak dan terasa berat serta berminyak (lemak memang nikmat, tetapi tetap secukupnya).\n\n\n\nJika ingin menyisakan untuk hari berikutnya, simpan sebagian ayam renyah terpisah dari sausnya. Dengan begitu, Anda bisa memanaskan kembali ayam dan saus secara terpisah, sehingga rasa dan teksturnya tetap terjaga. Yang paling ideal, bekukan ayam madu (tanpa saus) setelah penggorengan pertama, lalu \u201cpanaskan kembali\u201d dengan menggorengnya lagi. Pada dasarnya, caranya mirip seperti kentang goreng beku.\n\n\n\nAnda bisa memakai dada ayam, tetapi paha ayam jelas memberikan rasa terbaik.\n\n\n\nKalau Anda suka perpaduan rasanya, saya sangat menyarankan untuk mencoba ayam bawang putih dan madu\n\n\n\nYang satu ini legendaris: ayam renyah bawang putih dan madu, benar-benar juara.\n\n\n\n\n\n\tAyam Renyah Madu ala Tiongkok\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tFriteuse asiatiqueWok\t\n\t\n\t\tAyam dan bumbu marinasi300 g paha ayam atas tanpa kulit dan tanpa tulang, potong-potong1 sendok makan kecap asin light2 sendok teh arak Shaoxing2 sendok teh tepung maizenaTepung panir1 porsi tepung panir serbagunaSaus madu150 g madu25 g glukosa ATAU sirup jagung (jika tidak ada, gunakan madu)1 sendok makan kecap asin light2 sendok teh arak Shaoxing\t\n\t\n\t\tMarinasi ayam selama 30 menit.Siapkan dua mangkuk terpisah. Campurkan bahan tepung panir di satu mangkuk dan bahan saus di mangkuk lainnya, lalu sisihkan.Baluri ayam dengan tepung panir, lalu goreng. Goreng pertama pada suhu 180 derajat hingga kuning keemasan muda, lalu goreng sekali lagi hingga berwarna keemasan dan renyah. Teknik ini menghasilkan kerenyahan yang ideal.Panaskan saus dalam panci besar di atas api sedang. Setelah panas, masukkan potongan ayam goreng, lalu aduk hingga seluruh permukaannya terbalut saus.Sajikan bersama nasi.\t\n\t\n\t\tJangan menggoreng terlalu banyak potongan ayam sekaligus agar suhu minyak tidak turun terlalu drastis.\n\t\n\t\n\t\tChinoise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157351"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157351\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}