{"id":157307,"title":"Mengenal mi kaca","modified":"2026-07-18T14:30:32+02:00","plain":"Apa itu mi kaca?\n\n\n\nSekilas, helaian panjang transparan ini memang tampak cukup unik saat tersaji di piring. Tak heran, mi kaca, atau \u201cmi selofan\u201d, memang sangat sesuai dengan namanya. Setelah dimasak, mi ini menjadi bening seperti kaca. \n\n\n\nNamun, kebanyakan jenis mi kaca sebenarnya sama sekali tidak transparan. Wujudnya lebih berupa untaian mi panjang berwarna putih, bahkan ada yang kecokelatan atau keabu-abuan, tergantung jenis pati yang digunakan. \n\n\n\nJuga dipakai dalam sup pare isi\n\n\n\nMi ini paling sering dibuat dari tepung kacang hijau atau ubi jalar, tergantung daerah asalnya. \n\n\n\nTepung kacang hijau dicampur dengan air hingga menjadi adonan, lalu ditarik dan ditekan melalui saringan. Seperti mi konjak, mi kaca punya kemampuan menyerap rasa dari bahan-bahan yang dipadukan dengannya. Bahan ini sangat mudah diolah dan cocok untuk berbagai hidangan mi.&nbsp;\n\n\n\nAsal-usul mi kaca\n\n\n\nMi diyakini sudah ada selama lebih dari 4.000 tahun. Banyak wilayah di Asia mengadopsi resep ini, tetapi asalnya memang dari masakan Tiongkok. Kini, cukup sulit menentukan asal pasti bahan ini. Mi kaca bisa ditemukan hampir di seluruh Asia, mulai dari masakan Jepang, masakan Thailand, hingga masakan Korea.&nbsp;\n\n\n\nResep japchae daging sapi saya menggunakan salah satu jenis mi kaca berbahan pati ubi jalar\n\n\n\nMi kaca dan bihun beras: apa bedanya?&nbsp;\n\n\n\nPerbedaan utamanya cukup jelas: mi kaca dibuat dari tepung kacang hijau atau ubi jalar (misalnya untuk resep jjimdak Korea), sedangkan bihun beras dibuat dari beras, sesuai namanya. Selain itu, bihun beras berwarna putih yang jauh lebih buram.\n\n\n\nMeski begitu, keduanya cukup mirip, dan pada dasarnya bisa dimasak dengan cara yang sama.&nbsp;\n\n\n\nMi kaca dalam masakan \n\n\n\nSelain sangat mudah dimasak, salah satu kelebihan mi kaca adalah bisa disajikan hangat maupun dingin. \n\n\n\nDalam sup, hot pot, dan tumisan, mi kaca memberi efek mengenyangkan. Anda juga bisa menggunakannya dalam keadaan mentah sebagai pelengkap salad. Padukan dengan bahan bercita rasa kuat, seperti kacang tanah, jeruk nipis, dan daun ketumbar\u2026 \n\n\n\nResep mi kaca\n\n\n\nMi kaca menyerap bumbu dengan sangat baik sehingga rasanya makin menonjol. Sebagai inspirasi, coba gunakan resep pad thai atau mi saus kacang. Cara lain untuk mengolahnya: goreng mi hingga lebih renyah.&nbsp;\n\n\n\n\n\n\n\nRasa mi kaca\n\n\n\nMi kaca tidak punya rasa yang benar-benar khas. Bahannya cenderung netral, tetapi justru itulah yang membuatnya sangat serbaguna. Jika dimakan begitu saja, rasanya memang agak hambar, namun teksturnya tetap kenyal dan lembut. Sebaliknya, saat dipadukan dengan rasa yang lebih tegas, seluruh potensi mi kaca akan terasa. \n\n\n\nDalam kuah kaldu (coba dashi!), mi ini akan menjadi lembut, kenyal, sedikit licin, dan lezat. Jangan ragu bermain dengan tekstur; tumis mi hingga lebih renyah. Saya juga merekomendasikan menumisnya secara sederhana dengan kecap asin jika Anda ingin camilan gurih dengan rasa umami.&nbsp;\n\n\n\nNutrisi dan manfaat mi kaca\n\n\n\nJangan tertipu oleh tampilannya yang ringan. Berbeda dari yang sering dibayangkan, mi kaca tidak selalu lebih sehat dibandingkan mi lainnya. \n\n\n\nMi ini juga tinggi karbohidrat, itulah sebabnya cukup mengenyangkan! Meski bukan makanan yang kaya lemak atau protein, mi kaca tetap bisa menjadi pilihan yang baik bagi para atlet yang membutuhkan energi.&nbsp;\n\n\n\nDi mana mendapatkan mi kaca?&nbsp;\n\n\n\nMi kaca masih cukup jarang ditemukan di supermarket pada umumnya.&nbsp; Mi ini lebih mudah dijumpai di toko bahan makanan Asia, tempat mi ini juga dikenal sebagai \u201cmi selofan\u201d atau \u201cvermiseli Tiongkok\u201d. Di sana, Anda akan menemukan beragam jenis mi kaca.&nbsp;\n\n\n\nBagaimana cara menyimpan mi kaca?\n\n\n\nSeperti semua jenis mi, simpan di tempat yang sejuk dan kering. Idealnya, letakkan dalam toples atau kantong kedap udara, jauh dari kelembapan. Dengan begitu, mi ini bisa bertahan selama beberapa bulan.&nbsp;\n\n\n\n\n\n\tSoun tumis kecap asin\n\t\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\t50 g soun (berat kering), rebus sesuai petunjuk kemasan1 siung bawang putih, cincang1 wortel, kupas dan iris tipis5  jamur, iris tipisSaus1 sendok makan kecap asin rendah garam1 sendok teh gula1 sendok teh cuka beras\t\n\t\n\t\tPanaskan sedikit minyak dengan api besar, lalu tumis bawang putih selama 2 menit.Masukkan wortel dan jamur, lalu tumis selama 5 menit.Masukkan soun, lalu tumis selama 2 menit sebelum menambahkan saus.Tumis selama 2 menit lagi, lalu sajikan.\t\n\t\n\t\t\t\n\t\n\t\tChinoise","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157307","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=157307"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/157307\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=157307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=157307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marcwiner.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=157307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}